Welcome!

Welcome to my blog. Feel free to read posts in this blog. Critics and Suggestions are useful for me. Thank you :)

Sabtu, 22 September 2012

Delusi Improvisasi

Jam 22.10. Seminggu yang lalu hidup gue masih belom berubah, hingga sejak bertambahnya rak buku gue dengan 1 buku yang harganya lumayan, menghabiskan 36% isi dompet gue buat masa depan keluarga gue dan anak gue... Dan efeknya masih berasa sampe sekarang, mblooo...

=================================================================================

Mungkin kalo gue ngepost foto ini, udah telat satu minggu setelah postingan blog ini yak, tapi yasudahlah karena gue sempetnya hari ini, ya hari ini.


Yak. Tepat hari Minggu, 16 September 2012, gue membeli salah satu buku yang entah kenapa pengen banget gue beli.

Gak cuma beli bukunya, gue juga (gak sengaja) nonton theater JKT48 untuk keduakalinya di bulan ini. Kok bisa? Beginilah cerita singkatnya :

Gue lagi senderan di pager yang biasa ada di mall sehabis gue membeli buku itu. Gue cuma ngeliatin orang-orang yang lagi mengantri untuk membeli buku juga. Tiba - tiba ada serangan dari sisi kanan gue. Gue didorong sama orang sebelah gue, dan tiba-tiba dalam waktu kurang dari 5 detik udah menjadi 2 baris. Gue bingung, gue tanya sama orang di belakang gue

L : "Ini antrian apa?"
J : "Antrian WL theater hari ini"
L : "Oh... Jam berapa mulainya?"
J : "Jam 2"

Sisa duit gue gak mencukupi saat itu, dan gue langsung masuk WL, depan pula. Alhasil gue mendapat WL nomor 17. Dengan menjual 1 lembar pp seharga 30rb, akhirnya duit gue ngepas lagi. Secara tidak sengaja pun gue menguras kembali isi dompet gue untuk menonton 24 bidadari loli jingkrak-jingkrak di atas panggung. Gak pengen nonton aja bisa nonton. Sedih abis.

Ah iya, gue belom menunjukkan penampakan bukunya ya. Kira-kira penampakannya kayak begini :

Enggak. Gue gak beli bukunya sebanyak ini. Ini gue ngambil dari gugel. Yang jelas yang punya buku sebanyak ini = WOTA

Harga bukunya sih emang rada mahal (apalagi bagi pelajar melarat seperti gue). Tapi setelah gue baca, ya setimpal lah. Isinya keren juga, banyak foto-foto cewek cantik disini (ya iyalah).

Tapi kehidupan gue berubah setelah gue membaca salah satu headline di salah satu halaman di buku tersebut.... (yang punya Official Guide Book JKT48 pasti tau. Yang gak punya gak tau kan? Makanya beli, harganya cuma 120 ribu doang kok :v *enggak promosi* *enggak dibayar* *suer* *tapi serius duit gue langsung habis*).

Headlinenya ga usah disebutin ya.... Intinya sih jadi kita berimajinasi/berfantasi/berdelusi kalo member JKT48 menjadi lebih dekat sama kita. Seperti Rena menjadi teman semeja, Shania jadi temen main, Nabilah jadi adek kita, Ve jadi kakak kelas, Ghaida yang jadi temen main juga, dan Melody menjadi guru. Yak itulah delusi, dimana kita hanya berandai-andai seandainya member menjadi dekat dengan kita, dan kemungkinan imajinasi kita tercapai itu kecil abis ._.

Gue, yang mempunya pemikiran easy-to-imagine-something, tentu aja demen banget bagian ini, dan ujung-ujungnya gue pun berdelusi seperti yang ada di buku tersebut, kemudian delusi gue perlahan-lahan mulai berkreasi dengan sendirinya, dan lahirlah Delusi Improvisasi ala Leonardixb.

Definisi Delusi Improvisasi : Delusi yang berasal dari pemikiran orang lain tentang sesuatu, lalu kita juga ikut berdelusi seperti itu, kemudian dengan mandiri otak kita berdelusi tentang hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan delusi awal, tetapi tokoh/karakter yang kita delusikan ada di dalam delusi kita... #Delusiception

Nah, otak gue pun mulai berdelusi yang aneh - aneh.... :
(agar delusi lebih keren, "gue" diganti "aku")
Saat aku masuk ke dalam sebuah restoran, aku melihat Stella, mengenakan baju maid hitam dan celemek putih seperti karakter anime Jepang, lengkap dengan bando putih dan mengenakan kacamata hitam bolong. Lalu dia memberikan buku menu, dan menatapku dengan manis sambil berkata... "Mau pesan apa?". Aku pun memesan sepiring spaghetti. Lalu dia berkata "tunggu sebentar ya" sambil mengedipkan matanya. Beberapa menit kemudian, dia datang membawa 2 piring spaghetti dan meletakannya di meja gue. Akupun bertanya... "Kok ada 2 piring?". Lalu Stella menjawab "hmm, aku pengen makan bareng kamu, boleh kan? Anggap aja ini kayak pelayanan VIP dari restoran kami" katanya dengan senyumannya yang menaklukan pandanganku. Alhasil aku dan Stella makan bareng semeja, berduaan, dengan 1 buah lilin di atas meja. Serasa candle light dinner...
Gak sampe segitu aja otak gue berdelusi. Pernah gue berdelusi tentang Dhike. Delusinya kayak begini :

Akupun menyusuri pantai (dari awalnya aja udah gak enak -_-). Kemudian aku melihat seorang gadis bernama Dhike, sedang duduk di kursi, sambil mengayun-ayunkan kakinya. Dia sedang termenung. Akupun bertanya kepada dia, "Kenapa?". Dia jawab "Gak apa-apa" dengan muka tsunderenya. Akupun duduk disebelah dia, dan dia mulai berkata kembali. "Aku kesepian, aku butuh teman. Maukah kamu menemaniku hingga matahari tenggelam?" kata dia masih mengayunkan kakinya. Akupun membalas "hmm boleh kok". Dhike kemudian menatapku, dengan tatapan manis dan tersenyum kecil, dengan wajahnya yang secerah matahari dan selembut embun pagi, dia berkata "Makasih ya". Lalu kami melihat matahari tenggelam sambil bercanda dan tertawa ceria, berduaan, di pantai. Serasa pantai hanya milik kita berdua...
Entah kenapa otak gue bisa berpikir kayak begitu. Enggak, gue enggak kreatif. Mungkin karena ke-jomblongenes-an, ke-gembelnista-an, dan ke-galauranger-an gua yang bisa membuat otak gue berkreasi kayak begitu. Sejenak gue berkata dalam hati, "Gue kok ngenes banget yak".

Delusi-delusi gue gak mungkin bakal terjadi di dunia nyata. Seandainya delusi gue malah jadi kejadian beneran, itu adalah keberuntungan gue yang super beruntung.

Sekian dari postingan hari ini. Gue harap dengan kejombloan kalian, kalian bisa berkreasi yang enggak aneh-aneh.


Salam jomblongenes-gembelnista-galauranger-abnormaldelusionist

@leonardixb

P.S : ini hanya curhatan ngenes seorang jomblo doang, gak beneran kok ^^

Sabtu, 01 September 2012

AFA : An Eye-Washing Event

Jam 21.30. Gue baru abis makan setelah gue berkelana gak jelas ngalor ngidul di sebuah event jejepangan. Capek sih, tapi ya demi terlaksananya ngupload beberapa foto laknad, ya gue lanjutkan saja keinginan gw untuk ngepost postingan ini.

================================================================================

AFA. Anime Festival Asia. Itulah event yang hari ini gue datengin bersama teman - teman gue hari ini, diantaranya Oci (once again, he's not Ochi JKT48, okay?), Hacege, Jo Sky, Calvin, Stanley, Daniel, dan Linne.

Jam 6 pagi. Alarm jam berbentuk sapi tanpa kaki (sebenernya kakinya copot entah kemana) gue pun berbunyi. Gue pun mematikan alarm jam gue, dan tidur lagi.

Jam setengah 7 pagi. Gue denger nyokap gue buka pintu. Gue kaget, dan langsung akting pura-pura bersihin kotoran di mata gue. Gue pun beranjak dari ranjang, mandi, sikat gigi, pake celana, pake baju, dan mempersiapkan barang-barang yang kudu gue bawa buat gue berpetualang di event jejepangan yang gue gak tau isinya apa aja.

Jam 7 pagi, gue berangkat ke rumah Calvin. Dengan bekal nasi uduk yang dibeli nyokap gue, gue bawa bekal tersebut di dalam kantong plastik. Tidak lupa juga bokap memberikan gue duit 120 ribu buat jajan. Tentu aja nyokap gue juga ngasih duit, 12 ribu.

Kira-kira jam setengah 8. Kami semua (termasuk gue beserta kantong plastik berisi nasi uduk tersebut) pergi ke AFA dianterin bokapnya Calvin. Seenggaknya duit gue gak berkurang gara2 perjalanan berangkat.

Tiba di JIExpo tempat diselenggarakannya AFA, kami pun berjalan, dan melihat antrian super panjang, walaupun gak separah antrian ticketbox jeketi sih.

credit to : @TiooMioo's instagram

Keliatannya emang lebih parah dari pada antrian tiket theater jeketi, tapi durasinya gak selama nungguin antrian tiket jeketi kok ^^

Betewe kok malah ngomongin girlband idol group itu sih. Back to topic.

Setelah mengantri, kami semua pun mendapatkan tiket akhirnya, dan tentu aja kita bersombong-sombong ria dulu sebelum masuk :))

Ki-Ka (atas): anak OSN, coverboy, gaijin, nerd
Ki-Ka (bawah) : artis K-Pop, fanboy kere

Gak cuma manusia juga yang mau narsis, tiket pun juga mau difoto.
Brace yourself, oppai... eh.... money-devastator is coming

Kemudian kami menyusuri jalan, dan masuk ke sebuah gedung. Tercium aroma gak jelas disana, yang ternyata adalah bau keringat gue sendiri. Lanjut lah.

Intinya sih cuma muter-muter kelilingin stand, foto bareng cosplayer, dan makan. Tapi karena Hacege, Stanley, Calvin, dan Linne membeli tiket stage juga, alhasil mereka ngadem disana. Gue, Oci, Jo Sky, dan Daniel? Kami jadi "cosplay-photo hunter", yang kerjanya cuma towel2 cosplayer, bilang "boleh minta foto ga", terus langsung nyosor pasang badan minta di foto.

Gue pun tertarik melihat stand Maid Cafe. Lalu kami langsung mengantri di antrian yang panjangnya kayak anaconda itu. Setelah mengantri 1 jam lebih, terlihat sebuah lembaran menu yang tercantum harganya. Karena ada beberapa menu yang habis, jadi yang tercantum adalah :

Strawberry Shortcake : IDR 110000
Rice Curry : IDR 150000
Green Tea : IDR 22500

Melongo beberapa detik....

Tentu aja karena kami pelajar melarat, gak sanggup membeli makanan semahal itu. Akhirnya setelah hampir 2 jam mengantri, cuma tinggal 4 orang di depan, kami pun keluar antrian.....

Sebenenya sih worth it ya. Harganya melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi, tapi dapet layanan cewek-cewek moe. Tapi apa dikata duit gue pas-pasan, yah yasudahlah cukup dibayangin aja. Gue dah tau entar kejadian apa kalo gue masuk Maid Cafe itu, kalo gak salting, ya pingsan.

Setelah keluar antrian, jam 4 sore kami keluar dari gedung AFA, dan menunggu temen-temen gue sehabis dari stage. Setelah Hacege, Calvin, Stanley, dan Linne keluar, kami pun langsung pulang naik bajaj, kemudian busway, kemudian angkot.

Hmm. Postingan ini kurang lengkap tanpa review belanjaan yang udah dibelanjain.

Belanjaan :
Calvin : 1 set Action Figure Rakitan Gundam : IDR 525000
Stanley : 3 deck yu-gi-oh samurai : IDR 360000
Hacege : Moekana starter 180rb, Boosternya 70rb, Keychain 2 120rb, Nendoroid 60rb, Lanyard 30rb.. Total : ya hitung sendiri lah -_-
Linne : gantungan kunci : IDR 60000 (kalo ga salah juga)

Sisanya : gak beli apa-apa. Termasuk gue.

Makanan :
Jo Sky : Nasi kari, takoyaki
Stanley : Nasi kari, takoyaki
Hacege : Nasi kari
Calvin : Nasi kari
Linne : Takoyaki
Gue : Es Krim

Tidak lengkap rasanya postingan blog gue tanpa percikan foto-foto absurd dari kamera gue.

 Coverboy gonna Cover

 Ini kayak...... gak jadi deh

 Walupun posenya sama kayak foto sebelumnya, tapi gue gak tambahin Linne di foto ini

 Ini bukan foto mas-mas bengkel

 Foto bertiga

 Foto Forever Alone



 Ceweknya cantik, asli



 Hi, my name is L, and welcome to Death Note


 Erza Scarlet KYAAAA



 Pedobear!!


 Pasrah

Semangat

Kayaknya semua foto gue tanpa pose semua. Karena gue pengen mencoba tsundere.... dan sepertinya gagal -__-

Seenggaknya dengan ikut AFA, gue dapet refreshing karena ngeliatin lumayan bvanyak cewek cakep, dan gue dapet ide kalo gue pengen cosplay nantinya.

Sekian

@leonardixb

Sabtu, 28 Juli 2012

Abnormal Fanboy's Dream

Udah lama banget gue gak ngeblog lagi. Selain karena rutinitas gue sebagai pelajar-yang-sangat-terbuang, gue juga sibuk dengan hal - hal yang gak lain dan gak bukan adalah : fanboying. Kenapa fanboying? Karena sekarang gue lagi addicted sama : JKT48

Yak udah lumayan lama gue ngefans sama JKT48. Tapi gue baru bener-bener gilanya dari bulan Mei. Yap sejak theater pertama itu, dengan insiden-insiden konyolnya (bisa dibaca disini). Insiden insiden tersebut bikin gue jadi ketagihan sama girlband idol group yang satu ini. Ya dengan surprise yang gak disangka tentunya ;).

Theater kedua. Gue juga nonton kali ini, 2x juga pula. Dapet surprise pula, yang bikin gue galau goyah gundah gulana. Surprisenya gak tanggung - tanggung pula (bisa dibaca disini). Gue jadi makin ketagihan.

Adat gue yang tiap nonton theater JKT48 2X pun terpecahkan di theater 3. Kali ini gue nonton 3x. Sadis? Memang. Duit gue jadi terkuras gara-gara 24 bidadari yang manggung di atas panggung, dengan wajah - wajah yang cantik jelitanya. Bodoh karena ngabisin duit buat hura-hura? Gue emang bodoh. Tapi karena keinginan gue untuk menjadi seorang yang bodoh, gue jadi ikut-ikutan beginian. Jomblo? Iya gue emang jomblo. Banyak kok penggemar JKT48 yang jomblo, karena membernya pun jomblo semua :p

Sejak demen JKT48, gue hampir gak merasa forever alone lagi (kadang-kadang juga masih berasa sih). Foto twitter gue yang di atas genteng berubah jadi wajah gue yang suram ini, bersebelahan dengan seorang bidadari cantik bernama Stella. Yap, dia adalah salah satu member JKT48. Gue menggunakan foto tersebut beberapa bulan, dan akhirnya berganti jadi foto Stella, dan Dhike.

Aktivitas fanboying ini emang menguras duit gue. Tapi seenggaknya gue dapet kenalan baru, bahkan #LaskarHI pun mulai dikenal di dunia 48-an. Waktu-waktu gue yang terkuras habis cuma buat mantengin komputer, jadi mulai diisi dengan menonton TV, bahkan pergi nonton JKT48. Yah lumayan daripada kehidupan gue semakin ngenes, cuma di depan komputer sambil main game yang gak jelas, terus selesai main ke WC, nyalain shower, keramas, dan berkaca sambil berkata "kapan gue punya pacar".

Siapa bilang yang demen JKT48 itu cowok semua? Ada ceweknya kok. Makanya ada fanboy dan fangirl.Kalo fanboy demen JKT48 karena ngeliat yang bening-bening, kalo fangirl hmmmm... gak tau sih, hanya mereka yang tau. hehehe. Tapi itulah perbedaan gender dalam komunitas, sangatlah indah.

Gue berpikir. Bisa gak yah fanboy dan fangirl disatukan, menjadi pasangan, kemudian mereka akan bersama-sama di pelaminan, dan berkeluarga, lalu hidup harmonis. Gue yakin jumlah jomblo akan berkurang, dan kemungkinan putusnya sedikit, karena sama-sama demen dengan satu idola, apalagi oshinya sama.

Karena gue ngetik paragraf diatas tadi, otak gue langsung berjalan, dan otak gue langsung berbicara.

Gue harus punya pacar.

Entah kenapa otak gue berkata seperti itu. Mungkin karena gue saking frustasinya sampe-sampe bisa berpikir kayak gini.

Kalo misalkan gue pacaran pun, mungkin hubungan gue gak harmonis. Gue lebih konsen ke 24 cewek - cewek itu, tanpa mikirin pacar gue. Kalo gue konsen ke pacar, gue gak bisa support habis - habisan ke member, dan malah pensiun fanboying.

Dilema abis *tempel tangan di dagu*

Gue bingung. Kalo gue begini terus, gue gak bakal tau masa depan gue bersama keluarga gue gimana. Bisa - bisa gue bakal fanboying terus sampe tua (mungkin ada fangrandfather kali). Gue harus punya tujuan gue untuk hidup.

Dan tujuan gue adalah...

Gue harus ke Jepang, untuk menonton theater AKB48.

Mimpi gila? Emang gila. Tapi seenggaknya gue harus bisa melakukan sesuatu yang bikin masa depan gue terjamin. Dan tujuan gue pun berevolusi.....

Gue harus ke Jepang, untuk menonton theater AKB48, dan kuliah disana.

Makin gila? Emang. Gue susah sekali buat meraih mimpi yang tingginya mencapai langit ke tujuh seperti itu. Tapi gue harus mencapai target itu. Demi masa depan gue \o/

Gue pun berandai-andai. Seandainya di dalam suatu pesta, gue sedang meratapi kesendirian gue. Tiba - tiba ada wanita, yang cantiknya melebihi bidadari (dan dia bukan member), datang melalui pintu masuk ruangan pesta tersebut, mengenakan gaun yang sederhana, tapi membuat dia sangat cantik. Lalu gue menatap dia dari tempat duduk gue, dan dia mentapa gue balik. Kemudian wanita tersebut menghampiri gue, duduk di sebelah gue, lalu berbincang-bincang. Seketika itu gue langsung berlutut dan berkata kepada dia, bahwa gue mencintai dia. Kemudian dia menerima gue, dan gue hidup bahagia bersama dia, mulai dari pacaran, pelaminan, berkeluarga, hingga mencapai surga. Indahnya dunia..

Mungkin andai-andai gue gak ada hubungannya dengan aktivitas fanboying gue (ya iyalah tiba-tiba kepikiran gitu, ya langsung gue tulis). Namanya juga mimpi, ya kemungkinan terkabulnya kecil banget. Tapi ya kalo terkabul sih, bagus juga.

Yah semoga gue masih bisa menjalankan aktivitas fanboying gue, dan kalaupun tiba-tiba gue dapet pacar, semoga pacar gue bisa mengerti apa yang gue lakukan, malah kalo bisa dia jadi fangirl :p


Salam Jomblo, Kere, Tak bisa move on.

@leonardixb

Selasa, 19 Juni 2012

JKT48Theater 2 (part 2) : Keajaiban Sumpah Cium Tembok

Postingan ini adalah lanjutan dari postingan ini . Karena gue dimention sama memberJKT48 (stella JKT48) karena gue ngasih "sesuatu" ke dia, mau gak mau, gue harus melanjutkan posting ini. Buktinya nanti ya.

===============================================================================

Tanggal 16 Juni telah tiba. Theater day 3 dimulai saat hari itu. Gue bersiap untuk pergi ke Pasaraya Grande untuk ketiga kalinya. Kali ini gak cuma gue doang. Gue bersama Jo Sky, Marcel, Hans, Sutirta, Rendy, Cynthia, dan Julio. Kami menamakan tim kami LaskarHI 48. Suatu saat tim yang terdiri dari 7 fanboy dan 1 fangirl ini akan semakin berkembang, dan dikenali oleh semua mahluk hidup, baik manusia, hewan, dan tumbuhan.

Kami memulai perjalanan kami dari sebuah bunderan yang biasanya banyak angkot ngetem (berhenti mencari penumpang). Saat angkot ngetem, kami berdelapan langsung masuk angkot. Otomatis angkotnya hampir penuh, dan gak jadi ngetem. We conquered the angkot like a boss. Angkot pun langsung membawa kami ke Terminal Pulogadung, tanpa berhenti. Dari Terminal Pulogadung pun kami naek busway juga.

Setelah sampai di Terminal Blok M, kami langsung ke Pasaraya Blok M dan langsung naik lift menuju lantai 7. Saat lift naik, kami melihat di depan ticketboxnya sambil semua berteriak
Wah sepi yaa
Setelah pintu lift terbuka, banyak orang yang lagi duduk di lantai. Ternyata rame bener, dan ticketbox belom dibuka. Kami pun langsung hening dengan muka innocent.

Sebelum ticketbox dibuka untuk orang yang telah memesan tiket via ticketbox dan email, gue iseng berkata kepada temen - temen gw (serta gw juga pernah mengatakannya di twitter sehari sebelum theater) :
Sampe tiba - tiba ada paket Stella (poster Stella bertandatangan, kipas, stiker), gue cium tembok.
Promise accepted.

Tempat penukaran tiketpun dibuka. Yang menuju kesana adalah gue (dengan 1 tiket), jo sky (2 tiket, dia dan Hans), Marcel (2 tiket, dia dan Rendy), dan Sutirta (2 tiket, dia dan Cynthia). Kok gue cuma 1? Berarti anda belom membaca postingan gue sebelumnya. Baca dulu lah -__-

Bagaimana nasib Julio? Dengan maaf sebesar-besarnya, Julio kami tinggalkan duduk terlantar di waiting list. Mau bagaimana lagi, tiket kami enggak cukup. Yasudahlah kita pasrahkan saja dia ke waiting list.

Kami (tanpa Julio) masuk, menukarkan kertas dengan tiket theater, dan masuk. Gue, Cynthia, dan Marcel juga menitipkan fanletter dan fanart buat member JKT48 :)
Mau liat fanart buatan gue? Mau liat banget ya? Kok kepo ya..

Kami mengambil undian nomor 10. Kenapa? Tadinya sih mau nomor 4, tapi udah habis, jadi ya mau gimana lagi. 10 aja deh.

Kami pun berbaris. Sedangkan Julio masih terlantar tak ada tujuan di lantai, berharap bisa masuk theater.

Jam menunjukan pukul 1 siang. 1 jam lagi theater dibuka. Ternyata offical memberikan kejutan. Hari itu dijual paket Sonya dan paket Stella. Gue hening beberapa detik.

Okeh gue harus cium tembok nanti.

Gue langsung mengantri, dan membeli paket Stella. Akhirnya gue dapet poster bertanda tangan Stella, kipas, dan stikernya. Bahagia tingkat wotagei.

Ketika sudah hampir jam 2, pengambilan undian pun dimulai. Ternyata yang dipanggil pertama adalah nomor 4. Beda abis sama 1 bulan yang lalu saat gue mengambil undian nomor 4. Nomor undian 10 pun dipanggil di tengah - tengah. Kami langsung duduk di kursi yang kami inginkan. Jika 1 bulan yang lalu gue duduk di urutan ke 3 dari belakang, sekarang gue duduk di urutan 4 dari belakang. Sedikit kemajuan lah.

Kami sudah merasa bersalah karena meninggalkan Julio terlantar di luar. Ternyata keajaiban pun tiba. Julio masuk theater. Kami senang sekali dan tidak jadi merasa bersalah. Lalu Julio melangkah anggun, dan duduk di barisan ke 6 dari belakang. Yap, dia berada lebih depan daripada kami. Scumbag abis.

Theater pun dimulai. Kami menonton sambil ngechant. Apa itu ngechant? Hmm cari di gugel deh, banyak penjelasannya disitu. Intinya nonton JKT48 itu lebih heboh daripada nonton boyband/girlband lain :)

Karena gue udah pernah nonton, gue udah tau lagu - lagunya. Gue enggak sekaget saat theater pertama. Tetep keren lah theaternya.

Tapi gue dibikin kaget (lagi) saat mereka menampilkan Junjou Shugi. Kalo bulan lalu centernya adalah Sonya, kali ini centernya adalah Dhike. Kaget tingkat skripsi S3.

Dhike, dengan muka yang innocent, jadi center junjou shugi dengan mengenakan seifuku merahnya yang hot. Tiap gemulai gerakannya, membuat mata gue lebih memilih melihat dia daripada Stella (yang saat itu menjadi backdancer). Gue cengok sepanjang Junjou Shugi berlangsung. Wajah Dhike membuat gue galau parah. Untuk pertamakalinya gue goyah sampe cengok begini. Dhike emang maut abis.

Setelah theater selesai, kami (kali ini dengan Julio) handshake dengan member JKT48. Kali ini enggak ada 2shot (foto bareng member). Padahal gue berharap bisa foto bareng Dhike (karena efek dialog itu masih ada sejak 1 bulan yang lalu). Yah semoga aja di lain waktu bisa foto bareng Dhike. *masih belum oshihen kok tenang aja*

Setelah keluar dari theater, kami langsung menuju tempat dimana dompet kami akan dibabat habis : Stand Merchandise.

Gue cukup beli 2 photopack. Di photopacknya sih gak dapet foto Stella sama Dhike. Tapi dengan hasil bernegosiasi dengan orang lain, akhirnya gue mendapatkan foto keduanya. Gue baru sadar, gue kan masih oshimen ke Stella, kenapa udah ngincer sasshin Dhike. Gue bener - bener goyah sampai sekarang ini.

Saat pulang, kami bingung mau ke lantai 7 demi swag idol, atau ke bawah demi uang. Dengan menggunakan koin sakti, kami lempar 5x. Ternyata 3x gambar angka (naik ke atas) dan 2x ke bawah (gambar garuda). Kami langsung naik lift yang ada. Tapi lift berkehendak lain. Liftnya malah kebawah. Alhasil kami gak jadi menghabiskan duit kami demi jajanan itu.

Saat pulang, kami menemukan hal janggal : menemukan busway dengan kode JTM - 048. Jangan - jangan itu adalah busway member JKT48..

Lalu saat pulang naik angkot, kami bertemu dengan fanboy baru yang rumahnya dekat dengan rumah kami. Fanboy ini sangat bawel dan ngondek abis, kayak cowok yang dicekokin barbie mulu dari kecil. Fotonya sih gak perlu dipublikasikan lah, privasi.

Fanboy ini selama perjalanan bernyanyi terus. Yah maklumin aja, fanboy baru, pasti masih berasa euphorianya. Sama kayak Cynthia, fangirl yang baru pertamakali nonton theater, dan *uhuk* kesenengan *uhuk* karena dapet poster bertandatangan dari Stella (oshi dia), padahal jelas - jelas ditulisnya "To : Cyhthia"

Lalu kami pulang ke rumah kami masing - masing dengan bahagia, dan selamat sentosa. Gue gak jadi cium tembok, tapi gue traktir temen - temen gue jus buah, untuk merayakan gue mendapatkan poster Stella bertanda tangan.

Di rumah, gue buka komputer, dan menyalakan twitter, lalu Dhike ngetweet bagaimana dengan junjou shuginya. Gue bales aja, kalo Junjou Shuginya bikin gue speechless (emang kenyataan gue cengok nontonnya).

Dalam hati gue bilang : "kalo dibales gue cium tembok lagi"

Gak berapa lama, tiba - tiba Dhike mention gue.



Okeh, gue langsung cium tembok deket komputer gue.

Lalu gue masuk kamar, dan jeprat jepret hasil buruan gue saat itu.

 Bahagia Tingkat Senbatsu

Gak cuma bahagia, gue juga lagi goyah karena mendapatkan sasshin maut

Goyah Tingkat Senbatsu


Keesokan harinya, gue dan Marcel nonton theater lagi. Kali ini lebih tepatnya gak sengaja. Karena niatnya mau nganterin Marcel ke tempat servis HP di Blok M (ini juga cuma alibi sih).

Gue juga bilang ke Marcel

Kalo gue dapet paket Dhike, gue cium tembok lagi

Saat sampai di theater, kami hanya mengandalkan waiting list.

 Waiting List aja udah kayak gini

Ternyata, gue dan Marcel bisa nonton lagi, karena masih sisa 15 kursi, dan diantaranya gue dan Marcel masuk. Banyak sih yang ga dapet di belakang kami. Tapi mau diapain lagi.
Kami nonton theater lagi dengan tidak bosan :)

Lalu gue dan Marcel pergi ke tempat servis HP di Blok M Plaza (tinggal nyebrang, tapi agak jauh kalo jalan kaki).

Setelah balik, kami ke lantai 7, siapa tau masih ada yang jualan paket. Lalu Marcel ketemu kenalannya, namanya Helmi.

Helmi bilang, kalo tadi ada paket Dhike.

Gue pasrah, dan gue menangis dalam hati.

Yang lebih parah lagi, kata Helmi bahwa Dhike sampe nungguin ada yang mau beli paket Dhike apa enggak

Nyesek tingkat skripsi S3.

Seenggaknya gue gak cium tembok dan enggak oshihen.

Lalu kami pulang ke rumah kami masing - masing dengan pasrah, berharap suatu saat gue dapet poster Dhike bertanda tangan.

Sampai saat ini pun, gue masih bingung mau memilih antara Stella dengan Dhike...

===================================================================================

Bonus : 

-Bukti kenapa gue jadi melanjutkan postingan ini :


-Bukti gue cium tembok

Seandainya yang gue cium itu cewek...

-Keliatan gak kecium? Nih bekasnya

Yang gelap itu, bekas bibir gue -__-

Puas? -__-
Pesan moral : Janji cium tembok itu terkadang ampuh juga...



Senin, 18 Juni 2012

JKT48Theater 2 (part 1) : Perjuangan Tim Serbu Ticketbox

Gue sengaja gak ngeblog 1 bulan, demi ngepost JKT48 Theater. Ya walaupun jadi sepi viewer, ya gapapa deh. Karena postingannya sangat lama kali ini, maka kita mulai dari 1 minggu yang lalu.

========================================================================

Tanggal 9 Juni 2012 merupakan tanggal yang bersejarah dalam hidup gue. Karena tanggal itu adalah tanggal pertama kalinya gue beli tiket box langsung ke Tempat Kejadian Perkara. Gue pengen beli buat day 3 show 1 (sabtu tanggal 16, jam 2 siang). Gue namakan rencana ini : Run Ticketbox Run. Kenapa? Karena gue kepikiran lagu SNSD - Run Devil Run. Yah kalo dalam kasus ini, anggap aja lagi ngejar ticketbox :p

Jam 10 gue pergi. Berbekal dengan duit jajan dan alibi ke nyokap kalo gue mau belajar di rumah Julio, gue bersama Jo Sky menuju ke Blok M. Kami naik angkot. Sama seperti postingan gue sebelumnya, di angkot gue udah kayak tukang kredit, bedanya kali ini gue tukang kredit bawa ransel. Yah lebih mirip kayak tukang kredit yang kebanyakan utang bersama dengan mahoannya.

Rute yang kami ambil adalah Pulogadung - Dukuh Atas, transit lalu ke Blok M. Kenapa rutenya begitu? Ya karena emang maunya begitu -_-.

Perjalanan yang agak melelahkan hingga akhirnya kami sampai di Pasaraya Grande Blok M pada saat jam 1 siang, tempat dimana dijualnya tiket JKT48 Theater. Gue dan Jo Sky masuk dengan santai, dan sempat berdialog

Gue : "kok sepi ya?"
Jo : "ga tau deh, mungkin pada ga minat kali"

Kami naik lift dengan santai, lalu memencet tombol angka 7, lantai dimana tiket itu dijual. Pas lift terbuka..... Antrian udah kayak Anaconda. Panjang bener. -__-

Percayalah, ini bukan antrian sembako. Ini antrian tiket JKT48 Theater


Yang makin gak gue sangka lagi, ternyata cuma dikasih quota 25 tiket per show (kecuali day 2 (hari Jumat) show 1, quota masih banyak). Alhasil gue dan Jo Sky pasrah, dan emang bener, gak dapet.
Setelah gak dapet, kami gak langsung balik ke rumah kami masing - masing. Kami langsung ngelayap ke tujuan yang agak meleset. Dari nama plan Run Ticketbox Run, berubah menjadi Run Rainbow Run. Yap, kami pergi ke PlaNgi, atau Plaza Semanggi.

Di Plaza Semanggi, gue dan Jo Sky langsung ke Sky Dining, lantai 10. Kenapa kesana? Selain buat makan, kalo udah frustasi gara-gara gak dapet tiket theater, kami tinggal lompat aja, langsung mati ini kok, frustasi (dan nyawa) pun menghilang.

Abis dari PlaNgi, kami langsung pulang ke rumah masing - masing dan beristirahat.

Kaw kira cuma sampai segitu aja ceritanya? Tentu saja tidak :)

Tanggal 10 Juni 2012. Gue pergi lagi demi mendapatkan tiket theater hari sabtu, agar gue bisa menonton Stella dan Dhike. Entah kenapa 2 member ini selalu ada di pikiran gue. Stella, member yang pernah foto bareng gue, dan Dhike, member yang pernah ngobrol saat handshake, dan sampe sekarang gue masih mikirin Dhike. Semoga enggak oshihen.

Kali ini gue gak sama Jo Sky lagi, melainkan bertambah, yaitu bersama Marcel. Yak gue udah gak kayak maho lagi. 3 cowok ini perwakilan dari #TimSerbuTicketbox, akan nekat membeli tiket.

Kali ini, gue beralibi ke bonyok kalo gue mau ngajarin Marcel ekonomi dan akuntansi (walaupun emang ngajarin sih nantinya). Kami bertiga berangkat dari jam 8 pagi, supaya gak terulang kejadian kemaren.

Btw mungkin gue lupa ngasih tau. Tanggal 10 Juni adalah hari Minggu, dan besoknya (Senin, 11 Juni) adalah hari Ujian Akhir Semester pelajaran Ekonomi dan Inggris. Tnetu aja ulangan itu gak menjadi halangan buat kami untuk melanjutkan perjalanan gak waras ini.

Karena berangkat pagi, tentu aja gak kena macet. Kami nyampe Pasaraya Grande Blok M jam setengah 10. Pemandangan yang kami lihat adalah ini.......

Ini belom buka, tapi udah pada ngumpul kayak ada morning sale 90%


Yap, rame bener. Gue gak nyangka udah dateng pagi pun udah ngumpul kayak gini. Akhirnya gue, Jo Sky, dan Marcel nunggu setengah jam hingga pintu dibuka.
Jam 10, pintu dibuka. Gue, Jo Sky, Marcel, dan seluruh pemburu tiket theater langsung datang menyerbu. Ada yang naik lift, sayangnya udah penuh. Jadi gue, Jo Sky, dan Marcel marathon lewat ekskalator... 9 lantai. Marathon 9 lantai, adu cepet - cepetan (bahkan sampe ada yang kepleset, jatuh, dan pingsan).

Sesampainya di lantai 7, ternyata udah pada berbaris. Gue pun cepet - cepetan, dan akhirnya dapet di tengah, walaupun hopeless sih karena quota tiket yang cuma 25. Kami nunggu 2 jam hingga loket itupun dibuka

Ini bukan antrian tiket sembako. Ini adalah barisan pemburu tiket


Jam 12 pun tiba, ticektbox dibuka. Kami pun mengantri. Kami udah kepanasan, keringetan, capek, letih, lesu, lelah, lunglai, dan lapar.

Ternyata ada surprise dibalik semua ini. Beberapa member JKT48 ada yang datang, diantaranya Cleo, Stella, Nabilah, Shania, dan Beby. Lalu mereka menyanyikan lagu Shonichi. Tentu aja seneng banget. Kami pun bersemangat mengantri lagi, walaupun membernya pulang duluan juga, tapi tak apalah, yang penting udah dengerin mereka nyanyi secara langsung (plus dapet lambaian tangan dari Stella buat gue dan Jo Sky (mungkin) dan sapaan Cleo buat Marcel (mungkin juga))

Baru 10 menit mejeng di barisan, tiket hari minggu show 1 dan 2 habis terjual. Untung kami mengincar day 3 show 1.

Tak disangka, Marcel lebih cepat mendapatkan tiket daripada gue dan Jo Sky (karena dia beda barisan, dan barisan dia lebih cepat. Sedangkan gue dan Jo Sky berada dalam 1 barisan. Kayak maho asli). Marcel beli 2 tiket. Saat itu sisa tiket (kata dia) masih ada 15 tiket.

Lama kelamaan, show demi show tiketnya mulai habis. Day 1, day 2 show 2 (show 1 quota jadi 175 tiket), day 3 show 2, dan day 4 show 1 dan 2 habis. Setelah menunggu, akhirnya giliran Jo Sky. Jo Sky beli 2 tiket juga. Dan ternyata, dia beli tiket ke 23 dan ke 24. Gue panik tingkat undergirls.

Jo Sky, pembeli tiket day 3 show 1 ke 23 dan ke 24


Mendengar ternyata sisa tiket tinggal 1. Gue langsung ambil dompet, keluarin duit, keluarin fotocopyan kartu pelajar, dan langsung gue letakan di atas meja sambil bilang "beli tiket day 3 show 1 dong"

Lalu official bersabda dengan TOA-nya.

Tiket day 4 show 1 dan show 2 habis, tiket day 1 dan day 2 show 2 juga habis. Tiket day 3 show 1 masih ada sisa sa.... Eh bentar. Sudah habis terjual juga.
Gue menjadi pembeli tiket ke 25. Gue berasa kayak diringi lagu Queen - We Are The Champion. Seneng abis akhirnya bisa beli tiket JKT48 Theater 2. Akhirnya kami meninggalkan tempat itu dengan penuh sukacita, bahagia, damai dan sentosa.

Penampakan jam 13:30. Sepi.


Kami pulang dengan selamat menuju rumah kami masing - masing dengan selamat sentosa. Saatnya menunggu 6 hari lagi dimana JKT48 Theater berlangsung..

Bersambung..

*Mungkin akan gue lanjutkan jika gue dapet mention dari member lagi :hammer*