Welcome!

Welcome to my blog. Feel free to read posts in this blog. Critics and Suggestions are useful for me. Thank you :)

Jumat, 29 November 2013

Oshihen Massal

Bulan November adalah bulan yang biasa aja bagi gue, kecuali di awal dan (hampir) akhir bulan bulan. Kenapa? Karena tanggal 3 November adalah hari ulang tahun Stella JKT48, member yang gue dukung selama ini. Gue juga pernah ngasih dia video ulang tahun buatan gue dan teman-teman gue. Postingan 3 November 2012 ada di sini. Lalu apa yang buat gue seneng berikutnya? Tanggal 22 November, Dhike ulang tahun.

Ternyata 3 November itu mengubah raut wajah senang gue. Stella mengumumkan kelulusannya (graduate a.k.a grad) (keluar) dari JKT48. Gue langsung speechless. Ternyata member yang gue dukung selama ini tidak akan bertahan lama di theater. Tapi seenggaknya gue sempat ngasih project terakhir gue buat dia. Projectnya apa? cek di channel youtube gue.

Dengan keluarnya Stella dari JKT48  menambah deretan keluarnya member yang gue dukung. Diawali dari oshimen gue di AKB48, Mariko Shinoda, grad. Lalu dari JKT48, Annisa Athia, grad. Sekarang Stella Cornelia, grad. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, oshimen gue udah grad 3 orang. Belum lama ini, calon oshimen gue dari gen 2, Dellia Erdita, grad juga. 4 sudah member yang gue dukung keluar dari idol group 48 itu.

Gue juga gak nyangka, kenapa bisa member yang keluar itu pas dengan member yang gue dukung. Apa mungkin hanya kebetulan? Atau mereka tau gue dukung mereka dan mereka gak demen gue sehingga mereka mengundurkan diri agar tidak gue dukung? Atau ternyata ini adalah ulah semesta alam yang berkonspirasi untuk membuat gue oshihen (pindah oshimen) ke Dhike? Bahkan gue gak tau ada apa ini. Hanya Tuhan dan sistem semesta yang rumit yang tau.

Rasanya melepas oshimen keluar dari idol group itu, jujur, biasa aja. Karena masih ada yang lebih susah utnuk rela melepas lain daripada melepas oshimen.

Gue jadi keinget pas jaman-jamannya gue pacaran pertama kali. Enggak, bukannya gue lemah dan enggak bisa move on. Ini karena gak ada topik pembicaraan lagi di blog, jadi ya mending ungkit masa lalu aja, mumpung mirip ini, toh anaknya juga udah bahagia disana :)

Pas pacaran pertama kali rasanya..... Indah abis, Gue merasa saat itu adalah orang yang paling bahagia di seluruh dunia, bahkan mengalahkan orang terkaya sekalipun. Gue merasa saat itu adalah saat dimana gue ingin membuat dia senang dan nyaman bersama gue, walaupun ternyata hanya sebentar.

Saat itu gue pacaran gak nyampe satu bulan. Alasannya? Rumit, dan gue gak mau membahas lebih lanjut. Rumit deh.

Saat diputusin, rasanya kebahagiaan gue hilang. Gue kehilangan saat-saat dia tertawa riang. Gue kehilangan saat-saat dia sedih. Gue kehilangan hal-hal iseng dia. Gue kehilangan saat-saat dia sendirian dan butuh seseorang untuk menemani dia. Gue gak tau mau senyum ke siapa lagi. Gue gak tau mau ngobrol deket ke siapa lagi. Gue merasa gak ada lagi orang disekitar gue, bahkan teman sekalipun gak ada yang bisa menggantikan dia.

Saking parahnya, gue sampe mengandai-andaikan dia dalam tokoh imajinasi gue, dan di dunia imajinasi itu ada gue, dan dia selalu bersama-sama gue di dunia imajinasi gue. Bodohnya, gue malah twit fantasi-fantasi tersebut. Keesokan harinya, gue langsung diajak ngomong serius sama dia. Ternyata, fantasi yang menurut gue unyu itu, membuat malu dia. Gue juga baru sadar, mana ada orang yang mau dijadiin obyek bersama orang yang udah gak deket lagi, tapi dibuat-buat seolah-olah dekat. Gue serasa seperti membohongi diri gue sendiri.

Berbulan-bulan setelah diajak ngomong, gue udah merasa lebih sedikit senang, walaupun masih agak enggak rela. Untungnya, satu tahun berlalu sejak kejadian itu, gue udah gak mikirin kejadian bersama dia, walaupun tetap, gue gak bisa mendapatkan kesenangan yang sama seperti saat gue pertama kali jadian sama dia.

Gue jadi keinget saat dia terakhir tersenyum sama gue saat itu. Benar-benar terakhir. Senyumnya sangat manis. Lekukan mulutnya lebih indah daripada lekukan bulan sabit di langit malam. Matanya yang agak sipit, namun memancarkan cahaya yang lebih indah dari kemilau pelangi, Wajahnya yang imut, lebih imut daripada maid-maid yang ada di maid cafe maupun yang cosplay menjadi maid. Yak, senyum terakhir dia, membuat gue cukup senang, karena seenggaknya gue pernah sempat memiliki dia, walaupun hanya sebentar.

Kok jadi kejauhan gini ya ngelanturnya....... Macam orang lemah aja gue -__-

Gue cerita tadi bukannya gue lemah, gak bisa move on, galau terus. Bukan itu. Cuma ya, keinget aja. Rasanya melepas oshimen mirip sama melepas orang yang udah kita dapetin susah-susah, ujung-ujungnya lepas juga. Berarti memang belum takdirnya aja. Kesimpulannya gitu aja sih.

Mungkin semesta menginginkan gue menjadi Dhike-oshi.

Dan mungkin semesta akan memberikan kebahagiaan gue yang lebih daripada kebahagiaan gue yang hilang saat itu, entah kapan waktunya, suatu saat pasti gue akan dapatkan kembali kebahagiaan gue itu, dengan melihat raut wajah senang seseorang, yang pasti bukan dia, entah orang tersebut ada dimana. Karena kebahagiaan itu tidak dapat diukur, bahkan mendapatkannya saja sudah merasa sangat bangga.

I was so happy, a few years ago. But I'll get my happiness again.


Sumpah ngelanturnya parah. Sekian deh.


Oshihen Omedetou (Selamat mengganti member yang didukung)

@leonardixb

Selasa, 12 November 2013

Handshake Festival

Kejadian di postingan ini sebenarnya terjadi pada tanggal 10 November 2013. Enggak, cukan cuma itu adalah hari Minggu. Hari itu adalah hari pahlawan, hari dimana rakyat Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari penjajah. Tapi postingan gue kali ini enggak mengarah ke situ.

Tanggal itu juga merupakan event Handshake Festival yang diselenggarakan oleh JKT48 di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. Apa itu Handshake festival? Karena gue gak mau copy paste dari sumbernya, mending buka sendiri, linknya disini.

Kali ini gue ikut event tersebut. Kok bisa? Karena gue pernah membeli album Heavy Rotation. Di dalam album tersebut terdapat tiket khusus untuk Handshake Nasional (Handshake Festival).

Gue juga akan handshake 2x pada event ini. Kok bisa? Gue dapet 2 tiket pink. 1 dari gue, satu lagi dari Fifi. Siapa lagi itu Fifi? Hmm, pasti kalian gak pernah baca postingan gue sebelum-sebelumnya, atau mungkin kalian baru aja pertama kali mengunjung blog yang gak terkenal ini. Kalo di postingan sebelumnya, Fifi pernah ikut nonton theater bareng gue. Selengkapnya ada di postingan ini. Fifi gak ikut handshake karena dia sibuk, alhasil tiketnya dikasih ke gue. Barokah.

Hari event tersebut tiba. Gue sengaja berangkat siang dari rumah, jam 1. Kenapa? Karena kalau gue berangkat pagi-pagi pasti disana udah banyak maniak bau pasar ikan disana. Daripada gue kebauan dari pagi, mending siang aja kebauannya.

Sampai sana, awalnya gue nyasar dulu cari parkiran. Parkirannya penuh semua. Alhasil setalah 30 menit mengitari daerah tersebut, akhirnya gue masuk ke parkiran basement yang usang banget, gelap, dan kalo malem pasti horror. Parkirannya udah cukup bikin gue kesal.

Lalu gue menuju ke tempat tersebut, dan tada...... para maniak dengan bau pasar ikan dan bau kambing pun semerbak dimana-mana

Keramaian yang tidak seperti biasanya di tempat ini

Jujur, gue gak pernah ngeliat keramaian kayak gitu :))

Karena gue mulai lapar, dan jam menunjukan pukul 14:00, sedangkan handshake dimulai pukul 16:00 (molor dari jam sebelumnya 15:00), akhirnya gue ngantri booth mie instant cup dulu. Tidak peduli gue mau ngegaul dimana, yang penting mie instant nomer satu

Hampir sampai..... Difoto setelah 40 menit mengantri


1 jam gue bergerilya demi mie instant seharga 5000 (+ dapet minuman 1 gelas). Kok bisa? Pertama, di paling depan barisan gue, pesennya 5 cup, ada juga yang mesen 10 cup di belakangnya. Kedua, orang di depan gue kemungkinan gak pernah ikut antrian Waiting List theater, mau aja diselak. Akhirnya gue nyelak dia dengan skill gue yang udah pernah ikut antrian Waiting List sebanyak 13x, 12x diantaranya bosa nonton theater (baik disengaja maupun nggak sengaja), 1x gagal karena gue masuk antrian WL khusus luar Jabodetabek.

Setelah lahap gue menghabiskan mis instant cup tersebut, gue berkeliling melihat-lihat keramaian maniak, sekaligus mencari tempat gue buat belajar, karena di hari Senin (esok harinya), gue ada ulangan Matematika dan Mandarin. Keren? Iya, jadwal ulangan sekolah gue emang keren.

Enggak gue duga, ternyata gue ketemu Haruka. Gue jadi inget Fifi. Enggak, bukan inget orangnya. Fifi oshimennya adalah Haruka, jadi mending gue kasih salam aja.

Kira-kira percakapannya begini
Gue : Hai Haruka
Gon : Halooo *dengan aksen jepang-indo dia yang ya..... begitulah*
Gue : Dapet salam dari temen aku, namanya Fifi
Gon : Oh iyaa? Kasih salam balik yaaa
Gue : Oke... Dah ya Haruka. Dadah
Gon : Dadah *lambaikan tangan kayak orang nyerah liat setan di Dunia Lain.... bentar, gue bukan setannya, dan gue lagi gak di Dunia Lain*

Entahlah, kok bisa enggak sengaja ketemu dia.

Setelah jam 16:00, gue mengantri buat Handshake Nasional. Siapa tau gue bisa ketemu Stella, yang sampai saat ini masih jadi oshimen gue.

Oh iya, Stella udah mau graduate dari JKT48. Pengumumannya saat dia ulang tahun, 3 November 2013. Seenggaknya gue udah berhasil bikin project terakhir gue buat dia. Tapi setelah pengumuman itu, gue selama seminggu dikata-katain karena 3 member yang gue dukung (Mariko Shinoda, Annisa Athia, Stella Cornelia) graduate semua. Sisanya tinggal dhike.

Mungkin gue akan oshihen suatu saat nanti.

Balik ke topik awal ya, jadi melenceng jauh terbang tinggi bersama mimpi gini -__-

Saat mengantri, gue ngeliat member-membernya yang akan handshake. Kok gak ada Stella ya... Ternyata Stella lagi di booth mie instant yang tadi gue beli.

Sedih gilak....

Mestinya gue gak beli duluan....

Suram aink....

Dengan pasrah, di tengah kerumunan maniak, gue ikut Handshake Nasional, memilih salaman sama barisannya Kinal, Rica, Saktia, dan Cindy Gulla. Oh ya, Handshake Nasional itu, kita bisa handshake sama beberapa member secara acak. Btw, kenapa gue pilih barisan tersebut? Karena disana ada Kinal, yang pernah membuat gue.... ah sudahlah, kejadiannya ada di postingan yang ini.

Saat handshake, ternyata Kinal masih inget gue.
Kinal : Kemana aja lama nggak dateng
Gue : Haha, sibuk sekolah
Udah itu aja. Entah kenapa kayaknya Kinal masih inget gue, kayaknya sih ya, atau gue yang kegeeran. Yang pasti sih Kinal gak mungkin inget dia pernah ikut-ikutan ngucapin pas tanggal 14 Agustus bareng Shania sama Stella.

Sisanya monotone cuma bilang "terima kasih". Setelah handshake, gue ke booth mie instant cup tadi, semoga Stella masih ada

Sampai disana, ternyata Stella udah gak ada.

Sedih gilak....

Perpisahannya gak se-happy ending FTV....

Setelah hopeless, tiket handshake kedua (dari Fifi) dipake buat barisan yang sama. Kenapa? Karena gue gak tau mau handshake sama siapa lagi -__-

Saat kedua kalinya, ternyata Cigul inget gue....
Cindy : Makasih ya
Gue : Iya
Cindy : Eh, kok dateng 2x?
Gue : Hehehe, gapapa dong
Cindy : Oh oke deh hati hati di jalan ya. Byee *melambaikan tangan kayak anak kecil*
Setelah itu, gue langsung balik. Sempat ada kejadian lift nyasar, basement terkunci, masuk lift buat cleaning service dan akses menuju parkiran motor yang melewati basement yang gak ada penerangannya sama sekali, cuma ada suara generator aja. Seram? Kalau malam, sepertinya iya.

Mungkin fasilitas mallnya harus diperbaiki dulu, atau beri tanda gitu kalau ada lobby basement yang dikunci. Sungguh menghabiskan waktu.

Oh iya, ini ada beberapa foto juga hasil jepretan saat gue jalan-jalan di antara kerumunan maniak.

 Kalo banyak wota pada ngumpul, berarti ada member yang di depan. Contohnya foto ini. Di depan ada Yona dan Ikha


Sendy lagi bawain lagu "Power of Love". Tuh Sendy ada di layar tancepnya. Keren abis.


Tolonglah.... 

Gak ada foto Stella.... Nasib :(|)

Sekian postingan kali ini. Gak sesumringah seperti yang gue harapkan. Tapi seenggaknya JKT48 Operation Teamtelah menunaikan kewajibannya mnenyelenggarakan Handshake Nasional yang sudah molor berbulan-bulan lamanya


Oshihen Omedetou

@leonardixb

Selasa, 08 Oktober 2013

Moral of being Hode

Judul blognya absurd ya? Memang absurd, tapi ini adalah salah satu kejadian paling suram yang pernah gue alami selama gue bermain game.

Akhir-akhir ini, tiap gue main game, gue pasti jadi hode. Apa itu hode? Hode adalah cowok yang menyamar jadi cewek dalam sebuah game. Apa maksudnya? Jadi, misalnya dalam suatu game, ada karakter cewek, tapi orang yang mainin ternyata adalah cowok, nah itu namanya Hode. Kalau cewek yang menyamar jadi cowok? Menurut Yahoo! Answers, namanya adalah Defo.

Darimana asal usul kata-kata itu ditemukan? Entahlah, gue gak mikirin hal begituan. Sepintar apa sih gue tentang sastra per-game-an.

Balik ke topik awal.

Akhir-akhir ini, tiap gue main game, gue pasti jadi hode. Entahlah, gue juga bingung kenapa gue lagi niat jadi hode. Padahal dulu gue selalu pilih karakter yang sesuai dengan jenis kelamin gue, dan selalu karakternya gue bikin sekeren mungkin, kalau bisa gantengnya kayak Brad Pitt atau Taylor Lautner. Sekarang? Tiap gue main game, gue selalu nyamar jadi cewek, dan karakternya gue bikin seimut mungkin, seimut Cici Stella. Siapa Cici Stella? Itu, Stella Cornelia JKT48.

.... Kok malah nyambung ke girlband idol group keroyokan itu ya -__-

Awalnya jadi hode itu enak. Karena cewek, baru awal main game selalu dibantuin sama yang cowok (dan pake karakter game cowok juga). Alhasil cepet naik tingkatnya.

Lama-lama mulai ada yang bikin risih.

Tau DoTA 2? Itu loh, game strategi. Gak tau juga? Cek wikipedia deh. Pokoknya game itu diminati mayoritas dari kalangan cowok. Gue main DoTA 2, dan menjadi hode juga. Caranya? Di ID gue, gue pasang foto member SKE48. Jadi deh gue dianggap cewek beneran.

Saat bermain, gue ketemu sama orang luar negeri, dari negara Cina. Dia ngeadd gue. Setelah gue approve, dia mulai chatting sama gue.

Keesokan harinya, gue online komputer, dan dia chat gue lagi. Tiap gue online selalu begitu. Chattingannya mulai dari ngajak main, tinggal dimana, hobinya apa, suka makanan apa, dan pertanyaan-pertanyaan aneh lainnya.

Kali ini gue merasa kayak cewek yang lagi di pdkt-in sama cowok.

Bentar, gue masih cowok. Tapi gue gak homo. Gue juga gak mau membongkar identitas gue kalo gue itu hode. Gue harus mikir gimana caranya menjadi cewek yang cuek kalo lagi diajak chatting.

Dua bulan berlalu. Lama kelamaan, mungkin karena gue cuek sama dia (tiap dia tanya, gue cuma jawab sepatah, dua patah, tiga patah, patah patahan kata), dia jadi gak chat sama gue lagi.

Gue kemudian berpindah ke game lain, namanya osu!, Iya, osu!, bukan "!" dalam pengertian "membentak", tapi emang namanya "osu!". Gak tau gamenya? Cek wikipedia aja.

Kali ini, gue jadi hode lagi. username gue adalah dhike. Enggak, bukan karena oshimen gue Dhike. Oshimen gue masih Stella kok, serius. Kalau bisa ganti nama, gue udah ganti nama itu.

Karena usernamenya dhike, gue pasang foto dhike hasil dari google. Yah, namanya juga member JKT48, pasti cantik. Foto Dhike yang gue jadiin avatar osu! gue juga cantik.

Gak gue sangka, tiap gue login, pasti ada cowok yang ngajakin gue main osu! bareng. Ada yang dari Russia, Kanada, Cyprus, bahkan ada orang Indonesia pun yang ngajak gue main bareng dan mengira gue adalah cewek.

Gue mulai risih jadi cewek dalam sebuah game, selalu dikejar-kejar cowok lain.

Gue akhirnya baru tau, gak enak juga jadi cewek, apalagi cantik, banyak resikonya. Selalu dikejar-kejar cowok yang berusaha ngedeketin dia. Sama kayak lirik lagunya Blackout - Resiko Orang Cantik

Kau memang cantik
Resiko orang cantik disukai banyak lelaki

Ternyata perasaan cewek yang lagi dideketin sama cowok yang gak disuka sama dia itu, risih. Rasanya kayak digangguin sama cowok yang bukan dia sukai.

Gue jadi mikir, kalau gue mau ngedeketin seorang cewek, tapi cewek itu risih sama gue karena dia gak suka sama gue, mungkin gak ya cewek itu bisa jadian sama gue hingga ke pelaminan?

Semoga gue bisa enggak jadi hode lagi, walaupun ada funnya juga sih jadi hode, apalagi kalau kostumnya.... ah sudahlah.


Salam Hode

@leonardixb

Kamis, 26 September 2013

Indomie, Penyelamatku

Jam 21.29. Gue sedang penat-penatnya belajar buat ulangan. Saat belajar, gue teringat sama sesuatu yang kenyal, coklat manis, enak dijilat, dan ada rasanya. Dia adalah....... Indomie goreng.

Untuk menghargai jasa-jasanya yang selalu menolong gue di kala gue kelaparan, gue berusaha bikin puisi untuk dia, kalo bisa romantis sih. Kenapa romantis? Yah sekalian latian siapa tau gue bisa nembak cewek pake puisi, kan so sweet gitu, walaupun pernah sih gue bacain puisi romantis depan cewek, eh ceweknya malah langsung menganggap gue stranger. Sedih gila.


Indomie Penyelamatku

Malam ketika ku tak bisa tidur
Karena perut yang meronta-ronta
Meronta anarkis dan beringas
Meminta sesuap makanan

Ku buka rice cooker, hampa
Ku buka kulkas, hampa
Ku buka dompet, hampa
Rasanya hidupku seperti sangat, hampa

Aku semakin lemah tak berdaya
Hanya bisa terkapar lemas di atas lantai
Berharap ada seorang pacar yang peduli kalau aku kelaparan
Aku lupa ternyata aku tidak punya pacar

Tiba-tiba aku mendengar sesuatu
Seperti suara gesekan dan bunyi jatuh
Aku pun menghampirinya
Ternyata ada cicak jatuh dari langit-langit masuk ke dalam kardus

Tiba-tiba mataku menoleh dan terpana
Seperti ada cahaya terang yang muncul dari kegelapan
Cahaya itu membuat aku ingin menggapainya
Ku gapai sebungkus Indomie dari kardus tersebut

Akupun memasak Indomie dengan seluruh sisa tenagaku
Untuk meredakan anarkisnya perutku
Agar bisa melanjutkan hidupku
Untuk mencari seseorang yang akan mengisi hari-hariku berikutnya

Ku buka bungkus Indomie itu
Memasukan mie kuning yang terbujur kaku ke dalam air mendidih
Ku taburkan bumbu, minyak, dan kecap ke atas piring
Lalu tidak lupa aku oleskan sedikit mentega, sebagai penyedap rasa

1 menit... 2 menit... 3 menit aku menunggu
Perutku makin meronta-ronta
Aku pun berkata pada perutku
'Sabar nak, papah akan datang membawa makanan surgawi'

5 menit berlalu
Mie kuning sudah matang
Aku tiriskan mie tersebut
Lalu aku tuang ke atas piring dengan penuh bumbu tadi

Akupun mengaduknya dengan wajah penuh sukacita
Seakan-akan aku akan memakan makanan surgawi
Aku juga taburkan bawang gorengnya
Jadilah Indomie Goreng ala Chef Leon

Aku pun memakan masakan buatanku sendiri
Rasanya seperti makanan surgawi
Aku makan dengan lahap
Hingga akhirnya perutku berdamai denganku

Oh Indomie...
Kaulah penyelamatku
Kau telah membuat aku kenyang
Kau telah memperdamaikan hubungan antara aku dengan perutku

Oh Indomie...
Walau ku tau kau tidak bisa mempertemukan aku dengan jodohku
Tapi setidaknya dia harus tau
Kalau aku mempunyai kemampuan memasak Indomie seperti Masterchef

Aku tau kau sudah tersebar dari Sabang sampai Merauke
Bahkan hingga mendunia
Biarpun banyak orang yang bilang kalau kebanyakan makan indomie bisa sakit
Sabodo amat, aku tetap bangga sama kamu

Indomie, kau seleraku

Puisi ini nggak berhubungan sama iklan Indomie, cuma melepas rasa kangen terhadap makanan tersebut. Sekian


Salam Indomie

@leonardixb

Senin, 16 September 2013

Postingan (Hampir) Berbahasa Intelektual

Well, mungkin bulan ini lagi ngetrennya bahasa-bahasa ala salah satu komedian artis yang pernah diwawancara di salah satu stasiun TV, denan bahasa-bahasa jenius aneh bin ajaibnya. Di youtube juga udah berjamuran video-video dia, dan video-video parodinya, yang menggunakan bahasa-bahasa intelektual ala komedian artis tersebut.

Saking banyak video-video parodinya, yah sampe masuk trending video di youtube. Sehingga jadinya terlalu mainstream. Gue juga gak bisa bikin video, mau bikin videonya aja juga gak bisa. Mau rekaman, kameranya mati. Giliran kameranya udah bener, tempat shootingnya kebakaran. Sedih gila.

Alhasil gue pilih blog gue, yang (sengaja) bahasanya diintelektualisasi, biar kece gitu.

Well, I really don't know what happen with my brain. Kayaknya otak gue sedang mengalami devastatorisasi ide. Iya, devastatorisasi, kata penyerapan dari kata asalnya, "devastator". Artinya? Gak tau juga sih. Tiba-tiba gue keinget kata "devastator" di film Transformer.

Gue bener-bener gak tau mau posting apalagi di postingan kali ini. Rasanya terjadi suramisasi dalam hidup gue. Hidup gue terkapar hampa tak berbentuk, tak berujung, tak bercela, tak rupawan. Masa depan gue sudah dilenyapisasi oleh kesuraman sirna hidup gue.

Apa gara-gara kejombloan gue ya? Kayaknya muka gue not ugly lah, secara umur gue 18 my age, masih young teenager gitu deh.

Sama seperti beberapa remaja lainnya yang suka galau, gue serng mengalami kontrovensi hati, yang kadang bisa mempersuram, atau mempersulit perasaan gue. Kadang gue suka kepikiran dia, cewek yang gue suka. Tapi dia, ah sudahlah, she's so far the level from me. Gak mungkin banget dapetin dia. Dia itu udah kayak di angkasa sana, dikejauhan...

Rasanya gue udah distatusisasi sebagai jomblongenes-gembelnista di lingkungan gue. Sedih? Enggak juga sih. Dengan status gue yang udah distatusisasi sebagai jomblongenes-gembelnista, berarti gue bisa deketin cewek lain, baik cewek yang jomblo maupun enggak, yang cantik maupun cantik banget, yang kaya maupun millionaire. Yap, gue rasanya free, terbebasisasi dari segala bentuk bebanisasi perasaan.

Gue jadi kangen theater JKT48. Terakhir gue ke theater pas gue ulang tahun. Iya, yang ulang tahunnya diucapin. Soal sikap lilin? Karena event handshake ci Stella diundur, jadi sikap lilinnya terpaksa gue undurisasi. Toh juga ternyata tanggal segitu ternyata gue harus perpanjangisasi STNK gue yang udah expired.

Sekian postingan tanpa pengetahuan ini, baik pengetahuan ilmu, maupun bahasa. Namanya juga gue lagi devastatorisasi ide, gak ada ide apa-apa.


Salam Orang yang enggak S3 di Amerika

@leonardixb