Welcome!

Welcome to my blog. Feel free to read posts in this blog. Critics and Suggestions are useful for me. Thank you :)

Jumat, 18 April 2014

Update Dulu Biar Keliatan Masih Aktif Ngeblog

Udah lama gak ngeblog ya. Iya gue lagi sibuk, banyak urusan yang harus gue kelarin. Mulai dari urusan keluarga, kesehatan, keuangan, bahkan asmara. Wait, itu kayak kategori peruntungan di horoskop aja ya. Masalah keluarga dan kesehatan sih aman. Kendalanya tetep di masalah keuangan dan asmara.

Sebenarnya sih keuangan gue fine-fine aja, hingga nanti di bulan Mei. Kenapa? Karena di bulan Mei nanti banyak event, seperti Ennichisai (festival budaya Jepang), dan Miku Expo (bisa dibilang ini konser Miku. Miku itu apa? Cari di wikipedia aja). Belom lagi bulan Agustus, ada AFAID. Fix tabungan masa depan gue akan menangis.

Masalah asmara? Gue masih sendirian aja sih. Sempet tertarik sama seorang cewek, cuma kayaknya gak mungkin gue dapetin. Jadi? Yasudahlah, mungkin akan gue pendam saja. Sampai kapan? Entah, mungkin sampai ketemu yang baru.

Anyway, mungkin kalau kalian pernah baca postingan-postingan awal gue yang super lama sekali gue post, mungkin gue pernah membeberkan bahwa gue ingin membuat novel, tapi sayangnya filenya hilang di netbook gue yang harus ganti harddisk.

Good news : ternyata filenya gue backup di komputer gue, tapi cuma setengah dari yang udah gue bikin semua sih. Seneng? Enggak sih, biasa aja. Gue gak ngurus lagi.

Kayaknya mungkin sebagian dari isi novel gue akan gue jadiin postingan blog aja. Kok gak jadi dibikin novel? Nggak ah, sayang kalau gak laku. Mending gratisin aja. Toh siapalah saya ini, nggak terkenal, nggak dikenal, hanya sebutir "debu" yang berada dikumpulan gundukan "emas", sebutir debu yang selalu mendambakan "berlian" untuk mengubah hidupnya.

Gila gue berasa sastrawan abis setelah menulis paragraf tadi.

Soal ngidol? Entahlah. Udah 4 bulan gue gak ke theater. Tapi postingan kali ini gue gak mau bahas ngidol, mungkin selanjutnya, karena gue pengen sombong lagi..... HAHAHAHAHAHA.

Sekian postingan random hari ini. Terimakasih,

@leonardixb

Minggu, 23 Maret 2014

My Bad Luck

Akhirnya ngeblog lagi setelah ditinggal dua bulan. Maaf ya, lagian gak ada deadline ini, yang baca juga dikit, selow aja, kalo kebanyakan postnya tar malah ketinggalan kan gak enak (alasan padahal emang males ngeblog aja).

Kayaknya gue udah super telat buat ngomongin tentang generasi 3 JKT48. Apa itu? Jadi JKT48 mencari member generasi ke 3 (generasi 1 = Team J, generasi 2 = Team KIII, dan sebagian trainee. Tolong ya, Team KIII, bukan Team K. Team K itu buat AKB48. Kalau gak percaya, cari di google. Wota yang suka nyebut Team K (tanpa III) tolong pengetahuannya diperluas lagi tentang 48 family. 48 family gak cuma JKT48 aja kok.)

Maaf emosi, lagi kangen.

Di generasi 3, gue udah mendapatkan member yang akan gue support sih, setelah kepergian Stella dari JKT48? Apa yang terjadi saat Stella grad? Baca ini dulu deh.

Kali ini yang gue andalkan adalah member bernama Kheren Pricilia.

Siapa dia? Entahlah. Yang jelas dia cewek. Dia adalah salah satu finalis generasi 3 JKT48. Gue mulai tertarik untuk mendukung dia karena fotonya itu.... unyu unyu gemyesh gitchu dech. Oke itu alay.

Gue mau mendukung dia, kalau dia masuk generasi 3, gue harus liat dia perform. Kalau bagus, fix dia jadi oshimen gue. Kalau enggak, ya paling jadi pelarian aja (?). Gue harap dia bisa lolos jadi member generasi ke 3.

Oh iya, track record gue di dunia peridolan itu jelek banget loh. Belom setengah tahun aja oshimen gue udah grad 4 orang : Mariko Shinoda (AKB48), Stella Cornelia, Annisa Athia, Dellia Erdita (JKT48). Semoga kali ini Kheren bisa lolos.

Ternyata yang gue takutin datang. Kheren gak lolos final audition JKT48 Generasi 3.

Sedih ya. Kayaknya gue bawa gak hoki buat member JKT48. Yang gue dukung pada gak tahan lama semua. Mungkin gue emang udah harus keluar dari dunia peridolan ini.

Buat Kheren : Tetep semangat ya. Maaf saya tidak sempat mendukung kamu, malah mungkin saya membuat anda tidak lolos (padahal gak tau apa-apa, kebetulan aja emang sial kali ya). Walaupun bukan member JKT48, kamu masih bisa sukses kok. Kalau kata pepatah sih, "banyak jalan menuju Roma", masih banyak jalan menuju kesuksesan (asal jalannya yang bener ya). Kalau mau, coba lagi di tahun depan. Tetep semangat ya. Kata lagu Shonichi sih "usaha keras itu tak akan mengkhianati". Semangat ya Kheren. Ganbatte, Kheren Keren \o/

Sekian kesuraman gue di dunia peridolan. Semoga gak sial lagi. Terima kasih.


Salam Kheren Keren

@leonardixb

Jumat, 24 Januari 2014

Banjir Bosen

Hari ini sama seperti hari-hari biasa di bulan yang merupakan musim penghujan : banjir. Enggak, kali ini bukan banjir kangen sama seseorang.... iya sih gue lagi kangen sama seseorang juga.

Musim hujan identik dengan banjir. Kata temen-temen gue yang rumahnya di komplek rumah gue, kebanyakan bilangnya begini :
Banjirnya parah nih selutut di depan rumah
Atau
Banjirnya udah masuk garasi nih

Yang parah juga ada
Aduh masuk rumah, bantuin gue keluarin airnya dong

Atau yang nggak masuk akal
Banjir nih... Sepinggang gue.... Yang lagi jongkok.... Di atas genteng rumah gue 

Banyak yang bilang kayak gitu. Untung daerah komplek perumahan gue agak tinggi, jadi banjirnya cuma semata kaki. Iya, "semata kaki di depan jalan", enggak pake embel-embel "semata kaki pas gue lagi manjat genteng rumah". Jadi ya, cetek.

Gue jadi keinget dulu tahun 2007 awal, yang banjirnya parah banget. Pas itu gue masih kelas 6 SD. Saking parahnya, gue dianter dari sekolah pake truk, udah kayak bocah ingusan mau demo. Untung pas itu di rumah gue banjirnya baru selutut di depan jalan.

Itu masa lalu.

Gara-gara banjir (yang katanya parah di beberapa daerah) tahun ini, beberapa sekolah, kuliah, dan kantor diliburkan. Yak, gue juga diliburin. Sumringah abis akhirnya bisa lepas dari kepenatan belajar mulu.

Karena banjir, gue gak tau mau pergi ke mana. Kelapa Gading? Banjir. Bekasi? Banjir. FX Sudirman? Banjir, lagian juga gak tau mau ngapain kesana. Alhasil enggak tau mau ngapain di banjir kali ini.

Untungnya ada komputer, jadinya gue bisa main komputer dulu. Tapi bosen juga. Jadi mau ngapain ya, gue bingung juga.

Akhirnya gue mencoba lagi kebiasaan gue masa lalu, melihat langit senja, di atas genteng.

Bosen juga.

15 menit gak tau mau ngapain di atas genteng, langit sudah gelap, dan nyamuk sudah siap ngeroyokin gue, gue masuk kamar gue, tiduran, dan liat langit-langit rumah gue.

Nyaris bosen sih, tapi akhirnya gue mendapatkan sesuatu yang membuat gue enggak bosen.

Melihat langit-langit rumah yang putih polos. Kayaknya sih biasa aja. Coba putihnya di ganti hitam, sehitam gelapnya langit malam. Malah gelap ya. Coba tambahin titik-titik putih. Udah kayak liat langit malam ya. Akhirnya gue menemukan sesuatu yang menarik dari kegiatan enggak guna ini.

Bintang-bintang yang posisinya acak-acakan itu membentuk rasi bintang. Dimana ada rasi bintang yang mirip sama gue, dan disebelahnya ternyata ada rasi bintang juga, yang ternyata mirip sama cewek yang gue demen, walaupun enggak akan kesampaian. Iya, kali ini gue lagi demen sama seseorang yang (lagi-lagi) enggak mungkin bakal mau jadi pacar gue.

Di langit itu, rasi-rasi mereka bergandengan, dan mereka melihat ke belakang. Gue penasaran belakangnya itu apa.

Gue zoom out langit malam itu.

Ternyata ada rasi bintang lagi. Kali ini tidak membentuk mahluk hidup, melainkan seperti sebuah tempat, yang ternyata adalah sebuah pelaminan. Ternyata rasi gue memakai jas hitam dan celana panjang hitam, dan rasi bintang cewek imajinasi gue menggunakan baju dress putih yang roknya bisa menyapu bintang di langit. Keren abis.

Yak, selamat datang di dunia imajinasi, dari hal yang sebenarnya polos, dengan sedikit taburan warna, semua berubah menjadi dunia angan-angan yang mungkin enggak akan terjadi, tapi jika dipikirkan dan dibayangkan mendalam, seru juga.

Tak terasa udah malam, dan gue langsung tidur. Di mimpi itu, persis seperti imajinasi gue, cuma bedanya pelaminannya enggak di langit malam membentuk rasi bintang, melainkan pelaminannya berada di atas kapal pesiar yang megah, yang ternyata kapal-kapal itu melewati banjir yang menenggelami kota itu.

Beyond your imagination

@leonardixb

Minggu, 29 Desember 2013

Selamat Tinggal, Stella

Kejadian postingan ini sebenarnya dari kemarin, tanggal 28 Desember 2013. Saat itu gue dapet tiket nonton theater.

Theater kali ini berbeda sekali. Theater kali ini adalah theater untuk setlist terakhir Renai Kinshi Jourei (RKJ) dari team J, sekaligus konser kelulusan (graduation) dari oshimen gue di JKT48, Stella Cornelia. Beruntung juga gue dapet tiket untuk theater kali ini.

Gue berangkat menuju fX bersama Hans (@hanscg). Dia jadi pilotnya..... Pilot mobil dia. Iya, kami naik mobil, cuma berdua, tapi kami enggak kayak lagu Futari Nori no Jitensha. Kami enggak homo. Sumpah.

Sampai di fX, kami makan dulu, kemudian baru tukar tiket. Kami dapat bingo nomer 9. Mungkin gue selalu bawa sial saat bingo, bingo 9 dipanggil hampir terakhir (dari 20 bingo), cuma karena kali ini konser spesial, jadi udah dapet standing aja (berdiri), dan standing udah hampir penuh. Untuk ketiga kalinya gue standing di theater JKT48, setelah kurang lebih 30 kali theateran. Gue, sebagai penggemar JKT48 yang sering ngantri Waiting List (13 kali, baik disengaja maupun tidak disengaja, dan selalu duduk ketika Waiting List), itu hal yang biasa aja.

Mari rangkum semua perform theater secara singkat.

Sebelum overture, ada teriakan "J Joyful, K Kawaii, T Try to be the best, JKT48 team J, yeeeeaayyyy" lalu baru overture. Penonton kali ini ngechantnya lebih heboh daripada biasanya (maklum, perform setlist terakhir).

Lagu solo Nagai Hikari dibawakan oleh Stella. Iya, dia oshimen gue, dan sekaligus yang akan grad pada saat itu juga. Riuh penonton bersorak sorai kencang mendengar Stella melantukan bait "hanya dirimu". Gue juga ikutan.

Oh iya, kali ini gue ngechant juga setelah 8 bulan gak ngechant di theater.

Setelah lagu-lagu, kemudian MC. MC tentang "apa yang kamu dapatkan selama setlist Renai Kinshi Jourei?". Belom ada yang nangis sih di MC ini.

Kemudian masuk Unit Song. Semua performance member adalah yang terbaik dari theater-theater sebelumnya. Apalagi pas bagian unit song RKJ, dimana unit song itu centernya adalah Stella. Penonton riuh menyebut nama dia (termasuk gue yang berada di standing area, dan gue baru sadar saat itu kalau gue lagi di standing area yang berisi Stella-oshi semua. Takdir yang menyenangkan).

Setelah RKJ gue duduk kecapekan sampai encore, hehehe.

Habis encore, lagu JKT Sanjou. Lightstick gue baterainya habis, alhasil gue pake lightstick Hans, yang ada di dalam tas dia, yang tasnya ternyata gue yang bawa. Beruntung :v

Setelah lagu penutup Oogoe Diamond, adal lagu bonus lagi karena kali ini theater terakhir (senshuuraku). Lagu bonusnya adalah RIVER. Gue kali ini gak cengok kayak di segment H*tam Put*h lagi, dimana gue masuk tipi sambil cengok ketika JKT48 ngebawain lagu RIVER, muka bego gue keliatan abis.

Setelah lagu bonus, barulah inti dari pelepasan Stella dari JKT48 dimulai.

Dimulai dari pesan yang disampaikan Melody tentang Stella, kemudian Haruka membacakan pesan untuk Stella.

Jujur, air mata gue jatuh tiba-tiba.

Aneh juga sih, kok bisa ya cuma gara-gara cewek yang belum tentu kenal sama gue, dan tiba-tiba dia keluar dari suatu group, dan guenya juga ikut nangis. Dikenal aja enggak. Sebagai cowok yang sedang mencari gebetan dan harus terlihat keren di depan cewek, gue merasa gagal. Gue lemah.

Gak cuma gue doang yang nangis, di daerah standing gue (yang banyak Stella-oshi) juga pada nangis.

Setelah pesan-pesan dibacakan, fans-fans Stella mengangkat LED bertuliskan "Thank U For Everything, We Love Stella" untuk Stella. Stellanya makin nangis. Fansnya juga makin nangis. Gue juga ikutan........................... makin nangis.

Kemudian tiap member mengatakan kata-kata untuk Stella untuk terakhir kalinya. Dhike sampai peluk Stella. Gue makin pengen nangis, secara..... ya gitu deh, kalau kalian baca postingan-postingan gue sebelumnya, pasti ngerti.

Setelah itu Stella mengucapkan kesan-kesan, dan ucapan terima kasih, sambil nangis juga. Standing bagian gue juga nangis juga. Termasuk gue.

Setelah selesai, langsung diadakan hi-touch. Hans langsung menghampiri gue. Gue minta tissue ke Hans, lalu gue buang ingus gue. Gue juga ngelap air mata gue dengan tisu, dan gue baru sadar kalau tisu itu bekas ingus gue. Jijik abis.

Kemudian gue hi-touch, dan memberikan amplop untuk dia, sebagai surat terakhir dari LaskatHI divisi TeamStella untuk dia. Isinya? Lupa, intinya ucapan terima kasih dan gambar terakhir untuk dia. Enggak, nama gue gak disebut kok. Gue gak dikenal sama dia. Siapalah saya ini dimata dia, hanya fans karbitan yang jarang ke theater. Gak ada yang kenal gue kok.

Gue juga bingung kok gue bisa nangis ya.... Jangankan deket, dia tau gue aja enggak. Kayaknya susah ngelepasin oshimen yang mau keluar, walaupun emang kenyataannya tiap member pasti akan keluar. Seenggaknya, gue bisa melihat senyum terakhir dia di JKT48, senyum yang berbeda dari senyum sebelumnya. Mungkin senyum bangga, karena banyak fans yang mendukung dia.



Gue jadi keinget saat-saat pertama gue ngedukung dia....

Berawal dari satu tahun lalu di Nyi Ageng Serang, theater pertama, bulan Mei....
"Bonusnya adalah Handshake dan Foto bareng member !!!"
Gue gak tau mau pilih siapa, tapi karena ada yang namanya mirip sama temen sekolah gue, gue tunjuk dia sebagai member yang mau gue 2shot, yang tidak lain tidak bukan adalah Stella Cornelia... (A lucky Adventure)

Kemudian theater Pasaraya Grande, saat gue gundah gulana antara Stella dan Dhike, saat tiba-tiba terbentuk #LaskarHI48 divisi #TeamStella plus memberikan hadiah pertama buat oshimen, ngerasain punya swag pertama yang ditanda tanganin langsung sama oshimen, dan saat pertama kali ngerasain gimana sih rasanya "dibales mention twitter" sama member... (Keajaiban Sumpah Cium Tembok)

Saat ngerayain oshimen ulang tahun, dimana gue merasa ikutan senang juga melihat senyum bahagianya yang membuat penonton (termasuk gue) juga ikutan bahagia... (Cici Kawaii's Birthday)

Saat akhirnya minta tanda tangan Official Guide Book, dan dia langsung nyebut nama gue, entah dia tau dari mana, mungkin kebetulan dia nyebutnya benar, atau dia selalu mencari tau identitas fansnya. Kayaknya sih kebetulan aja benar... (They Were Right)

Saat gue tiba-tiba dapet tiket theater di hari ulang tahun gue, dan tiba-tiba gue diucapin "HAPPY BIRTHDAY" dengan keras oleh oshimen sendiri... Oh iya, gue ada hutang belum lunas (Wonderful 18th)

Kemudian saat mendengar di konser ulang tahun dia, sekaligus mengumumkan kelulusannya sebagai member JKT48. Gue gak nonton saat itu.

Saat handshake yang terakhir kalinya ke Stella, kebetulan lagi-lagi dia benar nyebut nama gue.... (Handshake yang Terlambat)

Kemudian hingga hari ini, oshimen gue keluar dari JKT48. Masih berasa kurang sih dukungan gue daripada fans-fans lain. Tapi yak enggak apa-apa sih, yang penting dia udah banyak yang dukung, dan banyak juga yang senang sama dia.


Well, entahlah dia baca postingan ini apa enggak. Buat Stella JKT48 sih : Terima kasih karena telah jadi oshimen saya, dan jadi pendongkrak semangat saya. Walaupun mungkin dia gak kenal saya, tapi gue gak akan lupain dia. Masih teringat saat pertama hingga terakhir. Mungkin kita enggak akan pernah ketemu lagi, tapi saya tetep senang dan bangga, karena pernah punya oshimen yang ternyata adalah member yang super multi-talent, dan benar-benar menaklukan dunia dengan senyumannya. Terima kasih ya, cici :')

Mungkin gue akan hiatus dulu, entahlah, gue juga gak tau. Gue tetep dukung JKT48, tapi mungkin vakum beberapa bulan.

Sekian postingan kali ini. Gue mau beli tissue lagi di warung.


Salam Yang (Pernah) Ditaklukan Oleh Senyumannya


@leonardixb

Sabtu, 21 Desember 2013

Handshake yang Terlambat

Gue lagi gak tau mau ngeposting apa malam ini. Alhasil, mending gue ngepost kejadian yang sebenernya udah lama terjadi, sekiat 2 minggu yang lalu, yaitu tanggal 7 Desember 2013.

Ada apa dengan 7 Desember? Sebenarnya 7 Desember adalah hari dimana diadakan Individual Handshake event, event dimana kalian bisa handshake sama salah satu member JKT48 selama 10 detik. Handshake eventnya berasal dari pembelian single Yuuhi wo Miteiruka (Apakah Engkau Melihat Matahari Senja) dari JKT48. Sebenernya eventnya di bulan September (kalo gak salah), tapi karena ada beberapa member yang gak bisa ikut handshake saat itu, alhasil diundur hinga 7 Desember.

Member yang mengikuti handshake susulan kali ini adalah Beby dan Stella.

Kalau kalian mengikuti postingan blog gue dari awal tentang dunia perwotaan gue, pasti kalian tau gue mau handshake sama siapa. Enggak, bukan sama Dhike. Gue udah pernah handshake sama Dhike sih, Gak percaya? Nih linknya (plus ada tebak-tebak mengejutkan dari Stella saat itu).

Err, kok jadi ngebahas Dhike... Ganti topik.

7 Desember juga sebenarnya gue (enggak sengaja) dapet email untuk nonton theater JKT48 lagi. Kok bisa gak sengaja? Sebenernya gak niat apply, eh malah dapet. Alhasil gue nonton deh. Gue kira di jadwal bakal ada Stella, karena dia ikut handshake. Ternyata dia gak perform theater. Suram, tapi semoga handshakenya berkesan bagi gue.

Gak pake basa-basi, gue langsung cerita dari gue mendarat di fx aja deh.

Gue langsung naik ke f4, satu lift sama Vanka (member trainee JKT48). Sebagai orang yang sering ketemu cewek cantik, gue biasa aja, toh masih ada yang lebih cantik dari dia. Siapa dong? Kepooo~

Maaf, lagi kangen, jadi gak jelas begini. Lanjut lagi.

Sampai di theater, gue menukar tiket handshake gue agar bisa handshake. Sampai di tempat handshake, petugasnya minta tiket handshakenya. Gue malah nyodorin tangan gue, dan Stella ngetawain gue.

****, baru sadar gue malah mau handshake sama petugasnya. Bikin malu komplek perumahan aja -__-

Setelah membuat malu, gue langsung kasih tiketnya. Baru jalan dua langkah ke arah Stella (belom pegang tangan), langsung disapa sama Stella
"Hai Leon"
 Kok.... Tau..... Ya......

Sontak gue langsung kena stun, diam hening menganga di tempat. Untung gue sering ketemu cewek cantik, alhasil gue kembali sadar.

Kembali ke perbincangan antara gue dengan Stella

Stella : Hai Leon
Gue : (kena stun 1 detik) Wah, cici udah tau ya (senyum senyum)
Stella : Hahaha. Apa kabar?
Gue : Baik kok. Cici?
Stella : Baik juga
Gue : Cici udah liat video dari aku?
Stella : Udah (cengengesan).... Lucu (ketawa lepas)
Gue : Maaf ya ci videonya terlalu memalukan
Stella : Gapapa, videonya lucu kok.
Gue : Oh iya, kan cici udah mau grad. Semoga cici...... hmm, bisa sukses selalu, hmmm, dan.... keinginan cici semuanya tercapai
Stella : Amin. Makasih ya
Satpam : NEXT (pake nada tinggi ala penyanyi rocker kejepit bajaj)
Gue : Belom, mau ngomongin privacy dulu
Satpam : (diem aja)
Gue : Oh iya, cici kenal sama *nama sodara gue* gak?
Stella : Ooh. Kenal
Gue : Dia itu saudara aku loh, kadang suka cerita-cerita tentang cici.
Stella : Ooh. Titip salam ya buat *nama sodara gue* ya, udah lama gak ketemu
Gue : Sip
Stella : ....
Gue : .... Udah itu aja ci.
Stella : Oke, makasih ya semoga sampai bertemu lagi (kasih sticker Stella versi kartun)
Gue : Makasih ci (ambil stikernya lalu keluar theater dengan wajah sumringah)

Kalo dihitung-hitung waktunya, itu 10 detik lebih. Untung satpamnya pengertian, alhasil gue bisa lebih deh durasinya.

Btw, soal video yang diomongin sama cici, itu video proyekan gue. Pernah gue bahas di posting sebelumnya, tapi karena gue anak baik, rajin, suka menabung (walaupun viewer blog ini sedikit)(gue juga gak tau gue ngepost ini siapa aja yang baca, kayaknya gak ada), gue tampilin lagi di postingan kali ini. Tips : siapkan kantung muntah, karena videonya sangat menjijikan, apalagi bagian yang ada guenya. Masalahnya semua bagian ada guenya, jadi siap muntah tiap scene ya.



Udah selesai muntahnya? Semoga udah.

Setelah handshake, gue nonton theater seperti biasa, gak ada yang bisa diliat karena gak ada Stella. Alhasil gue ngeliat Dhike aja bawain lagu Tsundere. Masih bagus performnya.

Sekian postingan terlambat gue kali ini. Yang penting Stella cantik yaa~


Salam Telat

@leonardixb