Welcome!

Welcome to my blog. Feel free to read posts in this blog. Critics and Suggestions are useful for me. Thank you :)

Senin, 05 November 2012

JKT48Theater : Cici Kawaii's Birthday

Jam dinding menunjukan pukul 22.48. Gue lagi membohongi orang tua gue dengan alasan ngerjain tugas presentasi PKn, padahal sih kenyataannya gue lagi main. Entah kenapa gue kangen dengan blog gue yang udah gue tinggalkan sejak ISP baru gw datengnya telat 3 minggu. Yah, mungkin saatnya hari ini untuk menulis cerita baru (lagi) di dunia per-48-an

=================================================================================

*beberapa cerita di postingan ini mungkin ada yang gak masuk akal, jadi ya jangan dipercaya 100% ya, cukup 90%nya aja*

Hari Sabtu, 3 November 2012, merupakan hari ulang tahun salah satu member JKT48, sebut saja namanya Stella a.k.a Cici Kawaii. Pada 2 November malemnya sih wota-wota udah bikin hestek tentang ulang tahun Stella, bahkan sampe masuk TTI (gue udah lupa hesteknya apaan). Maklum, ane hanya fans Stella karbitan dasar laut, gak punya SWAG apa-apa tentang dia.

3 November, selain hari ulang tahun Stella, ternyata ada event sekolah juga, namanya Butterfly. Enggak, event ini bukan tentang cowok-cowok jomblongenes tanpa harapan yang pake kostum kupu-kupu terus terbang keliling gedung sekolah sambil mengepakan sayap indah dari kostum kupu-kupunya kemudian lompat dengan tali dari lantai 4 agar keliatan seakan-akan terbang beneran. Ini event tentang edufair, mencari info tentang universitas yang diinginkan. Pokoknya buat yang galau mau kuliah dimana, wajib ikut event ini.

Dan berita buruknya lagi, gue merupakan salah satu dari panitia Edufair ini. Gak buruk juga sih, seenggaknya gue terbebas dari tugas membuat proposal. Tapi tetep aja membuat kemungkinan gue nonton theater sambil ngerayain ulang tahun Stella semakin susah, bahkan hanya 10%.. Kok 10%? Karena panitia edufair gak boleh kabur saat bertugas hingga jam 5 sore, dan kalo ada yang kabur pun bakalan dapet hukuman + tugas tambahan yang super susah. Jadi kemungkinan stay di sekolah hingga jam 5 sore 90%, dan kemungkinan gue kabur cuma 10%. Gue pasrah, gue hampir merasa sepertinya gue gak udah gak cocok lagi sama si Cici Kawaii.

Ternyata Tuhan berkehendak lain. Nyokap gue memaksa gue untuk rontgen paru-paru gue pada tanggal 3 November. Alhasil gue mendapatkan surat dokter agar bisa ijin pulang duluan. Gue pun berpikir gimana caranya mendapatkan celah yang pas agar bisa menyelesaikan 3 kegiatan super penting (menurut gue) itu.

Setelah berpikir, melihat jam, melihat kalender, melihat poster stella #eh, melihat OGB #eh, dan melihat foto gravure Mariko Shinoda #plak, gue mendapatkan waktu yang pas agar bisa mengerjakan semua kegiatan itu. Kemudian gue tertidur untuk melakukan semua kegiatan itu pada tanggal 3 November.

3 November, gue bangun jam 5 pagi (padahal alarm gue set jam 04.30). Gue langsung buka baju, ngibrit ke kamar mandi, mandi selama 2 menit, masuk kamar, pake baju, bawa tas (isi tas : minum, jaket, photopack), lalu ngacir ke sekolah dengan menggunakan motor gue yang agak baru, gue namakan Kuromidori. Kenapa Kuromidori? Karena warnanya item ijo, kayak tai ayam yang dilaletin, kalo dari jauh sepintas ijo (tainya), dan item (lalatnya). Btw kok jadi iyuh banget sih? -__-

Setelah nyampe sekolah tepat waktu (sebenernya telat 1 atau 2 menit sih), gue menuju ke atas, tapi sayangnya tas gue yangkut di kursi motor -__- alhasil setelah tas gue sukses lepas dari motor, gue mengendap-ngendap menuju sekolah, dan menjalankan aktivitas gue sebagai panitia perlengkapan Edufair.

Jam menunjukan pukul 13.30. Saatnya gue mengeluarkan senjata pamungkas gue : surat dokter. Gue tunjukan surat itu ke guru panitia gue, dan akhirnya gue boleh pulang.

Sampai di rumah, gue langsung beres-beres menuju Rumah Sakit, karena gue mau rontgen. Lalu bokap gue mengantar gue menuju Rumah Sakit jam 14.10. Gue panik takut gak keburu dan ngeri rencana gue gagal.

Setelah berkutat dengan rontgen, hasilnya diambil sabtu depan. Berarti, gue bisa kabur menuju mall zomblo itu. Zomblos, here I come :DDD

Jam 15.20, gue naik angkot menuju Terminal untuk naik busway. Dafuqnya, jalannya lagi mau dibuat jalan buat busway, sehingga macet bungat. Gue pun semakin pasrah. Kayaknya gue emang udah gak cocok lagi sama si Cici Kawaii.

Ternyata Tuhan berkehendak lain lagi. Tiba-tiba aja angkotnya ngelawan arah, super ngebut. Walaupun kena macet juga, seenggaknya gue masih bisa nyampe di terminal jam 16.15. Gue langsung lari menuju busway yang ternyata lagi ngetem, dan langsung melanjutkan perjalanan menuju mall Zomblo.

jam 17.30, Gue mendarat dengan posisi jongkok di depan tangga mall Zomblo (baca : kesandung tangga, lalu roll depan, jadinya gak jatoh, cuma jongkok di lantai). Gue langsung sprint menuju lantai 4 mall Zomblo dengan muka berbinar-binar

Binar-binar wajah gue kemudian memudar setelah tiba di lantai 4. KOK UDAH GAK ADA ANTIRAN WL LAGI? Gue tanya ke salah satu staffnya, ternyata WL udah dibagiin jam 17.00. Hening beberapa menit. Usaha gue agar bisa bertemu Cici Kawaii rasanya sia-sia aja. Gue rasa gue emang udah gak dipertemukan lagi sama Cici Kawaii, dan gue berpikir untuk oshihen karena kejadian ini.

Setelah pasrah melarat di depan theater, ternyata Tuhan berkehendak lain untuk kesekian kalinya. Jam 18.30, ada seorang wota yang membagikan tiket WL ke gue. Gue pun jadi bahagia lagi. Gak lama kemudian ada staff yang membagikan tiket WL juga. Alhasil setelah galau mau tiket WL yang mana, akhirnya gue cuma punya 1 tiket WL, dan bisa masuk theater, walaupun gue duduk di baris ke 5 paling depan, dan paling pojok, seenggaknya udah nonton. Happiness level : wota48.

Masuk theater, semua seperti biasa kalo tiap masuk theater : Botol minum kosong gue disita (sekalian titip buang sih). Gue juga nitip CD ke staff offical. Isi CDnya? Video. Video apa? Video ulang tahun. Dari siapa? Dari #LaskarHI. Mau liat videonya? Gak boleh #ngacir.

Encore yang disoraki oleh wota-wota yang kebanyakan merupakan Tim Stella, dan gue baru sadar gue gak bawa LS. Karena kreatifitas gue agak berlebihan, gue ngechant pake dompet. Tapi karena terlalu ekstrim, gue masukan lagi dompet gue ke dalam tas, dan cukup ngechant pake tangan, sambil tangan dibentuk huruf "S", menandakan Stella, member yang lagi ulang tahun saat itu.

Shonichi : pas bagian janken, yang menang Jeje. Dia joget-joget gitu, terus muter, tapi entah kenapa jogetnya itu kok keren ya.
Hissatsu Teleport, Gokigen Naname na Mermaid, Futari Nori no Jitensha <-- antara="antara" apa="apa" biasa="biasa" br="br" cuma="cuma" dhike.="dhike." gak="gak" gue="gue" konsen="konsen" masih="masih" mata="mata" stella="stella">

MC : Tema : Jikoshoukai seksi. Ini tema paling menang nyabak menurut gue selama gue nonton theater. Gue bisa mendengar suara-suara wanita loli yang seksi, bahkan ada beberapa member yang bisa menyaingi suara rintihan dari overture SDN48 dan member-member SDN48.. Hmm... Entah kenapa gue kangen buka koleksi video SDN48 gue, kemana mereka, kayaknya udah gue hapus T_T

Tenshi no Shippo : Dhike, Frieska, Sendy. Pinggulnya bahenol bok :v
Pajama Drive : Mova, Nabilah, Delima. Ini juga keren, cuma Mova ada bagian yang telat dikit, tapi tetep keren sih, enerjik juga pula.
Junjou Shugi : Gue selalu berharap Junjou Shugi diperankan oleh Dhike, Stella, Ve. Tapi kali ini Onya, Stella, Ve. Ya seperti biasa, gue cuma konsen ke satu titik doang :)) #IYKWIM #xTDMx
Temodemo no Namida : Sonia, Jeje. As usual, furicopy ^^
Kagami no Naka : Kinal, Rica, Beby, Diasta, Gaby (dia baru pertama kali kagami). Ini juga enerjik, bahkan Rica lebih enerjik daripada yang biasanya.

MC lagi : menceritakan kalo member jadi desainer kostum JKT48.

2 years Later : As usual, paling demen di bagian "ahh" :))
Inochi no : Stella : "akan kuberikan segalanya"
Kissu Shite : Sonya : "DENI" <-- -_-="-_-" baru="baru" p="p" potong="potong" rambut="rambut" staff="staff" yang="yang">Boku no Sakura : ini juga udah biasa nontonnya

Ankoru : CI STE LLA !! \o/

Wasshoi J, Suifu wa, Shoroi Shirt <-- 2="2" br="br" dan="dan" dari="dari" gembira="gembira" ke="ke" masih="masih" member="member" pandangan="pandangan" para="para" penuh="penuh" semua="semua" tertuju="tertuju" wajah="wajah">

Bonus Song : Poniiteruu~~

Lalu ada surprise. Stella ulang tahun, dirayain satu theater. Lagu berubah menjadi Namida Surprise. Kue datang. Lalu Sonia membacakan surat untuk Cicinya dia. Intinya sih, Sonia sayang banget sama Ci Stella walaupun cicinya pernah galak ke dia. Lalu akhirnya mereka berpelukan. Stella sempet nangis, tapi itu tangis kebahagiaan karena ultah kali ini dirayain sama member-member lain dan sama fans-fans dia. Gue pengen nangis, tapi gue inget kalo misalnya gue nangis nanti ingus gue makin meler (soalnya lagi pilek), ya gak jadi nangis deh.

Setelah surprise, ada foto (bukan 2shot). Fotonya diaplot di official. Gue? Di pojok kanan foto, tangan nyaris membentuk "S", sayangnya 1/4 wajah gue ketutupan wota sumringah :))

Sesi hi-touch : semua seperti biasa, gue kena sindrom "speech-bot", jadi ke hampir semua member gue cuma bilang "makasih *nama member*". Pas hi-touch sama Stella, gue sempet ngomong "Makasih cici, selamat ulang tahun ya". Terus dia bilang "Terima kasih ya". Tapi entah kenapa cici bilang begini "Diulang lagi ya hi-touchnya". Alhasil gue hi-touch 2x. Sumringah level : cici kawaii.

Sampe pas hi-touch ke Dhike, gue bilang "matur nuwun". Dhike bales "sami-sami". Gue makin sumringah.Tapi gue bingung, Dhike kan orang sunda, kok balesnya "sami-sami" ya? Setelah gue mikir, gue baru sadar, gue kan pake bahasa Jawa, ya panteslah dibalesnya pake bahasa Jawa -__-. Okelah next time ganti jadi "hatur nuhun" :v

Sampe di member terujung (dan tertua), Rica. Pas hi-touch, dia menggengam tangan gue agak lama. Mungkin sekarang dia emang begitu ke semua penonton, tapi gue seneng kok:D

Keluar theater, tiba-tiba MU bikin gol kedua di gawang Arsenal. Mendadak nobar -__-

Lalu gue pulang naik busway, angkot, ojek, dan akhirnya nyampe rumah jam 23.30. 18,5 jam beraktivitas. Capek bungat. Lalu gue membuat indom*e 2 bungkus di rumah.

Walaupun capek, tapi gue tetep seneng kok. Gue bisa ngeliat Stella tersenyum bahagia, bahkan senyumnya lebih bahagia daripada senyum-senyum di photopack dan foto-foto lainnya. Gue juga akhirnya bisa ngeliat Stella menitihkan air mata kebahagiaan karena mendapatkan banyak dukungan dari fansnya.

Gue juga akhirnya sempet ngasih video ucapan itu ke Stella. Entah video itu ditonton apa enggak, seenggaknya gue udah bahagia ikut nonton show paling bahagia bagi cici.

Gue pun merebahkan diri gue di atas ranjang, kemudian gue tertidur, bermimpi kalo gue nembak gebetan gue dengan bunga mawar putih ke dia....

With a Smile I will Conquer the World - Stella


Fans karbitan dasar laut

@leonardixb



Sabtu, 22 September 2012

Delusi Improvisasi

Jam 22.10. Seminggu yang lalu hidup gue masih belom berubah, hingga sejak bertambahnya rak buku gue dengan 1 buku yang harganya lumayan, menghabiskan 36% isi dompet gue buat masa depan keluarga gue dan anak gue... Dan efeknya masih berasa sampe sekarang, mblooo...

=================================================================================

Mungkin kalo gue ngepost foto ini, udah telat satu minggu setelah postingan blog ini yak, tapi yasudahlah karena gue sempetnya hari ini, ya hari ini.


Yak. Tepat hari Minggu, 16 September 2012, gue membeli salah satu buku yang entah kenapa pengen banget gue beli.

Gak cuma beli bukunya, gue juga (gak sengaja) nonton theater JKT48 untuk keduakalinya di bulan ini. Kok bisa? Beginilah cerita singkatnya :

Gue lagi senderan di pager yang biasa ada di mall sehabis gue membeli buku itu. Gue cuma ngeliatin orang-orang yang lagi mengantri untuk membeli buku juga. Tiba - tiba ada serangan dari sisi kanan gue. Gue didorong sama orang sebelah gue, dan tiba-tiba dalam waktu kurang dari 5 detik udah menjadi 2 baris. Gue bingung, gue tanya sama orang di belakang gue

L : "Ini antrian apa?"
J : "Antrian WL theater hari ini"
L : "Oh... Jam berapa mulainya?"
J : "Jam 2"

Sisa duit gue gak mencukupi saat itu, dan gue langsung masuk WL, depan pula. Alhasil gue mendapat WL nomor 17. Dengan menjual 1 lembar pp seharga 30rb, akhirnya duit gue ngepas lagi. Secara tidak sengaja pun gue menguras kembali isi dompet gue untuk menonton 24 bidadari loli jingkrak-jingkrak di atas panggung. Gak pengen nonton aja bisa nonton. Sedih abis.

Ah iya, gue belom menunjukkan penampakan bukunya ya. Kira-kira penampakannya kayak begini :

Enggak. Gue gak beli bukunya sebanyak ini. Ini gue ngambil dari gugel. Yang jelas yang punya buku sebanyak ini = WOTA

Harga bukunya sih emang rada mahal (apalagi bagi pelajar melarat seperti gue). Tapi setelah gue baca, ya setimpal lah. Isinya keren juga, banyak foto-foto cewek cantik disini (ya iyalah).

Tapi kehidupan gue berubah setelah gue membaca salah satu headline di salah satu halaman di buku tersebut.... (yang punya Official Guide Book JKT48 pasti tau. Yang gak punya gak tau kan? Makanya beli, harganya cuma 120 ribu doang kok :v *enggak promosi* *enggak dibayar* *suer* *tapi serius duit gue langsung habis*).

Headlinenya ga usah disebutin ya.... Intinya sih jadi kita berimajinasi/berfantasi/berdelusi kalo member JKT48 menjadi lebih dekat sama kita. Seperti Rena menjadi teman semeja, Shania jadi temen main, Nabilah jadi adek kita, Ve jadi kakak kelas, Ghaida yang jadi temen main juga, dan Melody menjadi guru. Yak itulah delusi, dimana kita hanya berandai-andai seandainya member menjadi dekat dengan kita, dan kemungkinan imajinasi kita tercapai itu kecil abis ._.

Gue, yang mempunya pemikiran easy-to-imagine-something, tentu aja demen banget bagian ini, dan ujung-ujungnya gue pun berdelusi seperti yang ada di buku tersebut, kemudian delusi gue perlahan-lahan mulai berkreasi dengan sendirinya, dan lahirlah Delusi Improvisasi ala Leonardixb.

Definisi Delusi Improvisasi : Delusi yang berasal dari pemikiran orang lain tentang sesuatu, lalu kita juga ikut berdelusi seperti itu, kemudian dengan mandiri otak kita berdelusi tentang hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan delusi awal, tetapi tokoh/karakter yang kita delusikan ada di dalam delusi kita... #Delusiception

Nah, otak gue pun mulai berdelusi yang aneh - aneh.... :
(agar delusi lebih keren, "gue" diganti "aku")
Saat aku masuk ke dalam sebuah restoran, aku melihat Stella, mengenakan baju maid hitam dan celemek putih seperti karakter anime Jepang, lengkap dengan bando putih dan mengenakan kacamata hitam bolong. Lalu dia memberikan buku menu, dan menatapku dengan manis sambil berkata... "Mau pesan apa?". Aku pun memesan sepiring spaghetti. Lalu dia berkata "tunggu sebentar ya" sambil mengedipkan matanya. Beberapa menit kemudian, dia datang membawa 2 piring spaghetti dan meletakannya di meja gue. Akupun bertanya... "Kok ada 2 piring?". Lalu Stella menjawab "hmm, aku pengen makan bareng kamu, boleh kan? Anggap aja ini kayak pelayanan VIP dari restoran kami" katanya dengan senyumannya yang menaklukan pandanganku. Alhasil aku dan Stella makan bareng semeja, berduaan, dengan 1 buah lilin di atas meja. Serasa candle light dinner...
Gak sampe segitu aja otak gue berdelusi. Pernah gue berdelusi tentang Dhike. Delusinya kayak begini :

Akupun menyusuri pantai (dari awalnya aja udah gak enak -_-). Kemudian aku melihat seorang gadis bernama Dhike, sedang duduk di kursi, sambil mengayun-ayunkan kakinya. Dia sedang termenung. Akupun bertanya kepada dia, "Kenapa?". Dia jawab "Gak apa-apa" dengan muka tsunderenya. Akupun duduk disebelah dia, dan dia mulai berkata kembali. "Aku kesepian, aku butuh teman. Maukah kamu menemaniku hingga matahari tenggelam?" kata dia masih mengayunkan kakinya. Akupun membalas "hmm boleh kok". Dhike kemudian menatapku, dengan tatapan manis dan tersenyum kecil, dengan wajahnya yang secerah matahari dan selembut embun pagi, dia berkata "Makasih ya". Lalu kami melihat matahari tenggelam sambil bercanda dan tertawa ceria, berduaan, di pantai. Serasa pantai hanya milik kita berdua...
Entah kenapa otak gue bisa berpikir kayak begitu. Enggak, gue enggak kreatif. Mungkin karena ke-jomblongenes-an, ke-gembelnista-an, dan ke-galauranger-an gua yang bisa membuat otak gue berkreasi kayak begitu. Sejenak gue berkata dalam hati, "Gue kok ngenes banget yak".

Delusi-delusi gue gak mungkin bakal terjadi di dunia nyata. Seandainya delusi gue malah jadi kejadian beneran, itu adalah keberuntungan gue yang super beruntung.

Sekian dari postingan hari ini. Gue harap dengan kejombloan kalian, kalian bisa berkreasi yang enggak aneh-aneh.


Salam jomblongenes-gembelnista-galauranger-abnormaldelusionist

@leonardixb

P.S : ini hanya curhatan ngenes seorang jomblo doang, gak beneran kok ^^

Sabtu, 01 September 2012

AFA : An Eye-Washing Event

Jam 21.30. Gue baru abis makan setelah gue berkelana gak jelas ngalor ngidul di sebuah event jejepangan. Capek sih, tapi ya demi terlaksananya ngupload beberapa foto laknad, ya gue lanjutkan saja keinginan gw untuk ngepost postingan ini.

================================================================================

AFA. Anime Festival Asia. Itulah event yang hari ini gue datengin bersama teman - teman gue hari ini, diantaranya Oci (once again, he's not Ochi JKT48, okay?), Hacege, Jo Sky, Calvin, Stanley, Daniel, dan Linne.

Jam 6 pagi. Alarm jam berbentuk sapi tanpa kaki (sebenernya kakinya copot entah kemana) gue pun berbunyi. Gue pun mematikan alarm jam gue, dan tidur lagi.

Jam setengah 7 pagi. Gue denger nyokap gue buka pintu. Gue kaget, dan langsung akting pura-pura bersihin kotoran di mata gue. Gue pun beranjak dari ranjang, mandi, sikat gigi, pake celana, pake baju, dan mempersiapkan barang-barang yang kudu gue bawa buat gue berpetualang di event jejepangan yang gue gak tau isinya apa aja.

Jam 7 pagi, gue berangkat ke rumah Calvin. Dengan bekal nasi uduk yang dibeli nyokap gue, gue bawa bekal tersebut di dalam kantong plastik. Tidak lupa juga bokap memberikan gue duit 120 ribu buat jajan. Tentu aja nyokap gue juga ngasih duit, 12 ribu.

Kira-kira jam setengah 8. Kami semua (termasuk gue beserta kantong plastik berisi nasi uduk tersebut) pergi ke AFA dianterin bokapnya Calvin. Seenggaknya duit gue gak berkurang gara2 perjalanan berangkat.

Tiba di JIExpo tempat diselenggarakannya AFA, kami pun berjalan, dan melihat antrian super panjang, walaupun gak separah antrian ticketbox jeketi sih.

credit to : @TiooMioo's instagram

Keliatannya emang lebih parah dari pada antrian tiket theater jeketi, tapi durasinya gak selama nungguin antrian tiket jeketi kok ^^

Betewe kok malah ngomongin girlband idol group itu sih. Back to topic.

Setelah mengantri, kami semua pun mendapatkan tiket akhirnya, dan tentu aja kita bersombong-sombong ria dulu sebelum masuk :))

Ki-Ka (atas): anak OSN, coverboy, gaijin, nerd
Ki-Ka (bawah) : artis K-Pop, fanboy kere

Gak cuma manusia juga yang mau narsis, tiket pun juga mau difoto.
Brace yourself, oppai... eh.... money-devastator is coming

Kemudian kami menyusuri jalan, dan masuk ke sebuah gedung. Tercium aroma gak jelas disana, yang ternyata adalah bau keringat gue sendiri. Lanjut lah.

Intinya sih cuma muter-muter kelilingin stand, foto bareng cosplayer, dan makan. Tapi karena Hacege, Stanley, Calvin, dan Linne membeli tiket stage juga, alhasil mereka ngadem disana. Gue, Oci, Jo Sky, dan Daniel? Kami jadi "cosplay-photo hunter", yang kerjanya cuma towel2 cosplayer, bilang "boleh minta foto ga", terus langsung nyosor pasang badan minta di foto.

Gue pun tertarik melihat stand Maid Cafe. Lalu kami langsung mengantri di antrian yang panjangnya kayak anaconda itu. Setelah mengantri 1 jam lebih, terlihat sebuah lembaran menu yang tercantum harganya. Karena ada beberapa menu yang habis, jadi yang tercantum adalah :

Strawberry Shortcake : IDR 110000
Rice Curry : IDR 150000
Green Tea : IDR 22500

Melongo beberapa detik....

Tentu aja karena kami pelajar melarat, gak sanggup membeli makanan semahal itu. Akhirnya setelah hampir 2 jam mengantri, cuma tinggal 4 orang di depan, kami pun keluar antrian.....

Sebenenya sih worth it ya. Harganya melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi, tapi dapet layanan cewek-cewek moe. Tapi apa dikata duit gue pas-pasan, yah yasudahlah cukup dibayangin aja. Gue dah tau entar kejadian apa kalo gue masuk Maid Cafe itu, kalo gak salting, ya pingsan.

Setelah keluar antrian, jam 4 sore kami keluar dari gedung AFA, dan menunggu temen-temen gue sehabis dari stage. Setelah Hacege, Calvin, Stanley, dan Linne keluar, kami pun langsung pulang naik bajaj, kemudian busway, kemudian angkot.

Hmm. Postingan ini kurang lengkap tanpa review belanjaan yang udah dibelanjain.

Belanjaan :
Calvin : 1 set Action Figure Rakitan Gundam : IDR 525000
Stanley : 3 deck yu-gi-oh samurai : IDR 360000
Hacege : Moekana starter 180rb, Boosternya 70rb, Keychain 2 120rb, Nendoroid 60rb, Lanyard 30rb.. Total : ya hitung sendiri lah -_-
Linne : gantungan kunci : IDR 60000 (kalo ga salah juga)

Sisanya : gak beli apa-apa. Termasuk gue.

Makanan :
Jo Sky : Nasi kari, takoyaki
Stanley : Nasi kari, takoyaki
Hacege : Nasi kari
Calvin : Nasi kari
Linne : Takoyaki
Gue : Es Krim

Tidak lengkap rasanya postingan blog gue tanpa percikan foto-foto absurd dari kamera gue.

 Coverboy gonna Cover

 Ini kayak...... gak jadi deh

 Walupun posenya sama kayak foto sebelumnya, tapi gue gak tambahin Linne di foto ini

 Ini bukan foto mas-mas bengkel

 Foto bertiga

 Foto Forever Alone



 Ceweknya cantik, asli



 Hi, my name is L, and welcome to Death Note


 Erza Scarlet KYAAAA



 Pedobear!!


 Pasrah

Semangat

Kayaknya semua foto gue tanpa pose semua. Karena gue pengen mencoba tsundere.... dan sepertinya gagal -__-

Seenggaknya dengan ikut AFA, gue dapet refreshing karena ngeliatin lumayan bvanyak cewek cakep, dan gue dapet ide kalo gue pengen cosplay nantinya.

Sekian

@leonardixb

Sabtu, 28 Juli 2012

Abnormal Fanboy's Dream

Udah lama banget gue gak ngeblog lagi. Selain karena rutinitas gue sebagai pelajar-yang-sangat-terbuang, gue juga sibuk dengan hal - hal yang gak lain dan gak bukan adalah : fanboying. Kenapa fanboying? Karena sekarang gue lagi addicted sama : JKT48

Yak udah lumayan lama gue ngefans sama JKT48. Tapi gue baru bener-bener gilanya dari bulan Mei. Yap sejak theater pertama itu, dengan insiden-insiden konyolnya (bisa dibaca disini). Insiden insiden tersebut bikin gue jadi ketagihan sama girlband idol group yang satu ini. Ya dengan surprise yang gak disangka tentunya ;).

Theater kedua. Gue juga nonton kali ini, 2x juga pula. Dapet surprise pula, yang bikin gue galau goyah gundah gulana. Surprisenya gak tanggung - tanggung pula (bisa dibaca disini). Gue jadi makin ketagihan.

Adat gue yang tiap nonton theater JKT48 2X pun terpecahkan di theater 3. Kali ini gue nonton 3x. Sadis? Memang. Duit gue jadi terkuras gara-gara 24 bidadari yang manggung di atas panggung, dengan wajah - wajah yang cantik jelitanya. Bodoh karena ngabisin duit buat hura-hura? Gue emang bodoh. Tapi karena keinginan gue untuk menjadi seorang yang bodoh, gue jadi ikut-ikutan beginian. Jomblo? Iya gue emang jomblo. Banyak kok penggemar JKT48 yang jomblo, karena membernya pun jomblo semua :p

Sejak demen JKT48, gue hampir gak merasa forever alone lagi (kadang-kadang juga masih berasa sih). Foto twitter gue yang di atas genteng berubah jadi wajah gue yang suram ini, bersebelahan dengan seorang bidadari cantik bernama Stella. Yap, dia adalah salah satu member JKT48. Gue menggunakan foto tersebut beberapa bulan, dan akhirnya berganti jadi foto Stella, dan Dhike.

Aktivitas fanboying ini emang menguras duit gue. Tapi seenggaknya gue dapet kenalan baru, bahkan #LaskarHI pun mulai dikenal di dunia 48-an. Waktu-waktu gue yang terkuras habis cuma buat mantengin komputer, jadi mulai diisi dengan menonton TV, bahkan pergi nonton JKT48. Yah lumayan daripada kehidupan gue semakin ngenes, cuma di depan komputer sambil main game yang gak jelas, terus selesai main ke WC, nyalain shower, keramas, dan berkaca sambil berkata "kapan gue punya pacar".

Siapa bilang yang demen JKT48 itu cowok semua? Ada ceweknya kok. Makanya ada fanboy dan fangirl.Kalo fanboy demen JKT48 karena ngeliat yang bening-bening, kalo fangirl hmmmm... gak tau sih, hanya mereka yang tau. hehehe. Tapi itulah perbedaan gender dalam komunitas, sangatlah indah.

Gue berpikir. Bisa gak yah fanboy dan fangirl disatukan, menjadi pasangan, kemudian mereka akan bersama-sama di pelaminan, dan berkeluarga, lalu hidup harmonis. Gue yakin jumlah jomblo akan berkurang, dan kemungkinan putusnya sedikit, karena sama-sama demen dengan satu idola, apalagi oshinya sama.

Karena gue ngetik paragraf diatas tadi, otak gue langsung berjalan, dan otak gue langsung berbicara.

Gue harus punya pacar.

Entah kenapa otak gue berkata seperti itu. Mungkin karena gue saking frustasinya sampe-sampe bisa berpikir kayak gini.

Kalo misalkan gue pacaran pun, mungkin hubungan gue gak harmonis. Gue lebih konsen ke 24 cewek - cewek itu, tanpa mikirin pacar gue. Kalo gue konsen ke pacar, gue gak bisa support habis - habisan ke member, dan malah pensiun fanboying.

Dilema abis *tempel tangan di dagu*

Gue bingung. Kalo gue begini terus, gue gak bakal tau masa depan gue bersama keluarga gue gimana. Bisa - bisa gue bakal fanboying terus sampe tua (mungkin ada fangrandfather kali). Gue harus punya tujuan gue untuk hidup.

Dan tujuan gue adalah...

Gue harus ke Jepang, untuk menonton theater AKB48.

Mimpi gila? Emang gila. Tapi seenggaknya gue harus bisa melakukan sesuatu yang bikin masa depan gue terjamin. Dan tujuan gue pun berevolusi.....

Gue harus ke Jepang, untuk menonton theater AKB48, dan kuliah disana.

Makin gila? Emang. Gue susah sekali buat meraih mimpi yang tingginya mencapai langit ke tujuh seperti itu. Tapi gue harus mencapai target itu. Demi masa depan gue \o/

Gue pun berandai-andai. Seandainya di dalam suatu pesta, gue sedang meratapi kesendirian gue. Tiba - tiba ada wanita, yang cantiknya melebihi bidadari (dan dia bukan member), datang melalui pintu masuk ruangan pesta tersebut, mengenakan gaun yang sederhana, tapi membuat dia sangat cantik. Lalu gue menatap dia dari tempat duduk gue, dan dia mentapa gue balik. Kemudian wanita tersebut menghampiri gue, duduk di sebelah gue, lalu berbincang-bincang. Seketika itu gue langsung berlutut dan berkata kepada dia, bahwa gue mencintai dia. Kemudian dia menerima gue, dan gue hidup bahagia bersama dia, mulai dari pacaran, pelaminan, berkeluarga, hingga mencapai surga. Indahnya dunia..

Mungkin andai-andai gue gak ada hubungannya dengan aktivitas fanboying gue (ya iyalah tiba-tiba kepikiran gitu, ya langsung gue tulis). Namanya juga mimpi, ya kemungkinan terkabulnya kecil banget. Tapi ya kalo terkabul sih, bagus juga.

Yah semoga gue masih bisa menjalankan aktivitas fanboying gue, dan kalaupun tiba-tiba gue dapet pacar, semoga pacar gue bisa mengerti apa yang gue lakukan, malah kalo bisa dia jadi fangirl :p


Salam Jomblo, Kere, Tak bisa move on.

@leonardixb

Selasa, 19 Juni 2012

JKT48Theater 2 (part 2) : Keajaiban Sumpah Cium Tembok

Postingan ini adalah lanjutan dari postingan ini . Karena gue dimention sama memberJKT48 (stella JKT48) karena gue ngasih "sesuatu" ke dia, mau gak mau, gue harus melanjutkan posting ini. Buktinya nanti ya.

===============================================================================

Tanggal 16 Juni telah tiba. Theater day 3 dimulai saat hari itu. Gue bersiap untuk pergi ke Pasaraya Grande untuk ketiga kalinya. Kali ini gak cuma gue doang. Gue bersama Jo Sky, Marcel, Hans, Sutirta, Rendy, Cynthia, dan Julio. Kami menamakan tim kami LaskarHI 48. Suatu saat tim yang terdiri dari 7 fanboy dan 1 fangirl ini akan semakin berkembang, dan dikenali oleh semua mahluk hidup, baik manusia, hewan, dan tumbuhan.

Kami memulai perjalanan kami dari sebuah bunderan yang biasanya banyak angkot ngetem (berhenti mencari penumpang). Saat angkot ngetem, kami berdelapan langsung masuk angkot. Otomatis angkotnya hampir penuh, dan gak jadi ngetem. We conquered the angkot like a boss. Angkot pun langsung membawa kami ke Terminal Pulogadung, tanpa berhenti. Dari Terminal Pulogadung pun kami naek busway juga.

Setelah sampai di Terminal Blok M, kami langsung ke Pasaraya Blok M dan langsung naik lift menuju lantai 7. Saat lift naik, kami melihat di depan ticketboxnya sambil semua berteriak
Wah sepi yaa
Setelah pintu lift terbuka, banyak orang yang lagi duduk di lantai. Ternyata rame bener, dan ticketbox belom dibuka. Kami pun langsung hening dengan muka innocent.

Sebelum ticketbox dibuka untuk orang yang telah memesan tiket via ticketbox dan email, gue iseng berkata kepada temen - temen gw (serta gw juga pernah mengatakannya di twitter sehari sebelum theater) :
Sampe tiba - tiba ada paket Stella (poster Stella bertandatangan, kipas, stiker), gue cium tembok.
Promise accepted.

Tempat penukaran tiketpun dibuka. Yang menuju kesana adalah gue (dengan 1 tiket), jo sky (2 tiket, dia dan Hans), Marcel (2 tiket, dia dan Rendy), dan Sutirta (2 tiket, dia dan Cynthia). Kok gue cuma 1? Berarti anda belom membaca postingan gue sebelumnya. Baca dulu lah -__-

Bagaimana nasib Julio? Dengan maaf sebesar-besarnya, Julio kami tinggalkan duduk terlantar di waiting list. Mau bagaimana lagi, tiket kami enggak cukup. Yasudahlah kita pasrahkan saja dia ke waiting list.

Kami (tanpa Julio) masuk, menukarkan kertas dengan tiket theater, dan masuk. Gue, Cynthia, dan Marcel juga menitipkan fanletter dan fanart buat member JKT48 :)
Mau liat fanart buatan gue? Mau liat banget ya? Kok kepo ya..

Kami mengambil undian nomor 10. Kenapa? Tadinya sih mau nomor 4, tapi udah habis, jadi ya mau gimana lagi. 10 aja deh.

Kami pun berbaris. Sedangkan Julio masih terlantar tak ada tujuan di lantai, berharap bisa masuk theater.

Jam menunjukan pukul 1 siang. 1 jam lagi theater dibuka. Ternyata offical memberikan kejutan. Hari itu dijual paket Sonya dan paket Stella. Gue hening beberapa detik.

Okeh gue harus cium tembok nanti.

Gue langsung mengantri, dan membeli paket Stella. Akhirnya gue dapet poster bertanda tangan Stella, kipas, dan stikernya. Bahagia tingkat wotagei.

Ketika sudah hampir jam 2, pengambilan undian pun dimulai. Ternyata yang dipanggil pertama adalah nomor 4. Beda abis sama 1 bulan yang lalu saat gue mengambil undian nomor 4. Nomor undian 10 pun dipanggil di tengah - tengah. Kami langsung duduk di kursi yang kami inginkan. Jika 1 bulan yang lalu gue duduk di urutan ke 3 dari belakang, sekarang gue duduk di urutan 4 dari belakang. Sedikit kemajuan lah.

Kami sudah merasa bersalah karena meninggalkan Julio terlantar di luar. Ternyata keajaiban pun tiba. Julio masuk theater. Kami senang sekali dan tidak jadi merasa bersalah. Lalu Julio melangkah anggun, dan duduk di barisan ke 6 dari belakang. Yap, dia berada lebih depan daripada kami. Scumbag abis.

Theater pun dimulai. Kami menonton sambil ngechant. Apa itu ngechant? Hmm cari di gugel deh, banyak penjelasannya disitu. Intinya nonton JKT48 itu lebih heboh daripada nonton boyband/girlband lain :)

Karena gue udah pernah nonton, gue udah tau lagu - lagunya. Gue enggak sekaget saat theater pertama. Tetep keren lah theaternya.

Tapi gue dibikin kaget (lagi) saat mereka menampilkan Junjou Shugi. Kalo bulan lalu centernya adalah Sonya, kali ini centernya adalah Dhike. Kaget tingkat skripsi S3.

Dhike, dengan muka yang innocent, jadi center junjou shugi dengan mengenakan seifuku merahnya yang hot. Tiap gemulai gerakannya, membuat mata gue lebih memilih melihat dia daripada Stella (yang saat itu menjadi backdancer). Gue cengok sepanjang Junjou Shugi berlangsung. Wajah Dhike membuat gue galau parah. Untuk pertamakalinya gue goyah sampe cengok begini. Dhike emang maut abis.

Setelah theater selesai, kami (kali ini dengan Julio) handshake dengan member JKT48. Kali ini enggak ada 2shot (foto bareng member). Padahal gue berharap bisa foto bareng Dhike (karena efek dialog itu masih ada sejak 1 bulan yang lalu). Yah semoga aja di lain waktu bisa foto bareng Dhike. *masih belum oshihen kok tenang aja*

Setelah keluar dari theater, kami langsung menuju tempat dimana dompet kami akan dibabat habis : Stand Merchandise.

Gue cukup beli 2 photopack. Di photopacknya sih gak dapet foto Stella sama Dhike. Tapi dengan hasil bernegosiasi dengan orang lain, akhirnya gue mendapatkan foto keduanya. Gue baru sadar, gue kan masih oshimen ke Stella, kenapa udah ngincer sasshin Dhike. Gue bener - bener goyah sampai sekarang ini.

Saat pulang, kami bingung mau ke lantai 7 demi swag idol, atau ke bawah demi uang. Dengan menggunakan koin sakti, kami lempar 5x. Ternyata 3x gambar angka (naik ke atas) dan 2x ke bawah (gambar garuda). Kami langsung naik lift yang ada. Tapi lift berkehendak lain. Liftnya malah kebawah. Alhasil kami gak jadi menghabiskan duit kami demi jajanan itu.

Saat pulang, kami menemukan hal janggal : menemukan busway dengan kode JTM - 048. Jangan - jangan itu adalah busway member JKT48..

Lalu saat pulang naik angkot, kami bertemu dengan fanboy baru yang rumahnya dekat dengan rumah kami. Fanboy ini sangat bawel dan ngondek abis, kayak cowok yang dicekokin barbie mulu dari kecil. Fotonya sih gak perlu dipublikasikan lah, privasi.

Fanboy ini selama perjalanan bernyanyi terus. Yah maklumin aja, fanboy baru, pasti masih berasa euphorianya. Sama kayak Cynthia, fangirl yang baru pertamakali nonton theater, dan *uhuk* kesenengan *uhuk* karena dapet poster bertandatangan dari Stella (oshi dia), padahal jelas - jelas ditulisnya "To : Cyhthia"

Lalu kami pulang ke rumah kami masing - masing dengan bahagia, dan selamat sentosa. Gue gak jadi cium tembok, tapi gue traktir temen - temen gue jus buah, untuk merayakan gue mendapatkan poster Stella bertanda tangan.

Di rumah, gue buka komputer, dan menyalakan twitter, lalu Dhike ngetweet bagaimana dengan junjou shuginya. Gue bales aja, kalo Junjou Shuginya bikin gue speechless (emang kenyataan gue cengok nontonnya).

Dalam hati gue bilang : "kalo dibales gue cium tembok lagi"

Gak berapa lama, tiba - tiba Dhike mention gue.



Okeh, gue langsung cium tembok deket komputer gue.

Lalu gue masuk kamar, dan jeprat jepret hasil buruan gue saat itu.

 Bahagia Tingkat Senbatsu

Gak cuma bahagia, gue juga lagi goyah karena mendapatkan sasshin maut

Goyah Tingkat Senbatsu


Keesokan harinya, gue dan Marcel nonton theater lagi. Kali ini lebih tepatnya gak sengaja. Karena niatnya mau nganterin Marcel ke tempat servis HP di Blok M (ini juga cuma alibi sih).

Gue juga bilang ke Marcel

Kalo gue dapet paket Dhike, gue cium tembok lagi

Saat sampai di theater, kami hanya mengandalkan waiting list.

 Waiting List aja udah kayak gini

Ternyata, gue dan Marcel bisa nonton lagi, karena masih sisa 15 kursi, dan diantaranya gue dan Marcel masuk. Banyak sih yang ga dapet di belakang kami. Tapi mau diapain lagi.
Kami nonton theater lagi dengan tidak bosan :)

Lalu gue dan Marcel pergi ke tempat servis HP di Blok M Plaza (tinggal nyebrang, tapi agak jauh kalo jalan kaki).

Setelah balik, kami ke lantai 7, siapa tau masih ada yang jualan paket. Lalu Marcel ketemu kenalannya, namanya Helmi.

Helmi bilang, kalo tadi ada paket Dhike.

Gue pasrah, dan gue menangis dalam hati.

Yang lebih parah lagi, kata Helmi bahwa Dhike sampe nungguin ada yang mau beli paket Dhike apa enggak

Nyesek tingkat skripsi S3.

Seenggaknya gue gak cium tembok dan enggak oshihen.

Lalu kami pulang ke rumah kami masing - masing dengan pasrah, berharap suatu saat gue dapet poster Dhike bertanda tangan.

Sampai saat ini pun, gue masih bingung mau memilih antara Stella dengan Dhike...

===================================================================================

Bonus : 

-Bukti kenapa gue jadi melanjutkan postingan ini :


-Bukti gue cium tembok

Seandainya yang gue cium itu cewek...

-Keliatan gak kecium? Nih bekasnya

Yang gelap itu, bekas bibir gue -__-

Puas? -__-
Pesan moral : Janji cium tembok itu terkadang ampuh juga...