Welcome!

Welcome to my blog. Feel free to read posts in this blog. Critics and Suggestions are useful for me. Thank you :)

Tampilkan postingan dengan label galau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label galau. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juli 2016

Dating Go, eh?

Tumben gue ngeblog dalam waktu 1 bulan 2 postingan, postingan ini dan postingan terakhir. Gue juga gak tau kenapa kok gue jadi agak rajin ngeblog di bulan ini. Gapapa sih, yang penting masih ada yang minat untuk membaca postingan gue.

Sebelum ke postingan, gue mengucapkan selamat untuk diri gue sendiri dan teman-teman kuliah gue yang naik ke semester berikutnya. Semoga kedepannya bisa sukses bersama, tetep solid, dan gue cepet-cepet dapet jodoh yaowoh bisa meraih masa depan yang diinginkan.

Oke balik ke postingan inti gue.

Kali ini gue membahas tentang game yang lagi digandrungi oleh manusia-manusia kekinian pada tahun ini : Pokemon Go.

Enggak, gue gak bakal bahas tentang tutorial cara bermainnya, seperti cara melempar pokeball, cara mengambil pokestop, cara mencari pokemon, cara mencari lure module, cara mencari egg,  cara mencari pacar, cara mencari pasangan masa depan, cara mencari calon penerus keturu..... eh kok jadi nyasar gini bahasannya!? Get well soon, Le. Maklum, 2 tahun kuliah di permesinan, susah cari cewek. Sedih. Gila.

Untuk pembahasan tutorial ringkas dan lengkap ada di blog nyankent. Loh, tumben promosi postingan orang lain. Kebetulan sih gue juga ngebantuin sedikit di postingan tersebut, jadi ya gue promosiin juga sekalian, toh petunjuk di blog tersebut juga ringkas, menarik, enak dibaca, rapi, menghibur, lucu, dan ngangenin, kayak Chika... Chika siapa, Le? Baca postingan gue yang terakhir.

... Sumpah Le, gak sehat.

Lagipula hingga postingan ini dibuat, karakter Pokemon Go gue masih cupu kok.

Masih level 22, gue maen dari awal rilis, sedangkan temen-temen gue yang maennya setelah gue udah ada yang level 28, bahkan temen gue 8 jam udah level 20. Bot-user Pokemon Go memang ******.



Balik ke topik awal.

Memang benar, Pokemon Go mengubah gaya hidup manusia, khususnya bagi orang yang suka mendekam di rumah tanpa bersosialisasi, menjadi keluar rumah mencari pokemon dan akhirnya mereka bisa bersosialisasi. Game ini memang bagus sih, walaupun kadang malah pemainnya yang malah mengganggu keamanan lalu lintas. Jelas, yang salah penggunanya, bukan permainannya. Gue juga menyukai game ini, karena akhirnya gue termotivasi untuk jogging di pagi hari dan jalan-jalan di sore hari.

Rutinitas gue memang sedikit berubah sih. Gue yang biasanya di dalam rumah, duduk sambil bermain di depan monitor komputer, berunah menjadi ke luar rumah, jalan sambil bermain di depan layar handphone. Sungguh perubahan yang signifikan bagi gue.

Gue juga senang menangkap Pokemon, karena gue suka mengoleksinya, walaupun saat ini baru mencapai Pokemon generasi 1. Koleksi pokemon gue memang terbilang sedikit sih...

Temen gue malah udah ada yang hampir komplit. Fake GPS, mungkin.


Setiap gue bertemu pokemon, gue menangkapnya, bertujuan agar menyicil exp gue agar cepet naik levelnya. Sejak level 20, karakter akan  sulit naik level karena kebutuhan exp yang banyak. Jadi, semakin tinggi level lu, semakin sabar lah :))

Tapi, ya namanya juga manusia, pasti pikirannya suka aneh-aneh. Contohnya gue. Saat menangkap pokemon, gue kadang suka berpikir, kapan gue bisa menangkap jodoh gue.

.... Mulai deh gak sehat Le...

Gue suka membayangkan, kapan ya....

Saat bertemu pokemon, gue melempar pokeball gue, dan gue mendapatkan pokemon tersebut. Dan saat itu ternyata di depan gue juga ada cewek yang juga mendapatkan pokemon. Kami berkenalan, berinteraksi, bertukar pikiran, punya rasa, dan akhirnya gue mendapatkan dia.

.... gak sehat.

Karena pemikiran gak sehat tersebut, muncul ide yang makin gak sehat juga. Gue berpikir bagaimana kalau game ini juga dibuat versi Go-nya.

Dating Simulation ala Idol 48 Family. AKB 1/149 !

Gue gak habis pikir. Gue lagi berjalan di trotoar, tiba-tiba hape gue bergetar, dan muncul Mariko di layar hape gue, minta ditangkep. Gue lempar sesuatu (bunga, surat, gombal, apalah) ke dia. Kalau dapet, dia langsung jadian sama gue.
....
....
....
....
....
....
....
....
 NGENES BANGET ANJIR YAOWOH POSTINGAN GUA.

Maklum, abis lulus semester 4, status masih independen, jadinya begini deh.


Prinsip mendapatkan cewek sama seperti mendapatkan pokemon. Semakin tinggi CP pokemon, semakin sulit didapatkan. Begitupun juga cewek. Semakin tinggi statusnya (kaya, pintar, terkenal, dsb), semakin sulit didapatkan.

Begitupun gue, jika ingin mendapatkan pokemon ini...

Chika... Chikachu. Btw, jaketnya luchu, apalagi yang punya jaketnya, lebih luchu.
Alhasil jadinya (luchu)2.

Gue jadi penasaran mantan gue kalo pake jaket Pikachu cocok gak ya... Enggak kayaknya, soalnya dia udah punya cowok lain. Jadinya ya bodo amat.

Mungkin kedepannya gue berharap ada aplikasi mirip Pokemon Go tetapi untuk mencari jodoh, seperti Dating Go, mungkin? Lu cukup berjalan di trotoar, ketika ketemu lawan jenis yang menggunakan aplikasi tersebut, hape lu bergetar, lu liat profilnya. Jika dia setipe sama lu, bisa diajak kenalan, dan mungkin jadian. Aplikasi ini bisa mengurangi populasi jomblongenes gembelnista alonewalker.

Tumben Leon mikirnya bisa sejauh ini. Iya, sama-sama.

Sekian postingan gue yang agak ngawur kali ini. Semoga kedepannya para pembaca (dan gue) bisa sukses dan mencapai apa yang diinginkan di masa depan. Amin.

Bonus foto.

PLTC. Pembangkit Listrik Tenaga Chikachu.



... Get Well Soon, Le.


Salam PLTC

@leonardixb

Sabtu, 02 Juli 2016

Night Warrior, Waro Warrior, and Love Warrior

Dua bulan sudah berlalu sejak postingan terakhir, dan gue ngepost lagi. Setelah beberapa minggu lalu gue menjalankan Ujian Praktek di kampus gue, akhirnya kelar juga. Semoga nilainya memuaskan deh, dan gua bisa naik tingkat, lalu lulus, kemudian kuliah lagi, cari kerja, membahagiakan orang tua, cari istri, punya anak, membahagiakan keluarga gue, dan tetap tersenyum hingga gue puas hidup di dunia ini.

Wah tumben banget opening postingan gue romantis-kritis-puitis tetapi agak najis. Gapapa yang penting Chika Luchu Yha.

..... Chika siapa lagi Le? Chika JKT48? Chika ex-AKB48 yang masuk JKT48? Chika Bandung? Kok banyak cewek bernama Chika kayaknya di hidup lo? Ladur* banget.

Biar gue perjelas terlebih dahulu.

Chika JKT48 atau Chikita Ravenska Mamesah, adalah oshimen gue di generasi 3. Lebih tepatnya mantan oshimen sih, soalnya dia udah graduate dari JKT48. Satu lagi oshimen gue keluar dari 48 family. Bodo amat sama kutukan gue mah.

Chika ex-AKB48 yang masuk JKT48 atau Chikano Rina, adalah member pindahan dari AKB48 yang pindah ke JKT48. Panggilan akrabnya Siti. Gue gak begitu deket sama dia, jadi hubungan gue dan dia biasa aja.

Chika Bandung, walau kata orang-orang dia itu legend, tapi gue gak pernah tau anaknya yang mana, dan apa yang dia lakukan sehingga dibilang legend, seriusan, sumpah. Gue polos banget yak.
Update : Jangan dicari tau, temen gue udah ada yang screenshoot hasil pencariannya di Google, ternyata parah banget. Sumpah. Gue gak tau apa-apa tentang hal itu.

Dan gue gak ladur. Buktinya di JKT48, oshimen gue cuman 1................. tiap tim. Toh juga udah pada graduate. Gak ladur* kan gue :')


Kali ini gue bahas Chika JSNavigator (Japanese Station Navigator). Siapa lagi tuh? Gue kasih foto dulu deh, mungkin kalian kenal, atau bahkan dekat sama anaknya.



Namanya Chika. Foto Diambil Saat Makan Ind*mie Goreng 4 (((Empat))) Bungkus.
Gue juga sanggup sih makan ind*mie goreng 4 bungkus, bedanya gue 4 bungkus jumbo, dan besoknya langsung lemes di tempat tidur.


Gue tau (dan kenal) dia dari fame, sekitar 3 bulan yang lalu. Berhubung gue punya waktu luang, daripada gue bermain game terus, gue butuh hiburan lain, seperti nonton misalnya. Maka dari itu gue sering nonton di fame, dan kebetulan jam luang gue sama saat Chika on air. Alhasil gue tau (dan kenal) dia. Hehehe.

Karena dia dari JSNavigator, otomatis banyak yang ngefans (atau malah bisa dibilang support, kayak idol gitu) dia. Alhasil, gue bergabung dengan tim yang isinya orang-orang yang demen nonton dia, hingga men-support dia. Chika namain timnya "Pejuang Malam", atau biar rada bule dikit namanya jadi "Night Warrior".

Di grup ini tentu saja gue ketemu banyak teman baru, yang malah teman-teman baru gue juga ada yang sehobi sama gue, misal ada yang demen makan ramen, demen nonton anime, demen main DoTA (bahkan Night Warrior sampai ada tim DoTA-nya. Gue ikut sih, tapi role gue cuman jadi feeder, yang paling banyak matinya), suka LoveLive, bahkan ada yang wota juga. Yah gak jauh-jauh dah bahasannya idol group lagi. Hidup gue kok gini-gini amat yak.


Yaa, namanya juga grup mendukung seseorang, biasanya sih ada yang jadi Pejuang Waro, alias fans yang fakir waro, yang gak diwaro sehari galaunya bisa kayak diselingkuhin sama pacarnya padahal dia belum punya pacar. Misalnya, abis direspon sama artis (entah idol apa kagak), atau foto bareng, atau dapet kontaknya. Biasanya sih langsung dipamerin di grup, seolah-olah berkoar :
Gila, gue skyf*ckingman, diwaro idola, mau apa lo hah!?

Terus biasanya pada bilang keren, ada yang ngiri juga. Biasanya yang pamer ini langsung memamerkan hal lainnya, yang lebih wow. Atau malah ada yang kepancing sehingga orang lain yang diem aja langsung pamer hal yang lebih wow dari dia, sehingga orang yang sok pamer sebelumnya langsung ciut dan diam.

Sebagai orang yang pernah berkutat di dunia idol, gue sih biasa aja, karena gue hanya orang biasa yang gak tau kapan diwaro idol. Toh misalkan di-waro-pun gue sedikit, salah satunya palingan ya hanya segini, atau kalo mau nyari yang lain sih coba aja cari di sini. Toh apa yang harus diirikan dari gue yang pernah diwaronya seuprit :(

Untungnya di grup Pejuang Malam, belum ada yang kayak begini. Sebagai jomblo yang jarang diwaro, baik diwaro idol maupun diwaro pacar (jangankan pacar, gebetan aja gak punya, namanya juga jomblo), gue merasa tenang.


Awalnya sih nonton Chika di fame itu biasa aja, menghibur, acaranya menarik, penontonnya juga menarik (karena ada obyek yang bisa dibully hingga nangis belatung), tetapi setelah 3 bulan lebih gue ngikutin beam Chika, terutama saat Chika nyanyi di kanal dia, sempat terpikir di benak gue :
Kok lama-lama dia (Chika) ini mirip mantan gue ya...

Dalam hal tertentu, Chika mirip mantan gue sebelum-sebelumnya (anjas pake sebelum-sebelumnya, kayak punya mantan banyak aja lu, Le). Yang jelas sih persamaan dia dengan mantan-mantan gue sih, sama-sama cewek. Gue masih normal, masih mencari pasangan masa depan yang berbeda jenis kelamin, demi melanjutkan keturunan di masa depan yang lebih baik.

Yang mirip sih, sama-sama rambut pendek. Entah kenapa, bagi gue cewek rambut pendek itu cakep. Short hair girl FTW. Selain itu sama-sama suka Jepang, cuman kayaknya Chika gak ngikutin idol group sih, jadi kalo masalah suka Jepangnya, parahan mantan gue.

Dan yang bikin gue sering teringat mantan adalah, Chika kadang suka nyanyiin lagu yang pernah gue jadikan lagu pendekatan (lagu mesra(?)) ke mantan gue, yang notabene tentu aja gue langsung auto-connect ke kenangan manis pahit bersama mantan gue. Kayaknya sih kebetulan, tapi yang Chika nyanyiin hampir 80% lagu yang pernah gue dengerin bersama mantan gue. Seenggaknya sih paling kepikiran mantannya cuman 1 hari doang sih, selanjutnya juga udah lupa lagi. Untung udah lama kejadiannya, jadi gampang move on.

Tapi....
Apakah gue bisa jadi pejuang cinta untuk Chika? 

Di antara semua anggota Pejuang Malam, ada yang memikirkan hal ini, yang benar-benar mengharapkan Chika sebagai partner hidupnya, bahkan rela menempuh ratusan kilometer hanya untuk bertemu Chika, sang ratu di hatinya. Salut sih, tapi gila juga. Yah namanya juga kangen, tidak pandang bulu, tidak pandang jarak, tidak pandang isi dompet, ada kesempatan, hajar, demi bertemu, untuk melepas rasa ingin bertemu dengan dirinya.

Gue pun juga kadang suka bertanya kepada diri gue sendiri. Apakah gue bisa jadi pejuang cinta untuk calon istri gue? Apakah gue bisa membayar apa yang pacar gue butuhkan walau hanya sedikit? Jangankan calon istri, gebetan aja belom ada.

Maklum, anak mesin, satu kelas cowok semua, gak ada ceweknya. Sedih. Gila.

Sampai saat ini, gue masih belom dekat sama cewek. Entahlah, mungkin karena gue belom tertarik sama cewek di kota ini, masih terseret sama cewek yang dulu di daerah rumah gue sebelumnya. Lambat laun mungkin nanti gue akan tertarik sama cewek disekitar sini, sekalian belajar budaya pacaran disini, kali aja budaya pacarannya beda dengan di daerah gue sebelumnya.


Semoga aja, semakin banyak yang men-support Chika, Pejuang Malam semakin banyak, semakin seru, dan semakin gokil, Pejuang Waro semakin rendah hati sehingga gak bikin Pejuang Malam yang baru gabung langsung iri, dan gue bisa jadi Pejuang Cinta di hatinya Chika, karena apalah arti di-followback kalau tidak di-loveback oleh Chika. Halah.



Salam Pejuang Chika, eh Pejuang Cinta yang jarang diwaro di malam hari

@leonardixb



*) Ladur : lelaki durhaka. Lelaki yang suka lebih dari satu cewek, alias tukang selingkuh. 

Minggu, 03 April 2016

Maki, Mantan, dan Map Kenangan

Sesuai postingan gue 2 minggu 1 hari yang lalu, gue akan menlanjutkan postingan gue yang sempat terpotong karena ada yang minta ngebahas JKT48.

Kok 2 minggu? Kenapa gak 1 minggu aja? Gue lagi sibuk sama kuliah teori gue, yang tugasnya lumayan banyak, alhasil blog gue kesampingan, toh kuliah gue juga lebih menjamin gue untuk masa depan gue agar lebih cerah dan siapa tau ada cewek yang tertarik sama gue karena gue rajin sehingga gue terlihat pintar. Ngarep Le. Peduli *****, semua tujuan itu berawal dari mimpi. Untuk membuat suatu tujuan, lu harus bermimpi dahulu, nanti mau kayak apa, kira-kira bagaimana, nanti di akhir mimpi lu bakal menemukan tujuan yang lu inginkan. Mimpinya mau gak masuk akal juga gapapa, toh yang penting udah punya tujuan untuk masa depan, daripada gak punya tujuan hidup malah kehidupannya jadi tidak terarah.

Tumben lu bijak Le. Iya dong, kan biar terlihat pintar sama cewek-cewek yang mungkin baca blog gue.

Kenapa gak lebih dari 2 minggu aja, sebulan sekalian? Nah ini permasalahannya. Besok (Senin, 3 April 2016) gue masuk kuliah praktek, dan kuliah gue masuk shift malem, yaitu jam 2 siang - 10 malem. Gue, sebagai orang yang sering kedatangan ide di malam hari, gak mungkin membuat postingan blog disaat gue menggergaji benda yang diminta oleh instruktur di kampus gue. Alhasil, gue putuskan hari ini saja, daripada molor terus. Lagipula, selain Senin - Jumat gue masuk jam 2 siang - 10 malem, hari Sabtu gue juga ada lembur wajib di kampus gue. Ini gue kuliah apa jadi kuli yak... Ah, gapapa, biar gue terlihat rajin, siapa tau cewek-cewek tertarik sama gue.

Ngenes banget Le ngomongin "biar tertarik sama cewek-cewek" terus, kayak gak pernah diperhatiin cewek lain aja. Lah memang :)), udah gue tulis di postingan gue disini.


Mari lanjutkan postingan gue yang openingnya aja udah ngenes dan nista begini.

Setelah gue dipaksa sama teman-teman gue untuk membeli nendoroid Nishikino Maki dari anime Love Live, gue mulai terbiasa dengan kehadiran "mainan" ini. Lagipula, 2 hari lalu (1 April 2016) adalah konser Final Love Live, alias konser terakhir dari para pengisi suara dari anime tersebut. Iya, di-konser-in. Yang nonton gak kalah sama wota-wota idol group lokalan. Ada yang kecha, wotagei, bahkan saat encore udah ada yang nangis, hingga saat lagu encore ada yang tangan kanannya diletakan di dada layaknya sedang mendengar lagu kebangsaan dikumandangkan. Untung gue udah di Oslo Solo. Kalo gue masih tinggal di Bekasi sih, gue udah nonton konsernya juga kali, bahkan mungkin udah ikut nangis juga. Tapi, biarlah air mata gue terakhir gue titihkan di tempat umum saat gue menonton show theater JKT48 terakhir dari Stella Cornelia.

Maki-chan kawaii? Kakikukeko yoku dekimashita~

Nishikino Maki, adalah salah satu karakter Love Live yang sifatnya cuek, tapi kalo sekalinya sayang sama orang, sayang banget, atau bahasa weeabo-nya tsundere.

Gue jadi teringat mantan gue.

Mantan lagi Le ah ilah.

Tolonglah, biarlah kepribadian gue yang suka galau ini ngepost tentang mantan sekali aja. Gue udah lama menyegel kepribadian gue yang hobi galau ini, mungkin butuh dilampiaskan juga

Orangnya cuek, tapi ngangenin. Itu yang terlintas dipikiran gue, tentang seseorang yang pernah menemani hidup gue. Memang orangnya tidak sesempurna Maki. Maki bisa membuat aransemen lagu yang enak di dengar. Mantan gue, jangankan membuat aransemen, tangga nada aja enggak tau. Tapi dia membuat gue terhanyut dengan pepatah-pepatah dan kalimat-kalimat romantis, dan malah membuat hati gue cukup tenang.

Kenangannya sih memang sudah lama, kira-kira udah lebih dari 2 tahun lalu. Loh kok masih diinget Le? Nah...

Karena Maki, gue jadi keinget dia. Alasan yang aneh, kok bisa mahluk 2D yang tidak nyata bisa mengingatkan sama seseorang manusia 3D, bahkan mantan. Ya karena sifatnya yang mirip, membuat gue teringat. Terus lu bakal galau lagi Le? Gue sekarang mah galau fleksibel, kalau mau galau ya galau aja, enggak yaudah. Toh masa lalu juga, jadi pelajaran untuk kedepannya aja.

Selain Maki, gue juga menemukan "kado" pertama gue ketika gue masih jadian. Kadonya hanya sebuah kertas corat coret gak jelas sih, tapi mengandung makna yang baik...... pada saat gue jadian dulu. Kertasnya tentang pepatah-pepatah yang (ternyata) bisa menenangkan gue disaat gue lagi emosi, seperti saat postingan ini ditulis, internet gue (Speedy ; Telkom) mati total, seharian. Marah, iya. Koneksi yang memang terkenal hancur dan sampah sih. Tapi baru adanya provider ini di kota ini, mau gimana lagi ._.


Who needs songs if quotes can cheer you up

Kertasnya gue temukan di map gue. Mungkin kalian akan bilang "Kok lu goblok banget Le, barang mantan aja masih disimpen, kapan move on?" Memang cara move on harus menghilangkan barang kenangan? Mungkin sebagian orang iya, tapi gue termasuk yang tidak. Malah gue jadi semangat untuk melakukan hal yang lebih baik lagi untuk orang lain, agar orang lain juga ikut senang. Biarlah kenangan-kenangan berwarna di masa lalu terkenang, agar bisa dilakukan lagi dikemudian hari bersama orang lain, agar bisa hidup berwarna bersama orang tersebut, atau bahkan bisa lebih berwarna lagi dari yang sebelumnya. Lagipula quote-nya bagus kok, bisa jadi inspirasi di kemudian hari (?).

Selain itu sih, gue juga udah dipesenin sama mantan gue biar kertasnya gak dibuang -__-

Kertasnya disuruh disimpen. Ya mau gimana lagi :))

Loyal kan gue? Hahahaha.....

Saking loyalnya kertasnya tersimpan di sebuah map, yang ternyata map tersebut menjadi Map yang penuh Kenangan. 

Ya, semoga kedepannya hidup gue bisa lebih berwarna bersama orang lain, dan bisa membuat orang di sekitar gue senang karena gue.


Salam Kakikukeko

@leonardixb

Minggu, 19 Juli 2015

"Rhythm" Unite

Hai. Udah lama banget gue gak ngepost ya. Ya, udah mulai rada males ngeblog sih sebenernya. Selain karena pembacanya sedikit, kuliah juga bikin gue menjadi orang yang sangat sibuk.

Pas bulan Juni gue gak ngeblog karena 1 bulan dipake buat ujian praktek di tempat kuliah gue. Mungkin menurut kalian ujian praktik anak mesin palingan bongkar mesin, pasang lagi, gitu doang. Ini enggak. Ujian praktik gue.... susah dideskripsikan, karena ada gambar mesin, mengikir (bukan ngikir kuku, tapi ngikir besi), milling dan bubut (cari aja di google apa itu milling dan bubut). Yah, semoga aja ujian praktik gue lulus dengan nilai yang memuaskan. Gak ngarep banyak sih, soalnya emang background sekolah gue bukan sekolah vokasi :))

Bulan Juli awal, gue ada ujian teori. Nah ini baru ujian yang kayak anak kuliah biasanya. Kalo ujian teori, karena background sekolah gue dari SMA, yang kebanyakan baca buku terus, jadi ya gue yakin sih, walaupun nilainya yah gak bagus kayaknya. Tapi semoga aja gue lulus sih, agar bisa menyambung hidup masa depan gue untuk kerja, dan menikah, lalu punya keturunan, dan akan menjadi keluarga bahagia.

.... Pacar aja belom punya Le -___-

Bodo amat, yang penting gue sukses dulu, biar nanti pasangan gue gak usah ngerepotin pasangan gue. Prinsip pasangan gue ada di postingan ini :))

Nah, ujian teori diadakan 1 minggu. Setelah ujian berakhir, rasanya bebas. Tapi gue kayaknya jadi kurang banyak temen, alhasil gue nyari komunitas game yang gue maenin. Karena koneksi gue yang agak lebih suram dari tempat gue yang dulu di luar planet a.k.a Bekasi, jadi gue cari komunitas osu!.

Sebelum ujian. gue menemukan salah satu komunitas yang cukup terkenal sih, komunitas osu! di Solo, namanya OSRC. Tepat postingan gue hari ini, tepat juga 1 bulan gue gabung sama grup ini. Isinya? Waduh, susah dijelaskan. Pertama kali gue nanya buat gabung, langsung diterima, dan berhubung gue mau ganti nama karakter game gue (osu!, nama lama : dhike, nama baru : Fuschia, oh iya desain profil osu gw 100% photoshop buatan gue :)) ), alhasil gue langsung samperin ketua OSRC biar bisa ganti nama char gue. Gue berasa loyal di grup ini.

Selain itu, grup gue juga mengadakan buka bersama (bukber) sekitar 2 minggu setelah gue gabung OSRC. Ada kejadian absurd sih saat bukber. Karena saat itu masih ujian teori, gue memutuskan pulang lebih awal. Gue agak tergesa-gesa saat itu, karena gue udah janjian sama temen gue buat belajar bareng. Alhasil gue langsung ke tempat kos temen gue buat belajar. Setelah belajar dan pulang ke rumah, gue baru sadar...

Kok sendal gue beda sebelah ya.

Ternyata, pas gue pulang bukber, gue salah ambil sendal sebelah gue. Alhasil, saat pulang, sendal kiri dan kanan gue beda. Satu cokelat, satu hitam. Lah, yang sendalnya ketuker gimana? Dia lebih parah. Dia cuman pake 1 sendal, kaki sebelahnya telanjang kaki. Terus nasib sendal gue? Ada di ketua grup gue.

Kesimpulannya, terjadilah sinetron "Sendal yang Tertukar lalu Salah Satunya Diculik". Mungkin kalau difilmkan, bakal lulus sensor. Iyalah, pemerannya aja sendal semua, kagak ada muka, lembaga sensor mau nyensor apaan.

Tapi jangan deh, nanti yang eksis sendalnya, bukan gue. Kan yang pengen eksis gue. Nanti gue ngiri sama sendal gue, gimana ._.

Kemudian terjadilah sinetron "Leonardi vs Sendal".

Kok postingan gue jadi absurd gini astaga.


Selain OSRC, gue juga gabung grup LINE yang gue gak tau asal usulnya kenapa. Gue juga gak tau kenapa gue bisa gabung di grup LINE itu. Nama grup LINEnya aja gue gak tau apa. Hebat ya gue, orang asing gak dikenal tiba-tiba diajakin ke grup yang asing. Jangan-jangan isinya mahluk asing semua.

Nah, isi grup ini aneh juga. Total ada 32 member, yang maen osu! 31 member. 1 lagi? Main Lost Saga. Gue juga gak tau kenapa dia bisa nyasar ke grup yang katanya khusus buat maen osu! doang.

Di grup ini, well, karena hanya sebatas chatting, jadi gak bisa ketemuan bareng-bareng. Tapi grup ini lebih banyak orang yang lebih muda dari gue . Yap, karena gue anak kuliahan, dan penunggu grup itu anak SMA dan SMP (plus anak SD (yang baru mau masuk SMP), yang nyasar ke grup itu), gue merasa tua -__-

Grup ini juga punya anggotanya yang pacaran. Yang gue tau sejauh ini couple bernama ValVel. Val for Valskiel, Vel for Velonicha. Kok namanya aneh gitu. Itu nama panggilan char osu! mereka. Karena ValVel nama couple yang unik, "a" dan "e" tinggal diputer. Lucu sih. Valskiel adalah orang yang gue kira tengil (karena menurut gue nama char dia tengil), dan Velonicha adalah orang imut yang gue kira cadel (karena menurut gue nama char dia cadel, yang awalnya mungkin veronica jadi velonicha, jadi gue kira dia cadel)(dan ternyata anaknya emang cadel beneran).

Selain couple ValVel, ada juga yang suka sama Vel. Namanya Vil. Lah kok gak beda jauh. Errr, Vil ini sebenernya gak maen osu!, jadi gak ada charnya, dan karena nama asli dia ada unsur "v","i", sama "l" nya, jadi mending jadi Vil aja, kali aja cocok gitu.

Dan Vil ini adalah anak yang nyasar di grup ini, yang ga maen osu!, dan yang masih SD mau masuk SMP. Anak ini kayaknya biang masalah di grup ini ya. Tapi gapapa sih, jadi unik :))

Jadi, pasangan ValVel(Vil) selalu menghiasi LINE gue setiap hari. Lucu sih, secara gue anak kuliahan, ngeliat sepasang orang pacaran yang umurnya 18 & 19 tahun mesra-mesraan di grup, eh tiba-tiba ada anak umur 12 tahun yang suka sama salah satu dari mereka secara blak-blakan dan polos, ya polos anak kecil :))



Entah kenapa, karena kejadian ValVel, gue jadi keinget mantan pertama gue. Entahlah, keinget aja, mungkin sifatnya yang mirip dan hobinya yang sama. Seenggaknya untung hanya sepintas saja keingatnya.
Tapi, mantan tetaplah mantan, hanya memori dan kenangan, yang tidak akan terbawa kedepan, dan nanti akan terhapus oleh pasangan masa depan.

Asik tiba-tiba gue bisa bersajak :))

Well, sekian postingan gue yang rada gak jelas, tapi kayaknya kali ini lebih gak jelas dari postingan sebelumnya. Semoga gue bisa lulus tingkat 1 dengan tenang, dan bisa menyelesaikan kuliah gue dengan selamat sentosa.


Salam Fuschia

@leonardixb


Minggu, 24 Mei 2015

Callback Love

1 bulan udah ga ngeblog. Bulan ini adalah bulan yang membuat gue cukup sibuk. Yap, semester genap kuliah gue udah mau selesai, dan gue banyak kerjaan, sekaligus minggu ini gue ujian praktik untuk kelulusan. Semoga gue sukses, ya :)

Di tempat kuliah gue, kerjaannya banyak banget, dan gak bisa dikerjain di rumah. Ya iyalah, yakali gue kudu beli mesin bubut pribadi buat ngebubut kerjaan gue di rumah, bisa-bisa didepak gue.

Yap, gue sebagai anak teknik mesin, yang konon katanya susah dapet pacar. Bener sih, di jurusan gue gak ada ceweknya sama sekali. Isinya batangan semua. Untung gue gak beralih prioritas untuk mencari masa depan. Jadi? Ya gue sampe sekarang belom pacaran :)

Dan itu menjadi permasalahan gue pada bulan ini.

Semua berawal ketika internet provider yang paling gue benci mati. Gue mau gak mau harus menonton stock anime yang udah gue download sebelum-sebelumnya. Alhasil gue menonton anime yang berjudul Eureka 7. Bercerita tentang apa? Gue gak mau ceritain, mending kalian nonton sendiri aja. Enak aja masa blog gue jadi tempat sinopsis film.

Pada pertengahan episode, entah kenapa otak gue tiba-tiba berproses...

Eureka 7, adalah anime rekomendasi gue untuk seseorang yang dulu gue suka, alias gebetan gue pada masa lalu. Tokoh karakternya, mirip gebetan gue (gebetan yang sebelum gebetan ini)(gebetan banyak amat le, jadian kagak).

Nah ini masalahnya.

Gue jadi flashback saat gue dulu sedang ngegebet dia. Entah kenapa tiba-tiba keinget lagi, seakan-akan kayak elu lagi nyari benda yang dibutuhin gak ketemu-ketemu, tapi pas lagi gak butuh tiba-tiba benda itu nongol dengan sendirinya.

Itulah yang gue alami saat ini. Disaat gue sedang lagi di minggu ujian kenaikan tingkat, tiba-tiba gue mendadak galau.

Sekarangpun gue keinget pertama kali gue ketemuan sama dia, karena kecelakaan kecil yang gue buat sendiri, terus gue minta tolong dia, dan dia mau nolongin gue. Sejak itulah gue mulai berkenalan dengannya, dan mencoba lebih mengenali dia, yang pada saat itu katanya orangnya anti-social.

Kemudian berbulan-bulan gue ngobrol sama dia, lama-lama muncul benih mungil yang akan tumbuh rindang bernama : kebersamaan. Loh kok kebersamaan, kenapa bukan cinta, atau sayang, atau  kangen, atau rindu, atau tetek bengek lainnya yang apalah gue ga tau namanya? Karena gue yakin, gue gak bisa mendapatkan dia.

Pesimis amat Le? Memang begitu keadaannya. Dari segala sisi gue dan dia memang bertolak belakang. Dia pintar, gue kurang pintar. Dia putih, gue coklat.  Dia bookworm, gue gamer. Dia kaya raya, gue kaya gembel. Dia tinggi, gue........... lebih tinggi dari dia sih, tapi ideal lah kalau gue sama dia jalan bareng. Memang benar, harusnya pasangan saling melengkapi, yang berarti masing-masing mengisi kekurangan pasangannya dengan kelebihan dirinya. Gue bisa aja ngebantuin dia dalam hal komputer karena dia gaptek, dan dia bisa ngajarin gue tentang pengetahuan yang ada di sekolah.

Kami melakukannya, tapi tidak menjadi pasangan, karena kami yakin, kami masih membangun pondasi masa depan, untuk pasangan nanti, agar saat kedepannya nanti kelak gue dan pasangan gue sudah berada di posisi yang cukup mapan, sehingga bisa menlanjutkan sisa hidup di dalam keharmonisan.

Jadi gue dan dia memang gak memutuskan untuk pacaran, karena kami masih konsen untuk pendidikan kami dulu (bahasa kerennya : pondasi masa depan).

.... Bilang aja Le lu udah yakin ditolak di awal makanya lu mengurungkan niat buat jadian sama dia. Mungkin itu sisi lainnya, tapi gue dan dia sepakat untuk memang tidak mencari pasangan dulu, baik gue mencari cewek lain, dan dia (mungkin) tidak mencari cowok lain.

Karena kegalauan yang absurd itu, gue keinget pas pertama kali gue menggambar manga dengannya. Dan di rumah gue yang sekarang, setelah lebih dari satu tahun tidak menggambar manga, karena anime Eureka 7 itu, akhirnya gue mulai berlatih lagi menggambar manga, mulai dari mata.

Latihan gambar mata, tetep aja jelek. Maklum 1 tahun enggak corat coret lagi.
Itu mata siapa? Ceritanya gue mau latihan mata seperti Eureka pada anime Eureka 7. Memang jelek gambar gue. Tapi tiap goresan pena pada gambar tersebut, banyak ingatan yang muncul saat gue menggambar.
Mata, adalah gambar pertama gue dengannya. Pertama kalinya gue latihan menggambar manga dengan dia, dan gambar pertama adalah mata.  Maka dari itu, setiap kali gue menggambar mata pada suatu tokoh, yang gue keinget adalah saat gue dan dia bersama-sama latihan menggambar, sekaligus mengingat saat gue pertamakali bertatap mata dengan dia, pandangan matanya yang membuat gue berasa "wah", dan membuat bekas yang cukup lama tergambar di pikiran gue.

Gue teringat saat pertama kali dia ketawa, saat itu gue bikin lelucon tentang temannya, dia ketawa, sampe jatuh (iya, dia jatuh dari kursi, untung lantainya gapapa). Entah kenapa, tawa dia itu beda sendiri dari manusia pada umumnya. Tawa dia itu seperti.... ya aneh lah, susah dideskripsikan. Bukannya susah sih, tapi susah banget (?).

Selain tertawa, dia juga pernah sedih. Pernah dia sedih sampe nangis, kemudian dia mukul-mukulin tangannya ke meja kayu. Pertama, kedua, ketiga, dia pukul terus sambil nangis. Gue gak tahan. Saat mau mukul keempat, gue menghadang mejanya, sehingga tangan gue yang kepukul. Mejanya gapapa, tangan gue biru memar. Kemudian gue dikatain bego. Lalu gue ketawa, dan dia mulai ketawa dan mulai menghapus kesedihannya karena tindakan heroik gue terhadap meja yang dia sakiti, karena gue punya perasaan peri-kemejaan.
Pernah juga gue (kebetulan) ngerjain tugas bareng dengan dia. Walaupun tugas kami beda pelajaran, entah kenapa ngerjain di satu meja, dan selesai bersama-sama. Memang berasa aneh saat mengerjakan, tetapi diakhir kita canggung sendiri dan tertawa bingung : gimana ceritanya pelajaran kimia dan bahasa sunda bisa dikerjakan satu meja dan selesai bersamaan?

Gue juga pernah ngajak dia nonton konser bareng, merasakan atmosfir yang sama. Gue keinget dia pertamakali kagum melihat orang bernyanyi di atas panggung, dan kebetulan gue di sebelahnya. Kami serasa menonton konser berdua. Seru, sekaligus menyenangkan. Paket double, melihat orang yang dikagumi di atas panggung, sekaligus melihat dia di sebelah gue bahagia.

Tiap goresan pena pada gambar mata itu, banyak memori yang tergambar di pikiran gue. Saat-saat gue masih di rumah gue yang lama, masih cukup dekat dengan rumah dia, masih bisa melihat wajah dia di pagi hari, dan saat pulang, walaupun jalan pulang kami hanya satu arah pada setengah perjalanan (ada pas perempatan, gue belok kiri, dia belok kanan), tetapi sampai rumah seakan-akan kami seperti satu arah kembali.

Mungkin ini yang dinamakan rindu yang dipaksa dipendam. Mencoba untuk dipendam, ditahan, selama mungkin, tapi karena suatu hal yang mengingatkan, kerinduan itu meledak, seperti saat ke WC, buang air besar, ditahan terus, pas dilepas, jebret, blepetan semua. Ternyata orangnya lagi diare. Jorok gila.

Namanya juga memori, walaupun memang sudah dipaksa untuk dilupakan, dia akan muncul lagi tiba-tiba, seperti bintang jatuh, muncul tiba-tiba, dan hilang tiba-tiba. Yap, mungkin nanti memori antara gue dengannya akan hilang tiba-tiba, walaupun nanti akan muncul kembali tiba-tiba, entah kapan.


Alhasil minggu yang harusnya gue pikirin buat konsentrasi ke ujian kenaikan tingkat gue, mau gak mau harus bercampur aduk sama kegalauan gue akan masa lalu. Semoga gue tetap survive, dan nilai ujian gue bisa melebihi nilai minimal, dan membuat gue dan orang tua gue puas, sehingga pondasi masa depan gue kuat, dan masa depan gue bisa memiliki cahaya kecil, yang nantinya akan menjadi terang benderang, dan akan menjadi seterang matahari saat gue bertemu dengannya.


Salam Pendam

@leonardixb

Minggu, 29 Maret 2015

Salah Tingkah Bersama Customer Care

Tumben ngeblog lagi. Entahlah, mungkin karena hari ini menurut gue hari yang aneh bagi gue, alhasil dengan (sama sekali) tidak terpaksa, gue post tentang kejadian hari ini yang bagi gue sangat absurd.

Biasanya setiap hari Minggu gue bangun jam setengah 9 pagi. Enggak, gue bangun jam segitu bukan buat ke gereja. Oh iya, selama gue di Solo gue belom pernah ke gereja (kecuali kalo acara gereja dari kampus). Kok gitu Le? Parah anak atheis. Enggak gitu, karena gue pernah ketiduran di gereja di daerah sini karena aransemennya yang membuat gue ngantuk, alhasil daripada gue memalukan keluarga gue dan keluarga masa depan gue, gue gak ke gereja.

Terus? Yaudah gue di rumah aja doa biasa, toh kalau gue rajin ke gereja enggak menjamin gue 100% masuk surga.

Udah ah jangan bahas agama lagi, nanti salah kaprah aja muncul pikiran aneh-aneh :))

Balik lagi ke setengah 9 pagi. Kenapa gue bangun jam segitu? Karena jam segitu ada acara yang sangat gue senangi, yaitu...


Bima Satria Garuda.


Kok bocah banget Le? Yaelah, yang gue seneng kan gak sama kayak lu. Setiap orang ada kesukaannya masing-masing. Terus kenapa pengen nonton Bima Satria Garuda? Karena ada mantan oshi yang bernama Stella Cornelia Winarto gue demen tokusatsu juga sih, jadi ya pengen liat aja Kamen Rider lokal itu kayak gimana sih, ternyata yah bagus juga sih bagi gue, serunya dapet, kocaknya dapet, walaupun gak stabil sih tapi seru.

Dan bagi gue, masa kecil gue jauh sangat menyenangkan sekali daripada masa kecil anak kecil jaman sekarang. Trust me :)

Oke balik lagi. Biasanya gue bangun jam setengah 9 pagi pakai alarm handphone gue. Tapi hari Minggu kali ini, alarm handphone gue gak berbunyi, padahal udah disetel. Alhasil gue bangun jam setengah 10 pagi.

Ketinggalan nonton Ci Stella Bima deh :(

Handphone gue yang baru emang aneh sih. Dari awal beli handphone, baru 3 hari beli, ngecharge gak mau full, mentok di 80%, direstart dulu baru mau 100%. Standby, paling didiemin 18 jam juga sisa 15%. Alarm suka gak bunyi (jadi kali ini ketiga kalinya alarm gue gak bunyi, dua kali sebelumnya membuat gue telat kuliah). Buat browsing juga suka ngehang. Sebenernya gue tau kelemahan handphone ini sejak sebelum beli sih, cuman karena saat itu masih pake duit bokap, dan bokap yang nyuruh gue beli handphone itu, alhasil mau gak mau ya terpaksa nurut.

Karena kelaknatan handphone tersebut, dengan bekal tabungan (yang rencananya buat) keluarga masa depan gue, alhasil gue habiskan 95%nya.

Sedih... Gila...
Crazy... Sad...

Yap, gue beli handphone baru. Yang lama? Masih ada, cuman gue gak pake aja. Ngapain pake handphone yang membuat gue gak bisa menonton Ci Stella :(.

Jadi kira-kira umur handphone gue (yang aneh) itu sekitar 3 bulan di tangan gue.

Kemudian gue membeli handphone baru, masih satu merek, tapi beda tipe, dan tipenya lebih tinggi sedikit daripada handphone gue sebelumnya. Kali ini semoga gue gak salah pilih.

Setelah gue membeli handphone itu, ternyata slot SIM Cardnya gak cocok, karena handphone tersebut kecil. Alhasil gue harus potong SIM Card ke customer care operator gue.

Dan disinilah keabsurdan gue terjadi...

Sesampainya di customer care, gue ketemu sama mbak-mbak customer carenya.

ANJIR CANTIK BANGET SUMPAH GAK BOONG.

Seriusan. Gak make up tebel, mukanya natural, cantik. Setelah sempet saling tatap-tatapan, gue baru sadar, ternyata mukanya mirip member JKT48.

AH ELAH LE BAHAS JEKATE LAGI. Bodo amat, postingan gue ini.

Kali ini muka mbaknya itu mirip member JKT48 bernama Sofia. Siapa dia? Kok gak terkenal. Dia member generasi ketiga, emang gak terkenal kok, tapi dia bikin temen-temen gue jadi demen sama dia loh.

Kira-kira muka Sofia itu kayak gini :


Serius, asli mirip 95%. Kali ini mata gue gak boong.

Jadi kira-kira mbak itu umurnya 20 tahun keatas, gak nyampe 30 tahun. Kita berdua ngobrol dengan canggung, entah kenapa. Mau buka handphone gue, gue kesusahan, dia mau bantuin, dia gak bisa juga, gue yang buka, gak bisa juga, dia yang buka, gak bisa juga...

Gitu aja terus sampe Mad Dog berantem lawan Chuck Norris.

Alhasil entah sampe keberapa kalinya, handphonenya kebuka juga. Kita saling tertawa gak jelas. Setelah dicek slotnya, dan SIM Cardnya dipotong, kemudian dimasukan ke handphone baru gue, dia gak bisa masukin. Alhasil gue yang masukin. Dia ketawa. Gue juga ketawa.

... Berasa absurd.

Setelah ketawa gak jelas itu, gue tanya harga servisnya berapa. Pertanyaan yang sebenernya bodoh sih. Cuman potong SIM Card aja kok ada harganya. Dia membalasnya "gratis", sambil tersenyum. Gue senyum juga. Alhasil gue bilang terima kasih, dia juga bilang terima kasih, dan gue senyum, dia juga senyum.

... Aneh.

Entah kenapa setelah kejadian itu, gue pulang ke rumah, dan kepikiran sama seseorang yang dulu gue pernah suka (alias: mantan gebetan). Dulu pertama kali ketemuan sama mantan gebetan gue, salting juga, senyum juga, absurd juga.

Yang jelas sih mbak customer care tadi bukan calon gebetan gue ya.

Cuman kejadiannya itu, bikin gue merenung akan masa-masa gue sama mantan gebetan gue saat gue masih di Bekasi, dimana saking akrabnya gue sama dia, disangka pacaran, padahal enggak. Iya sih gue juga gak bakal jadian sama dia, mulai dari beda pandangan, dan beda tingkat pemikiran juga.

Kok jadi galau mellow gini ya. Di pikiran gue banyak yang gue kangenin. Mulai dari rumah lama, lingkungan lama, temen lama, oshi lama, hingga mantan gebetan lama. Emang ada gebetan yang baru? Gak ada sih, susah cari cewek di jurusan mesin :(


Well, semoga mbak customer care tadi hidupnya sukses kedepannya dan hidupnya lancar aman tentram damai sejahtera, karena senyumannya bikin gue terhibur atas kekesalan gue gak bisa nonton Ci Stella Bima Satria Garuda.


Salam Salting

@leonardixb

Selasa, 06 Mei 2014

Ngejer Cewek yang Gak Bakal Didapetin

Akhirnya ngeblog lagi. Kali ini postingan gue berawal dari pertanyaan yang gue ajukan ke diri gue sendiri. Ngapain tanya diri sendiri? Gapapa dong, tanya sendiri jawab sendiri gak ada salahnya ini. Keliatan terlalu forever alone ya? Biasa aja sih. Sebenernya sempet gue bahas di twitter tadi pagi, cuma karena twitter maksimal 140 karakter, jadi gak banyak. Mending gue post disini aja. Makin panjang makin enak ............... nulisnya.

Ngapain sih ngejer cewek yang gak mungkin bakal lu dapetin?

Mungkin bagi sebagian orang, ngejer cewek yang gak mungkin bakal lu dapetin, pacarin, atau bahkan nikahin itu adalah hal yang membuang-buang waktu, energi, uang, dan segala apalah itu, pokoknya gak guna deh.

Mungkin pemikiran gue berbeda dengan sebagian orang tersebut. Kalau menurut gue, ngejer cewek yang gak mungkin bakal gue dapetin itu adalah keseruan tersendiri. Apalagi kalau sudah confess (nembak), udah ada kesenangan sendiri.

Kok bisa?

Karena kayak pedekate biasa aja, smsan, ngobrol, curhat-curhatan. Menurut gue itu udah bagus bagi gue. Mungkin gue udah kayak orang yang jarang berkomunikasi ke orang lain, makanya gue anggap itu udah menyenangkan bagi gue. Tapi menurut gue udah seneng udah kayak gitu, walaupun gak jadian pun. Kalau misalnya udah deket lama, dan gue mengakui kalau gue suka sama dia, berarti gue udah berhasil menyampaikan perasaan gue ke dia, yang mungkin bagi sebagian orang sulit diungkapkan Itu adalah kesenangan sendiri bagi gue.

Lantas, diterima apa enggaknya bagaimana? Anggap aja itu bonus. Kalau ditolak, yaudah berarti cukup sampai temenan aja. Walaupun ujung-ujungnya bakal diem-dieman, seenggaknya udah pernah ngobrol deket, anggap aja udah kayak pacaran lah (walaupun sebenernya enggap pacaran). Kalau diterima, ya bagus, berarti kita udah bisa saling terbuka satu sama lain, dan hubungan kita bisa lebih dekat lagi. Anggap aja udah kayak pacaran tapi kali ini pacaran semakin dekat. Kalu udah pacaran ya reward, kalau sampai pelaminan ya door prize, berarti kepuasan kita bertambah lagi.

Coba bayangin saat lagi ngedeketin cewek yang gak bakal jadian sama kita (kita? Lu aja kali gue enggak). Pasti mengalami pendekatan dulu kan? Nah pas pacaran juga deket kan (walaupun pacaran tingkat dekatnya lebih ekstrim daripada pendekatan). Anggap aja saat itu kita udah pacaran. Kita rasanya udah ngobrol deket banget sama pasangan kita, seakan-akan udah kayak pacaran. Rasanya kayak gak ada lagi orang yang bisa sedekat kita dengan orang yang kita deketin. Kalau misalnya tiba-tiba udah diem-dieman, anggap aja udah putus. Simpel kan, kita gak perlu nyakitin hati gebetan kita, jadi gak ada musuhan (walaupun emang capek hati sendiri). Tapi seenggaknya dia enggak kenapa-kenapa karena kita.

Mengejar suatu hal yang gak pasti, mungkin emang gak enak dan gak guna. Tapi prosesnya itu, kita bisa belajar bahwa usaha yang kita lakukan, walaupun semaksimal mungkin, belom tentu berjalan sesuai dengan keinginan kita. Terus hasilnya gak ada dong? Ada, ya belajar untuk menerima kenyataan yang tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita. Gimana dengan lirik lagu JKT48 yang "Usaha keras itu tak akan mengkhianati"? Wota banget sih. Benar usaha keras itu memang tidak akan mengkhianati, tapi semua itu bergantung pada jalan yang telah Tuhan tentukan buat lu. Misalnya aja deh, lu berusaha keras buat bisa satu kelompok dengan teman yang lu suka saat kerja kelompok, sampe ngerayu guru lu biar bisa barengan. Kalau guru lu yang nentuin dan lu gak sekelompok sama kita, masa iya kita harus paksa gurunya. Itu namanya gak sesuai keinginan. Tenang aja, pasti ada yang terbaik lah. Bawa santai aja bro~

Sekian postingan (agak) normal saya. Semoga para kaum jomblo atau single atau independen atau apalah yang intinya belom punya pasangan, bisa mendapatkan pasangan yang terbaik.


Salam Kangen


@leonardixb

Jumat, 24 Januari 2014

Banjir Bosen

Hari ini sama seperti hari-hari biasa di bulan yang merupakan musim penghujan : banjir. Enggak, kali ini bukan banjir kangen sama seseorang.... iya sih gue lagi kangen sama seseorang juga.

Musim hujan identik dengan banjir. Kata temen-temen gue yang rumahnya di komplek rumah gue, kebanyakan bilangnya begini :
Banjirnya parah nih selutut di depan rumah
Atau
Banjirnya udah masuk garasi nih

Yang parah juga ada
Aduh masuk rumah, bantuin gue keluarin airnya dong

Atau yang nggak masuk akal
Banjir nih... Sepinggang gue.... Yang lagi jongkok.... Di atas genteng rumah gue 

Banyak yang bilang kayak gitu. Untung daerah komplek perumahan gue agak tinggi, jadi banjirnya cuma semata kaki. Iya, "semata kaki di depan jalan", enggak pake embel-embel "semata kaki pas gue lagi manjat genteng rumah". Jadi ya, cetek.

Gue jadi keinget dulu tahun 2007 awal, yang banjirnya parah banget. Pas itu gue masih kelas 6 SD. Saking parahnya, gue dianter dari sekolah pake truk, udah kayak bocah ingusan mau demo. Untung pas itu di rumah gue banjirnya baru selutut di depan jalan.

Itu masa lalu.

Gara-gara banjir (yang katanya parah di beberapa daerah) tahun ini, beberapa sekolah, kuliah, dan kantor diliburkan. Yak, gue juga diliburin. Sumringah abis akhirnya bisa lepas dari kepenatan belajar mulu.

Karena banjir, gue gak tau mau pergi ke mana. Kelapa Gading? Banjir. Bekasi? Banjir. FX Sudirman? Banjir, lagian juga gak tau mau ngapain kesana. Alhasil enggak tau mau ngapain di banjir kali ini.

Untungnya ada komputer, jadinya gue bisa main komputer dulu. Tapi bosen juga. Jadi mau ngapain ya, gue bingung juga.

Akhirnya gue mencoba lagi kebiasaan gue masa lalu, melihat langit senja, di atas genteng.

Bosen juga.

15 menit gak tau mau ngapain di atas genteng, langit sudah gelap, dan nyamuk sudah siap ngeroyokin gue, gue masuk kamar gue, tiduran, dan liat langit-langit rumah gue.

Nyaris bosen sih, tapi akhirnya gue mendapatkan sesuatu yang membuat gue enggak bosen.

Melihat langit-langit rumah yang putih polos. Kayaknya sih biasa aja. Coba putihnya di ganti hitam, sehitam gelapnya langit malam. Malah gelap ya. Coba tambahin titik-titik putih. Udah kayak liat langit malam ya. Akhirnya gue menemukan sesuatu yang menarik dari kegiatan enggak guna ini.

Bintang-bintang yang posisinya acak-acakan itu membentuk rasi bintang. Dimana ada rasi bintang yang mirip sama gue, dan disebelahnya ternyata ada rasi bintang juga, yang ternyata mirip sama cewek yang gue demen, walaupun enggak akan kesampaian. Iya, kali ini gue lagi demen sama seseorang yang (lagi-lagi) enggak mungkin bakal mau jadi pacar gue.

Di langit itu, rasi-rasi mereka bergandengan, dan mereka melihat ke belakang. Gue penasaran belakangnya itu apa.

Gue zoom out langit malam itu.

Ternyata ada rasi bintang lagi. Kali ini tidak membentuk mahluk hidup, melainkan seperti sebuah tempat, yang ternyata adalah sebuah pelaminan. Ternyata rasi gue memakai jas hitam dan celana panjang hitam, dan rasi bintang cewek imajinasi gue menggunakan baju dress putih yang roknya bisa menyapu bintang di langit. Keren abis.

Yak, selamat datang di dunia imajinasi, dari hal yang sebenarnya polos, dengan sedikit taburan warna, semua berubah menjadi dunia angan-angan yang mungkin enggak akan terjadi, tapi jika dipikirkan dan dibayangkan mendalam, seru juga.

Tak terasa udah malam, dan gue langsung tidur. Di mimpi itu, persis seperti imajinasi gue, cuma bedanya pelaminannya enggak di langit malam membentuk rasi bintang, melainkan pelaminannya berada di atas kapal pesiar yang megah, yang ternyata kapal-kapal itu melewati banjir yang menenggelami kota itu.

Beyond your imagination

@leonardixb

Jumat, 29 November 2013

Oshihen Massal

Bulan November adalah bulan yang biasa aja bagi gue, kecuali di awal dan (hampir) akhir bulan bulan. Kenapa? Karena tanggal 3 November adalah hari ulang tahun Stella JKT48, member yang gue dukung selama ini. Gue juga pernah ngasih dia video ulang tahun buatan gue dan teman-teman gue. Postingan 3 November 2012 ada di sini. Lalu apa yang buat gue seneng berikutnya? Tanggal 22 November, Dhike ulang tahun.

Ternyata 3 November itu mengubah raut wajah senang gue. Stella mengumumkan kelulusannya (graduate a.k.a grad) (keluar) dari JKT48. Gue langsung speechless. Ternyata member yang gue dukung selama ini tidak akan bertahan lama di theater. Tapi seenggaknya gue sempat ngasih project terakhir gue buat dia. Projectnya apa? cek di channel youtube gue.

Dengan keluarnya Stella dari JKT48  menambah deretan keluarnya member yang gue dukung. Diawali dari oshimen gue di AKB48, Mariko Shinoda, grad. Lalu dari JKT48, Annisa Athia, grad. Sekarang Stella Cornelia, grad. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, oshimen gue udah grad 3 orang. Belum lama ini, calon oshimen gue dari gen 2, Dellia Erdita, grad juga. 4 sudah member yang gue dukung keluar dari idol group 48 itu.

Gue juga gak nyangka, kenapa bisa member yang keluar itu pas dengan member yang gue dukung. Apa mungkin hanya kebetulan? Atau mereka tau gue dukung mereka dan mereka gak demen gue sehingga mereka mengundurkan diri agar tidak gue dukung? Atau ternyata ini adalah ulah semesta alam yang berkonspirasi untuk membuat gue oshihen (pindah oshimen) ke Dhike? Bahkan gue gak tau ada apa ini. Hanya Tuhan dan sistem semesta yang rumit yang tau.

Rasanya melepas oshimen keluar dari idol group itu, jujur, biasa aja. Karena masih ada yang lebih susah utnuk rela melepas lain daripada melepas oshimen.

Gue jadi keinget pas jaman-jamannya gue pacaran pertama kali. Enggak, bukannya gue lemah dan enggak bisa move on. Ini karena gak ada topik pembicaraan lagi di blog, jadi ya mending ungkit masa lalu aja, mumpung mirip ini, toh anaknya juga udah bahagia disana :)

Pas pacaran pertama kali rasanya..... Indah abis, Gue merasa saat itu adalah orang yang paling bahagia di seluruh dunia, bahkan mengalahkan orang terkaya sekalipun. Gue merasa saat itu adalah saat dimana gue ingin membuat dia senang dan nyaman bersama gue, walaupun ternyata hanya sebentar.

Saat itu gue pacaran gak nyampe satu bulan. Alasannya? Rumit, dan gue gak mau membahas lebih lanjut. Rumit deh.

Saat diputusin, rasanya kebahagiaan gue hilang. Gue kehilangan saat-saat dia tertawa riang. Gue kehilangan saat-saat dia sedih. Gue kehilangan hal-hal iseng dia. Gue kehilangan saat-saat dia sendirian dan butuh seseorang untuk menemani dia. Gue gak tau mau senyum ke siapa lagi. Gue gak tau mau ngobrol deket ke siapa lagi. Gue merasa gak ada lagi orang disekitar gue, bahkan teman sekalipun gak ada yang bisa menggantikan dia.

Saking parahnya, gue sampe mengandai-andaikan dia dalam tokoh imajinasi gue, dan di dunia imajinasi itu ada gue, dan dia selalu bersama-sama gue di dunia imajinasi gue. Bodohnya, gue malah twit fantasi-fantasi tersebut. Keesokan harinya, gue langsung diajak ngomong serius sama dia. Ternyata, fantasi yang menurut gue unyu itu, membuat malu dia. Gue juga baru sadar, mana ada orang yang mau dijadiin obyek bersama orang yang udah gak deket lagi, tapi dibuat-buat seolah-olah dekat. Gue serasa seperti membohongi diri gue sendiri.

Berbulan-bulan setelah diajak ngomong, gue udah merasa lebih sedikit senang, walaupun masih agak enggak rela. Untungnya, satu tahun berlalu sejak kejadian itu, gue udah gak mikirin kejadian bersama dia, walaupun tetap, gue gak bisa mendapatkan kesenangan yang sama seperti saat gue pertama kali jadian sama dia.

Gue jadi keinget saat dia terakhir tersenyum sama gue saat itu. Benar-benar terakhir. Senyumnya sangat manis. Lekukan mulutnya lebih indah daripada lekukan bulan sabit di langit malam. Matanya yang agak sipit, namun memancarkan cahaya yang lebih indah dari kemilau pelangi, Wajahnya yang imut, lebih imut daripada maid-maid yang ada di maid cafe maupun yang cosplay menjadi maid. Yak, senyum terakhir dia, membuat gue cukup senang, karena seenggaknya gue pernah sempat memiliki dia, walaupun hanya sebentar.

Kok jadi kejauhan gini ya ngelanturnya....... Macam orang lemah aja gue -__-

Gue cerita tadi bukannya gue lemah, gak bisa move on, galau terus. Bukan itu. Cuma ya, keinget aja. Rasanya melepas oshimen mirip sama melepas orang yang udah kita dapetin susah-susah, ujung-ujungnya lepas juga. Berarti memang belum takdirnya aja. Kesimpulannya gitu aja sih.

Mungkin semesta menginginkan gue menjadi Dhike-oshi.

Dan mungkin semesta akan memberikan kebahagiaan gue yang lebih daripada kebahagiaan gue yang hilang saat itu, entah kapan waktunya, suatu saat pasti gue akan dapatkan kembali kebahagiaan gue itu, dengan melihat raut wajah senang seseorang, yang pasti bukan dia, entah orang tersebut ada dimana. Karena kebahagiaan itu tidak dapat diukur, bahkan mendapatkannya saja sudah merasa sangat bangga.

I was so happy, a few years ago. But I'll get my happiness again.


Sumpah ngelanturnya parah. Sekian deh.


Oshihen Omedetou (Selamat mengganti member yang didukung)

@leonardixb

Selasa, 08 Oktober 2013

Moral of being Hode

Judul blognya absurd ya? Memang absurd, tapi ini adalah salah satu kejadian paling suram yang pernah gue alami selama gue bermain game.

Akhir-akhir ini, tiap gue main game, gue pasti jadi hode. Apa itu hode? Hode adalah cowok yang menyamar jadi cewek dalam sebuah game. Apa maksudnya? Jadi, misalnya dalam suatu game, ada karakter cewek, tapi orang yang mainin ternyata adalah cowok, nah itu namanya Hode. Kalau cewek yang menyamar jadi cowok? Menurut Yahoo! Answers, namanya adalah Defo.

Darimana asal usul kata-kata itu ditemukan? Entahlah, gue gak mikirin hal begituan. Sepintar apa sih gue tentang sastra per-game-an.

Balik ke topik awal.

Akhir-akhir ini, tiap gue main game, gue pasti jadi hode. Entahlah, gue juga bingung kenapa gue lagi niat jadi hode. Padahal dulu gue selalu pilih karakter yang sesuai dengan jenis kelamin gue, dan selalu karakternya gue bikin sekeren mungkin, kalau bisa gantengnya kayak Brad Pitt atau Taylor Lautner. Sekarang? Tiap gue main game, gue selalu nyamar jadi cewek, dan karakternya gue bikin seimut mungkin, seimut Cici Stella. Siapa Cici Stella? Itu, Stella Cornelia JKT48.

.... Kok malah nyambung ke girlband idol group keroyokan itu ya -__-

Awalnya jadi hode itu enak. Karena cewek, baru awal main game selalu dibantuin sama yang cowok (dan pake karakter game cowok juga). Alhasil cepet naik tingkatnya.

Lama-lama mulai ada yang bikin risih.

Tau DoTA 2? Itu loh, game strategi. Gak tau juga? Cek wikipedia deh. Pokoknya game itu diminati mayoritas dari kalangan cowok. Gue main DoTA 2, dan menjadi hode juga. Caranya? Di ID gue, gue pasang foto member SKE48. Jadi deh gue dianggap cewek beneran.

Saat bermain, gue ketemu sama orang luar negeri, dari negara Cina. Dia ngeadd gue. Setelah gue approve, dia mulai chatting sama gue.

Keesokan harinya, gue online komputer, dan dia chat gue lagi. Tiap gue online selalu begitu. Chattingannya mulai dari ngajak main, tinggal dimana, hobinya apa, suka makanan apa, dan pertanyaan-pertanyaan aneh lainnya.

Kali ini gue merasa kayak cewek yang lagi di pdkt-in sama cowok.

Bentar, gue masih cowok. Tapi gue gak homo. Gue juga gak mau membongkar identitas gue kalo gue itu hode. Gue harus mikir gimana caranya menjadi cewek yang cuek kalo lagi diajak chatting.

Dua bulan berlalu. Lama kelamaan, mungkin karena gue cuek sama dia (tiap dia tanya, gue cuma jawab sepatah, dua patah, tiga patah, patah patahan kata), dia jadi gak chat sama gue lagi.

Gue kemudian berpindah ke game lain, namanya osu!, Iya, osu!, bukan "!" dalam pengertian "membentak", tapi emang namanya "osu!". Gak tau gamenya? Cek wikipedia aja.

Kali ini, gue jadi hode lagi. username gue adalah dhike. Enggak, bukan karena oshimen gue Dhike. Oshimen gue masih Stella kok, serius. Kalau bisa ganti nama, gue udah ganti nama itu.

Karena usernamenya dhike, gue pasang foto dhike hasil dari google. Yah, namanya juga member JKT48, pasti cantik. Foto Dhike yang gue jadiin avatar osu! gue juga cantik.

Gak gue sangka, tiap gue login, pasti ada cowok yang ngajakin gue main osu! bareng. Ada yang dari Russia, Kanada, Cyprus, bahkan ada orang Indonesia pun yang ngajak gue main bareng dan mengira gue adalah cewek.

Gue mulai risih jadi cewek dalam sebuah game, selalu dikejar-kejar cowok lain.

Gue akhirnya baru tau, gak enak juga jadi cewek, apalagi cantik, banyak resikonya. Selalu dikejar-kejar cowok yang berusaha ngedeketin dia. Sama kayak lirik lagunya Blackout - Resiko Orang Cantik

Kau memang cantik
Resiko orang cantik disukai banyak lelaki

Ternyata perasaan cewek yang lagi dideketin sama cowok yang gak disuka sama dia itu, risih. Rasanya kayak digangguin sama cowok yang bukan dia sukai.

Gue jadi mikir, kalau gue mau ngedeketin seorang cewek, tapi cewek itu risih sama gue karena dia gak suka sama gue, mungkin gak ya cewek itu bisa jadian sama gue hingga ke pelaminan?

Semoga gue bisa enggak jadi hode lagi, walaupun ada funnya juga sih jadi hode, apalagi kalau kostumnya.... ah sudahlah.


Salam Hode

@leonardixb

Senin, 16 September 2013

Postingan (Hampir) Berbahasa Intelektual

Well, mungkin bulan ini lagi ngetrennya bahasa-bahasa ala salah satu komedian artis yang pernah diwawancara di salah satu stasiun TV, denan bahasa-bahasa jenius aneh bin ajaibnya. Di youtube juga udah berjamuran video-video dia, dan video-video parodinya, yang menggunakan bahasa-bahasa intelektual ala komedian artis tersebut.

Saking banyak video-video parodinya, yah sampe masuk trending video di youtube. Sehingga jadinya terlalu mainstream. Gue juga gak bisa bikin video, mau bikin videonya aja juga gak bisa. Mau rekaman, kameranya mati. Giliran kameranya udah bener, tempat shootingnya kebakaran. Sedih gila.

Alhasil gue pilih blog gue, yang (sengaja) bahasanya diintelektualisasi, biar kece gitu.

Well, I really don't know what happen with my brain. Kayaknya otak gue sedang mengalami devastatorisasi ide. Iya, devastatorisasi, kata penyerapan dari kata asalnya, "devastator". Artinya? Gak tau juga sih. Tiba-tiba gue keinget kata "devastator" di film Transformer.

Gue bener-bener gak tau mau posting apalagi di postingan kali ini. Rasanya terjadi suramisasi dalam hidup gue. Hidup gue terkapar hampa tak berbentuk, tak berujung, tak bercela, tak rupawan. Masa depan gue sudah dilenyapisasi oleh kesuraman sirna hidup gue.

Apa gara-gara kejombloan gue ya? Kayaknya muka gue not ugly lah, secara umur gue 18 my age, masih young teenager gitu deh.

Sama seperti beberapa remaja lainnya yang suka galau, gue serng mengalami kontrovensi hati, yang kadang bisa mempersuram, atau mempersulit perasaan gue. Kadang gue suka kepikiran dia, cewek yang gue suka. Tapi dia, ah sudahlah, she's so far the level from me. Gak mungkin banget dapetin dia. Dia itu udah kayak di angkasa sana, dikejauhan...

Rasanya gue udah distatusisasi sebagai jomblongenes-gembelnista di lingkungan gue. Sedih? Enggak juga sih. Dengan status gue yang udah distatusisasi sebagai jomblongenes-gembelnista, berarti gue bisa deketin cewek lain, baik cewek yang jomblo maupun enggak, yang cantik maupun cantik banget, yang kaya maupun millionaire. Yap, gue rasanya free, terbebasisasi dari segala bentuk bebanisasi perasaan.

Gue jadi kangen theater JKT48. Terakhir gue ke theater pas gue ulang tahun. Iya, yang ulang tahunnya diucapin. Soal sikap lilin? Karena event handshake ci Stella diundur, jadi sikap lilinnya terpaksa gue undurisasi. Toh juga ternyata tanggal segitu ternyata gue harus perpanjangisasi STNK gue yang udah expired.

Sekian postingan tanpa pengetahuan ini, baik pengetahuan ilmu, maupun bahasa. Namanya juga gue lagi devastatorisasi ide, gak ada ide apa-apa.


Salam Orang yang enggak S3 di Amerika

@leonardixb

Jumat, 12 Juli 2013

Asrama, Perbaikan Gizi, dan xKGNxBGTx

12 Juli 2013, jam 21.04 Gue lagi gak ada kerjaan. Karena gak ada fasilitas yang bisa gue gunakan agar gue punya pekerjaan, akhirnya gue ngeblog. Untung gue bawa netbook gue

================================================================

Hari ini gue lagi di Solo (wow) (apalah norak abis gue).

Saat tanggal 8, nyokap (memaksa) gue buat pergi ke Solo bareng dia. Ngapain? Enggak, gue bukan mau ngestalk kampung salah satu member JKT48. Kami mau mengurusi adek gue, yang SMAnya pindah ke Solo, dan masuk asrama.

Loh ngapain jauh-jauh sekolah sama ke Solo? Auk, nyokap udah punya rencana yang cukup banyak dan ribet, sehingga mungkin tahun depan gue juga ikutan ke Solo buat kuliah, karena rencana "super" buatan nyokap gue. Well, dia memang selalu mengatur apa aja di keluarga gue. Namanya juga cewek, kalo gak nurut, dia ngambek. Sama kayak kalo pacaran. Sebagai cowok, mau gak mau harus nurut sama ceweknya, kalo enggak, si cewek ngambek, kesel, terus putus. Kalo misalnya cowok yang buat keputusan dan si cewek nolak, yang ngambek malah ceweknya, terus putus. Jadi serba salah. Sedih ya.

Wait, kok malah jadi galau -__-

Intinya, gue (mau gak mau) nurut sama nyokap gue.

Btw kenapa adek gue mau masuk asrama? Awalnya sih ajakan nyokap, tapi lama kelamaan adek gue memutuskan sendiri, sekolah SMA dia masuk asrama. Katanya sih belajar mandiri.

Di asrama yang adek gue tempati, jadwalnya sangat ketat. Setiap hari, harus bangun jam setengah 5 pagi, ikut misa jam setengah 6 pagi, dan jadwal-jadwal ketat lainnya. Bahkan HP dan laptop harus dititipkan di suster asrama (yap, adek gue masuk asrama Katolik), dan hanya diperbolehkan dipakai di hari minggu, itupun juga dengan waktu yang ditentukan. Mau nonton aja ada ruangan khusus, namanya ruang menonton TV, dan hanya diperbolehkan dari jam 6 - jam 7 malam. Selebihnya, harus belajar di ruang belajar dari jam 7 - jam 9. Lalu jam 9 keatas harus tidur, tidak boleh ada yang belajar di ruang tidur.

Gue gak bakal mau masuk asrama kalo jadwalnya seketat itu, karena gue tipikal orang yang gak suka aturan yang sangat keras.

Bagus sih, niatnya memang belajar mandiri. Jarang ada anak kayak begini. Gue aja gak mau masuk asrama, karena kalo gue masuk asrama, gue gak bisa maen dan seru - seruan bareng teman - teman gue, apalagi kalo soal 48 Family, mungkin gue bakal xKGNxBGTx* sama kakak - kakak dan dedek - dedek lutchu yang suka jingkrak - jingkrakan di atas panggung sana.

Wait, kenapa jadi nyerempet ke girlband idolgroup tawuran itu ya -__-

Tanggal 10 Juli, adek gue langsung masuk asrama, dan mungkin akan balik lagi saat libur lebaran.

Mungkin gue bakal xKGNxBGTx* sama adek gue. Tanpa adek gue, gue gak tau siapa lagi yang bisa ngata-ngatain gue. Gue gak tau siapa lagi yang bisa gue katain balik. Gue gak tau siapa lagi yang bisa gue pukul. Gue gak tau siapa lagi yang selalu curhat ke nyokap gue tentang kelakuan teman - teman dia dan gue.

Mungkin lingkungan rumah gue akan sedikit lebih damai, tapi jadi terlalu sepi.

Tapi di hati gue, untungnya udah gak terlalu sepi :3

Setelah mengurus adek gue di Solo, gue melakukan "Perbaikan Gizi" di sini. Kok bisa? Di sini gue makan sangat banyak, tapi duit yang gue keluarkan cukup sedikit. Berikut list harga makanan yang gue buat dari tanggal 8 Juli sampai hari ini :

susu coklat + 2 bungkus nasi goreng + 5 tusuk sate = 10.000

soto ayam + nasi + perkedel + es teh manis = 8.000

2 porsi nasi + 2 daging rendang + sayur singkong + es teh manis = 12.000

indomie goreng + nasi goreng + 5 tusuk sate = 9.000

steak jamur + es teh manis = 10.500
Masih ada 3 makanan lagi yang belom gue cantumin, karena ditraktir orang lain, jadi gue gak tau harganya.

Mungkin bagi gue (dan beberapa orang lain), gak ngerti kenapa harganya MURAH BANGET GILAK. Gue norak abis dengan harga yang semiring itu. Di Jakarta aja nasi padang gak mungkin sampe segitu kalo porsinya sebanyak itu. Gue cukup bangga bisa memperbaiki gizi gue di sini.

Besok, tanggal 13 Juli, sore hari, gue pulang ke rumah gue. Gue xKGNxBGTx* sama komputer gue. Gue xKGNxBGTx* sama game-game kegemaran gue. Gue xKGNxBGTx* ranjang gue yang selalu menemani gue disaat gue kesepian di malam hari. Gue xKGNxBGTx* sama kamar gue yang bisa dijadikan tempat penampungan hasil pembuangan gas gue. Gue xKGNxBGTx* nonton kakak-kakak dan dedek-dedek lutchu berjingkrakan di atas panggung di sebuah theater yang letaknya di pusat kota Jakarta. Gue xKGNxBGTx* sama temen-temen seper-enggak-waras-an gue. Gue xKGNxBGTx* sama cew.... wait, dia udah ada yang punya :(

Semoga adek gue betah di asrama, dan bisa sukses, tanpa adanya keributan akibat gue.

Hope my trip to go home will be safe :D  (entahlah tenses ini bener apa enggak)



Salam xKGNxBGTx*

@leonardixb

*) xKGNxBGTx = xKANGENxBANGETx ("Kangen Banget", dibuat dengan imbuhan "x" di tiap spasi biar keren dan agak gaul gitu)

Sabtu, 23 Maret 2013

[Buat Leon] Gimana Sih Malem Minggu Lo?

Well, postingan ini sengaja gue bikin pas malem mingguan karena ada teman gue yang minta gue ngepost tentang malem minggu gue. Kayaknya dia penasaran banget, tapi yaudahdeh gue ceritain malem minggu gue hari ini.

Hari ini, tanggal 23 Maret, adalah hari dimana sekolah gue mengadakan pengambilan rapot buat gue. Yang ambil rapot adalah bokap gue.

Gue bangun tidur jam 10, itu juga pake alarm JKT48 dengan suara Dhike yang susah payah gue beli, Kira-kira suaranya begini :

Ayo bangun, jangan males. Aku yang secerah mentari sudah tiba untuk menerangi harimu~
Gue pun bangun kayak orang yang lagi dibisikin suara bidadari, iya bidadari, suaranya direkam di handphone gue. Sedih gila.

Gue bangun, lalu menggelinding keluar mencari makanan di meja makan. Gak ada makanan. Gue menggelinding mau nonton TV, tiba2 ada Farrah Quinn lagi masak. Makin laper. Akhirnya gue pasrah mengais tong sampah demi sebungkus Kit-Kat yang dibuang karena udah expired lewat dari seminggu.

Setelah makan Kit-Kat-yang-udah-expired-lebih-dari-seminggu, bokap gue baru mau pergi ambil rapot gue, kira-kira jam 11 siang. Setelah bokap gue pergi, gue masuk ke kamar gue, buat mengamankan poster Stella gue biar gak dilecekin untuk kedua kalinya gegara ada nilai jelek padahal itu nilai nyasar.

Jam setengah 1 siang bokap baru pulang, nyokap langsung meminta rapotnya, dan nunjukin ke gue. Pelajaran Mat Fisika dan Biologi gue diatas 80. Kimia gue 70, itu juga belom lengkap nilainya (kalo lengkap juga nilainya udah hancur). Buat gue itu udah agak lumayan. Tapi karena mereka tau peringkat gue gak 10 besar (padahal setau gue, rapot bayangan gak ada peringkatnya)(bokap gue selalu nanya peringkat tiap ambil rapot ke guru gue, entah rapot semesteran maupun bayangan), jadi gue diberi siraman rohani agar gue belajar terus. iya, cuma 3 pelajaran itu dan Mandarin yang 80 ke atas. sisanya 70an. Bahkan nilai agama gue aja cuma 74.

Gue bingung, jadi gue di sekolah ngejar ranking gitu? Kalo mau ngejar ranking mending gue sekolah di sekolah abal-abal aja kali ya, gampang masuk 10 besar, walaupun gue jadi gak sepinter di sekolah gue sekarang.

Setelah diceramahin, gue langsung masuk kamar, ambil hp, kemudian masuk WC, karena selama diceramahin gue lagi kebelet nyetor ke WC.

Setelah beres, gue langsung naik ke atas buat bermain komputer, makan, dan main komputer lagi,

Malam minggu gue selalu bermain komputer, kalo gak main ya ngerjain tugas, atau ya ke fx nonton kakak-kakak dan dedek-dedek luthu jingkrak-jingkrakan di theater.

Malam minggu gue membosankan? Iya, untuk kali ini. Mungkin kalo gue udah punya pacar malam minggu gue akan berubah. Misal dari cuma dapet SMS dari operator, jadi dapet SMS dari operator + pacar. Dari nonton theater sendirian, jadi nonton theater sama pacar. Dari makan di emperan jalan sendirian, jadi makan di emperan sama pacar. Tapi seenggaknya kalo gue tidur tetep aja gue tidur sendirian di ranjang, gak tidur sama pacar di ranjang.

Tapi ada satu malam minggu yang gue pengen banget gue lewatin sama pacar gue.

Malam minggunya gue pengen di atas genteng. Iya atas genteng, bukan mall, bukan taman (apalagi taman lawang), bukan menara eiffel, maupun bukan di luar galaksi. Cukup di atas genteng gue sama pacar gue menatap langit bertaburan bintang, sambil memegang tangan dia, dan gue bakal bilang
Aku beruntung, di malam hari ini yang bertaburan gemerlapan bintang, aku merupakan salah satu cowok yang paling bahagia karena ngedapetin kamu. Gak perlu kita jauh-jauh ke mall cuma buat berduaan. Cukup disini aja, aku udah bisa ngeliat kamu, yang lebih cantik dari indahnya langit malam yang bertaburan bintang. Gak perlu pergi ke mall biar berasa mall milik kita berdua, biarlah atas genteng ini milik kita berdua, karena kita bisa melihat angkasa ini rasanya seperti milik kita berdua. Toh angkasa lebih luas daripada mall kan? :))

Sekian malam minggu gue kali ini.

@leonardixb

*Pengen nanyain keadaan gue yang lain biar gue post di blog gue? Metion twitter gue aja @leonardixb. Thanks :))

Senin, 11 Maret 2013

Craving Fairy

Jam 16:00. Gue lagi di jam ekskul editing animasi. Gue lagi disuruh ngerjain tugas sama guru ekskur gue, katanya sih tugasnya di email. Tapi berhubung gue males buka email, mending gue buka blog gue yang udah lama gak gue post lagi dengan hal-hal absurd gue

===========================================================================

Udah 1 bulan lebih gue gak ngeblog. Selain karena tugas - tugas sekolah yang super numpuk kayak kue lapis di dalam kardus yang ditumpuk 48 kardus, tiap weekend gue juga menghabiskan malam minggu gue. Bukan, bukan sama cewek, gue (masih) belom punya pacar. Gue juga gak menghabiskan malam minggu gue bersama cowok karena gue gak homo. Malam minggu gue diisi dengan mengerjakan tugas - tugas gue juga. Jadi intinya malam minggu gue ditemani sama komputer gue.

Sebenernya gak cuma sama komputer gue doang juga sih. Malam minggu gue juga ke theater JKT48 nonton kakak-kakak dan dedek-dedek cantik menari-nari di atas panggung dengan riang gembira. Iya, theateran bikin kehidupan jomblo gue agak lebih bahagia.

Pada awal theateran, tingkat bahagia jomblo gue mencapai 48%. Tapi seperti yang hukum Gossen katakan pada ilmu ekonomi, ”Jika pemenuhan kebutuhan akan satu jenis barang dilakukan secara terus-menerus, utilitas yang dinikmati konsumen akan semakin tinggi, tetapi setiap tambahan konsumsi satu unit barang akan memberikan tambahan utilitas yang semakin kecil.” (Gossen:1854), gue merasa kebahagiaan gue berkurang 4,8% per bulan. Kok lama-lama bosen juga ya theateran mulu liat cewek-cewek yang melonjak-lonjak di atas panggung. Kayaknya hidup gue cuma disekitar itu-itu aja, kalo gak ngewota, ya ngidol (sebenernya ngewota sama ngidol sama aja sih -__-).

Gue mulai penat. Rasanya tiap bulan pasti ketemu cewek idaman gue di atas panggung yang gak bakal pernah jadian sama gue. Mustahil seorang cewek cantik eksis yang dipuja-puja para lelaki bisa jadian sama gue, cowok jomblongenes gembelnista aloneranger yang suka nangkring di atas genteng sambil ngeliatin langit malam yang bertabur gemerlapan bintang sambil bilang "Jodohku Piye?".

Gue pernah membayangkan, seandainya Peri itu ada beneran...

Iya, gue dulu suka nonton Peterpan. Bukan, bukan Peterpan yang vokalisnya Ariel yang pernah nyanyi "Ada Apa Denganmu", "Topeng", dan berbagai lagu hits Peterpan lainnya. Tapi Peterpan yang film kartun buatan Walt Disney, menceritakan tentang seorang laki-laki bernama Peter yang hidup tidak pernah tua di sebuah dunia bernama Neverland. Gue juga pengen hidup di Neverland, gak pernah tua, gak perlu ribet mikirin tugas sekolahan, dan gak perlu ribet mikirin masalah duniawi.

Di Neverland, katanya banyak Peri. Salah satu Perinya bernama Tinkerbell. Dia adalah Peri yang selalu menyertai Peterpan kemanapun dia pergi. Tinkerbell juga pernah menolong Peterpan yang hampir keracunan makanan dari Captain Hook, dengan mengorbankan dirinya hingga dia sekarat. Untungnya Peterpan mempercayai Tinkerbell, sehingga Tinkerbell dapat hidup kembali dan kembali bersama Peterpan.

Gue inget salah satu kalimat yang pernah diucapkan Peterpan, sehingga Tinkerbell menjadi hidup kembali :

I do believe fairies, I do, I do

Kalimat itu kemudian diikutin sama karakter-karakter di Peterpan, hingga Tinkerbell hidup lagi.

Sekarang kembali ke kehidupan gue. Awalnya gue gak percaya sama Peri di dunia ini. Tapi setelah gue berpikir meratapi kehidupan gue yang super ngenes, gue mengambil kesimpulan : Peri itu beneran ada.


Gak percaya? Awalnya pasti memang pada gak percaya. Tapi gue pernah melihat Peri itu beneran. Dia sangat cantik sekali, melebihi kecantikan Miss Universe maupun Miss World. Kemudian gue sekarang yakin :

I do believe fairies, because I ever meet a Melancholy Fairy outside there.

Iya, dia sangat cantik. Mungkin saking cantiknya sebenernya banyak cowok yang juga ingin bersama dia untuk menemani hidup mereka. Gue juga gak yakin kalo gue bakal bisa mendapatkan wanita secantik dia.

Tapi yasudahlah. Walaupun gue gak bisa mendapatkan Peri cantik seperti dia yang gue dambakan, mungkin di luar sana masih banyak Peri-Peri cantik lainnya yang bakal mau bersama gue, sama seperti Tinkerbell yang selalu bersama Peterpan kemanapun.


Salam Lightstick Meredup


@leonardixb

*P.S : Postingan kali ini gak ada kaitannya sama bio twitter salah satu member JKT48.

Sabtu, 09 Februari 2013

Cinta di dalam Angpao

Holaaaaaaa amigos. Maaf gue udah menelantarkan blog gue selama sebulan. Gak, bukan karena gue sibuk pacaran sama pacar gue, wong pacar aja gue (masih) gak punya. Gue jarang ngeblog karena ya waktu gue mulai menyempit gegara girlband idol group bernama JKT48 itu. Ya, bulan Januari gue nonton 2x doang sih, tapi ditambah dengan tugas-tugas sekolah gue yang bertingkat banyak macam menara dubai, ya ga kelar-kelar gue urus blog gue yang mungkin jarang dibaca orang ini.

Sebelumnya, gue mengucapkan Selamat Tahun Baru 2013. Udah lewat 1 bulan? Ga peduli, yang penting ngucapin. Toh gue ngucapin maupun gak ngucapin tetep aja gak bikin kesempatan gue dapet pacar nambah.

Oke back to topic...

Hari ini adalah hari Sabtu. Berarti saat malamnya adalah Sabtu Malam. Kenapa bukan Malam Minggu? Karena di dalam bahasa inggris adanya Satnite / Saturday Nite (Saturday Night), bukan Nite Sunday, Jadi, perhantu dengan Malam Minggu :))

Selain Sabtu Malam, besoknya adalah hari Imlek, atau biasa disebutnya Sincia. Imlek adalah hari dimana anak-anak (termasuk remaja Jomblo Kere Terlalu ngenes seperti gue) akan diberikan angpao oleh orang-orang yang sudah berkeluarga (CMIIW). Angpao? Angpao adalah amplop kecil yang biasanya diisi duit, kemudian dibagikan ke anak-anak (termasuk remaja Jomblo Kere Terlalu ngenes seperti gue).

Gue, yang udah bukan anak-anak lagi (tapi tetep termasuk remaja Jomblo Kere Terlalu ngenes seperti gue) juga sangat mengharapkan angpao. Tentu aja dengan isi angpao tersebut, gue bisa menafkahi kegiatan ngidol gue. Walaupun track record angpao gue gak pernah di atas 400rb, tapi ya gue tetep bahagia karena gue bisa dapet duit, sama seperti pemikiran anak-anak kecil yang ngebet banget dapet angpao :))

Hari ini Sabtu malam, sekaligus hari yang (katanya) banyak pasangan-pasangan pacaran di waktu ini, dan membuat jomblo-jomblo sakit hati (katanya lagi).

Gue, yang termasuk remaja Jomblo Kere Terlalu ngenes, juga ikut merasakan kegalauan jomblo-jomblo lainnya. Ya, gue masih jomblo. Gue masih belom laku. Gue masih belom punya cewek yang mau menerima gue apa adanya. Gue.... ya gue, masih unimportant man in their eyes and their mind. Gue ga tau kapan gue melepas status gue sebagai Jomblo Kere Terlalu ngenes. Walaupun menjadi Jomblo Kere Terlalu ngenes sangat enak buat ngidol karena ga ada cewek (pacar) yang bakal ngomelin kita karena terlalu dekat dengan member, tapi tetep aja, di kehidupan sehari-hari, gue jauh dari cewek-cewek itu. Gue cuma bisa dekat samam mereka di saat theater doang. Sedangkan buat calon pasangan hidup gue? Belom tentu salah satu dari mereka bisa jadi pasangan hidup gue.

Jadi, malam minggu gue kali ini diisi dengan galau angpao besok, sekaligus galau kapan jodoh gue dateng. Karena angpao gak menambah chance gue dapet pacar, dan pacar gak menambah chance gue dapet angpao lebih banyak.

Yak, di malam ini, gue cuma bisa berharap, besok gue dapet angpao, sekaligus bisa mencari pujaan hati gue, agar valentine nanti gue gak ngenes. Atau malah, saat gue mendapat angpao dan membuka angpao tersebut, keluar seorang cewek cantik pujaan hati gue dari dalam angpao tersebut, lalu dia bisa jadi pacar gue, bahkan bisa sampai ke pelaminan, indah banget rasanya dunia.

Tapi itu hanyalah fantasi, dan gak mungkin terjadi.

Yasudahlah, semoga angpao gue dan kalian yang merayakan Imlek bertambah, dan chance mendapatkan pacar buar gue dan para jomblo-yang-ngebet-banget-punya-pacar lainnya bertambah.


Salam Wo Ai Ni, Ni Bu Ai Wo, Wo Suicide.

@leonardixb

Kamis, 06 Desember 2012

#JodohkuPiye ?

Jam 20.30. Gue sedang kekurangan ide untuk ngepost kali ini. Tapi ya daripada gak diurusin terus, lebih baik mencoba membuat postingan berdasarkan apa yang di otak gue.

====================================================================================

Udah lama banget ya gue gak ngepost. Enggak, gue bukannya udah gak sayang sama blog gue lagi. Tapi karena padatnya aktivitas gue kemarin-kemarin, sampe akhirnya udah (harusnya) libur. (kok harusnya? karena..... gak jadi deh, nanti gue dikira ngatain sebuah oknum)

Aktivitas gue super padat di bulan November hingga Desember. Dari belajar mati-matian demi nilai UAS gue yang harus bagus (supaya bisa nonton theater JKT48 pas liburan), hingga aktivitas ngidol gue berkurang. Iya berkurang, gue udah jarang nonton theater lagi ^^

Terakhir gue nonton theater ya pas ulang tahun Cici Kawaii. Iya, yang 1 hari aktivitasnya super padat itu (gak ngerti? baca postingan yang ini). Kalo biasanya gue nonton theater 1 bulan 2x, kali ini udah 1 bulan 1x. Ya akhirnya gue bisa ngurang-ngurangin kegiatan menguras duit itu.

..... Kok jadi ngomongin idol group itu lagi sih -__- *kucek-kucek rambut*

Kali ini postingan gue tentang : #JodohkuPiye?

Kok pake hestek segala judulnya? Enggak, bukan karena gue mau terkenal pake hestek (re : hashtag, bahasa orang awam) kayak begituan (lagian itu hestek juga bukan buatan gue). Gue sengaja pake hestek gitu biar inovasi aja, jarang-jarang toh judul sebuah blog berawal dari sebuah hestek.

Berawal dari temen (gak temen deket juga sih) bernama Auvy. Dia enggak maho, dan enggak pedopil. Dia cuma necrofilia aja. Nama twitter dia @suramuram. (gue gak dibayar Auvy buat promosi twitter dia, toh orangnya pelit juga. gue minta photopack Stella sama Dhike aja ga dikasih. Parah banget emang).

Mari gue ceritakan dahulu siapa itu Auvy.

Auvy adalah salah satu skyman (manusia langit, dimana dia sangat terkenal dikalangan member) di dunia idol. Enggak, dia nggak lahir dengan cara turun dari langit kayak openingnya film Mr.Bean. Kasian jalanannya ditimpa dia, jadi lecet.

Auvy adalah salah satu jomblo yang (ngakunya) teu diwaro (tidak dianggap) sama orang-orang, baik sama temennya, oshinya, bahkan sama keluarganya sendiri. Iya, level ngenes dia sepertinya lebih suram parah daripada gue, walaupun ternyata dia udah pernah pacaran dan foto bareng artis cewek cantik banget pula. Sebenernya Auvy itu baik, tapi sayangnya cuma baik ke cewek doang. Entah mungkin karena dia mau modus buat dapetin cewek, tapi ya entahlah, kalo dia dapet jodoh pun itu pasti udah takdir Tuhan.

Balik ke topik.

Suatu hari Auvy tiba-tiba ngetwit dengan hestek (entah siapa yang mulai duluan, pokoknya dia ngetwit begini) : #JodohkuPiye ?

Hesteknya simpel, bahasanya ndeso, tapi maknanya dalem.

Gue langsung berpikir.

Iya juga ya, jodoh gue gimana nanti.


Gue pas masih SD, gue suka nabung duit uang jajan gue. Kalo gue ditanya "kok udah nabung dari kecil?", gue pasti jawabnya "buat tabungan masa depan istri, anak, cucu, dan cicit aku".

Tapi semua berubah ketika idol group penghabis duit itu datang....

Gue gak bisa mengendalikan uang di dompet gue. Duit yang tadinya gue umpetin malah gue ambil sedikit demi sedikit setiap bulannya, demi nonton kakak dan adek idol, dan belanja barang-barang yang gak tau buat diapain pas gue udah berkeluarga mungkin, karena gak mungkin gue cerita ke istri gue begini :
*ceritanya udah bekeluarga* *ceritanya loh, gue aja ga tau siapa yang mau jadi istri gue*
Gue : Mami...
Istri : Apa pi?
Gue : Papi dulu pernah demen JKT48 loh
Istri : ooh, girlband yang kalo manggung keroyokan itu ya?
Gue : Bukan, mereka itu idol group.
Istri : Ooh, entahlah namanya apa itu, tapi yang jelas kamu masih cinta sama aku kan?
Gue : Tentu dong, apa sih yang enggak buat Mami.
Istri : Ih papi bisa aja. Btw, kamu nyimpen foto-foto album pas kita nikah dulu enggak?
Gue : En.. Enggak, semuanya udah Papi buang fotonya, albumnya papi ambil buat dimasukin photopack member JKT48, biar photopack Papi bisa aman dan rapi.
Istri : .... *keluar tanduk dari kepala* *keluarin golok* *bacokin gue*

Gak mungkin gue nyimpen foto mereka sampe gue berkeluarga. Yang ada gue dikira selingkuh sama anak kecil :|

Gue masih mikir, gimana jodoh gue nanti ya. Apakah dengan cara hidup gue yang baru ini, dengan ngikutin JKT48 terus-terusan, bisa dapet kenalan cewek, yang ternyata adalah belahan hati gue, dan bersedia menjadi istri gue hingga ajal menjemput? :|

Bahkan kalo gue dapet pacar pun, kalo gue bawa dia ke theater, yang ada dia cemburu gara-gara gue terlalu berinteraksi sama member, terus gue diputusin di depan theater. Kasian abis. Kecuali kalo pacar gue juga sama-sama penggemar JKT48, kemungkinan diputusinnya sih kecil, walaupun dia tetep ngerasa diduakan, bahkan ditigakan (kalo punya oshi 2) :|

#JodohkuPiye ?

Biarlah jodoh gue ada di tangan Tuhan, entah pada umur berapakah bakal ada cewek yang mau menemani hari-hari gue dan mengisi hidup gue dengan keceriaan dia. Seenggaknya dia (calon istri gue) bisa menerima gue apa adanya, itu aja kok yang gue mau. Masalah cantik apa enggak, ya tergantung juga sih :| #abaikan

Salam Suram

@leonardixb