Welcome!

Welcome to my blog. Feel free to read posts in this blog. Critics and Suggestions are useful for me. Thank you :)

Selasa, 13 Desember 2011

Today is...

Hari ini udah tanggal 13 Desemeber 2011. Gue harus menjalankan komitmen gue buat nembak dia. Kenapa? Soalnya gue seorang gentelman dan (mantan) kakak kelas yang mengayomi (mantan) adik kelasnya.

Semua udah gue persiapin bersama temen sesat gue bernama Jo Sky. Semoga gue gak berkonsultasi ke guru yang salah.

Si Jo Sky emang rada gila sih. Awalnya gue ragu sama dia kalo dia bisa bikin hubungan gue sama dia manjur. Tapi setelah dia mengajarkan gue cara nembak cewek yang baik, gue semakin ragu sama Jo Sky.

SMS udah gue bikin, tinggal gue pencet tombol SEND. Gue juga udah berdoa dulu sebelum gue pencet tombol hina tersebut.

Wismilak

Senin, 12 Desember 2011

Tomorrow is Crazy Day

(Posting ini diterbitkan pada tanggal 12 Desember jam 23:20 menurut jam komputer gue, 40 menit sebelum tanggal 13 Desember 2011)

Gak nyangka, beberapa jam lagi udah tanggal 13 Desember 2011. Gue udah bikin komitmen kalo gue bakal tembak gue tanggal segitu. Karena gue adalah cowok gentleman, dan sebagai (mantan) kakak kelas yang mengayomi adek kelas, gue harus memberi contoh kepada (mantan) adek kelas gue, agar mereka menjadi baik dan berbudi bagi bangsa dan negara

Kenyataan yang harus gue hadapi : GUE BELOM SIAP NEMBAK DIA

Kenapa? Karena banyak rintangan yang muncul, seperti dugaan gue sebelumnya. Rintangannya adalah :
1. Si cewek gak ada pulsa buat SMSan, sehingga kalo gue nembak dia via SMS, bakal gak dibales sampe dia beli pulsa
2. Karena si cewek gak ada pulsa, kemungkinan gue nembak dia via twitter atau malah tembak dia secara langsung
3. Mulai banyak gosip gosip super gak jelas berkeliaran (misal : Leon sama Paris Hilton. Kan itu bener - bener GAK BENER. Masa gue disukain sama bule eksis kayak gitu. Jangan percaya sama gosip itu)
4. Gue gak tau cara nembak cewek. Karena gue masih bingung mau pake kata - kata apa buat bikin dia senang.
5. Sepertinya dia gak suka sama gue, karena gue berantem sama temen dia.
6. Karena alasan - alasan di atas tadi, gue semakin pesimis buat mendapatkan dia.

Gue gak tau mau ngapain lagi ke dia. Gue mau gak mau harus nembak dia beberapa jam lagi, cuman modal NEKAT. Wismilak yah (wismilak itu bukan nama rokok, maksudnya wish me luck)

(lama - lama blog gue kayak live report aja, jadi makin pesimis buat dapetin dia -___-)

Sabtu, 10 Desember 2011

13 December 2011, I'm not ready enough

Sebentar lagi, waktu gue akan habis. Di posting sebelumnya, gue pernah bilang kalo gue pengen nembak cewek di tanggal cantik. Tapi gue lagi bingung. Rencana gue bakal jalan sebentar lagi, sedangkan gue belom ada persiapan.

Hmm mungkin gak tau ya kapan nembaknya. Gue (bakal) nembak dia di tanggal 13/12/11 atau 13 Desember 2011. Berarti sejak posting ini dibuat, sisa waktu gue untuk bikin dia deket sama gue tinggal 3 hari lagi.

Mungkin pada bingung kenapa gue pilih tanggal cantik dan sekaligus sial. Berikut ulasannya :
1. Angka 13 itu angka sial, jadi tanggal 13 itu (mungkin) tanggal sial.
2. 13/12/11 tepat pada hari selasa, dimana menurut kalender gue, selasa adalah hari sial gue.
3. Dia diputusin pas tanggal 13

Jadi menurut gue, kalo gue nembak tanggal 13 bulan 12 tahun 2011 dan ditolak, berarti gue lagi kena sial. Gampang kan.

Nah disatu sisi, gue sedang mencoba buat lebih dekat dengan dia. Ternyata susah ya. Dari awal Desember ternyata udah ada Ujian Akhir Semester. Itu berarti minggu minggu penuh dengan ulangan. Tentu aja dia bakal ninggalin hp dia dan memilih belajar. Gue jarang SMSan sama dia.

Ujian Akhir Semester (seharusnya) berakhir pada tanggal 7 Desember 2011. TETAPI karena aturan sekolah gue yang sangat gak masuk akal dan sok SKS seperti anak kuliah, serta banyak anak yang nilainya jelek, maka diadakan Ujian Akhir Semester Klasikal. Ini super ngehe. Gue bakal ulangan terus sampe tanggal 12 Desember 2011. Berarti dia bakal ninggalin hp dia sampe tanggal 12 Desember 2011 siang, dan gue baru bisa deketin dia (lagi) pada saat itu hingga tanggal 13 Desember 2011, saat gue harus memenuhi komitmen gue buat nembak dia.

Intinya, waktu "utuh" gue untuk mendekati dia cuma 24 jam. Brengsek abis. Menantang juga sih. Tapi gue juga semakin pesimis. Gue masih belom terlalu deket sama dia, tapi gue pengen dia jadian sama gue. Ah apes banget hidup gue.

Ternyata, nembak di tanggal 13 Desember 2011 atau 13/12/11 itu bikin sial, tapi sekaligus menantang. Hmm let's see what happen to me at that date.

Sabtu, 26 November 2011

Galau Gila

Gue pengen berblog-ria dulu, sebelum gak boleh OL karena UAS bakal datang, layaknya malaikat pencabut nyawa datang dari belakang diam - diam, gak tau kapan waktunya bakal menyerang.

Berhubung hari ini (26/11) adalah malam minggu, otak gue pun dengan otomatis menggalau, entah kenapa dan entah gerangan yang terjadi sehingga otak gue terpikirkan oleh hal - hal yang berbau cinta anak remaja.

Gue gak tau mau ngapain lagi. Gak ada cewek yang mau deketin gue. Jangankan mau di PDKT, baru gue sapa "hai" aja si cewek langsung bilang "maaf ya, mau ke WC". Tragis, tapi itulah hidup gue, seorang pelajar yang dibuang sama wali kelasnya sendiri karena gak masuk IPA dengan selisih nilai 1 dari nilai KKM. Emang bangsat to the max.

Gue pengen banget, ada cewek, yang bersedia menerima gue apa adanya, dan mau mendampingi hidup gue.

Hidup gue berasa hampa banget, gak tau mau diisi apa lagi. Gue cuma butuh orang yang bisa gue ajak curhat, gue becandain, gue susahin, dan hal - hal absurd yang biasa gue lakukan.

Gue cuma butuh cewek yang mau mendampingi hidup gue. Gak usah secantik Lindsay Lohan, gak usah se seksi Britney Spears, gak usah se alay Ayu Ting-Ting, gak usah seautis Andika Kangen Band. Yang penting si cewek itu setia dan mau menerima gue apadanya, baik kekurangan gue dan kelebihan gue.

Gue pengen suatu hari nanti, kami berdua, gue dan cewek yang gue suka, bergandengan tangan, menuju ke pelaminan tempat diadakan pesta pernikahan kami berdua. Lalu kami saling menatap mata, sambil berkata "Aku mencintaimu sepenuh hati".

Gue butuh pacar sekarang, agar gue gak kesepian ...

*galau ini disebabkan karena mimpi gue yang aneh : gue ke monas dan tiba - tiba dikejar kue pengantin. Tragis

Senin, 21 November 2011

Sastra Galau

Hari ini adalah hari ketika gue sedang sekarat. Kenapa? Karena ada tugas bahasa Indonesia gue.

Sebenarnya tugas ini dibuat dari 2 minggu yang lalu. Tugasnya cuma bikin narasi doang terus dikumpulin. Gue membuat narasi tentang isi hati dan kemelut hidup kegalauan gue. Gue buat dalam waktu 10 menit (tentu aja penuh dengan tip-ex), lalu dikumpul. Segitu doang

Lah kok sekaratnya sekarang? Karena NARASI GUE DIBACAIN DI KELAS

Panik tingkat ujian IELTS

Ini semua karena teman gue yang ingin kegalauan hina dibacain di depan kelas dan guru - guru. Nama anak laknat ini adalah Marco. Ya kalo kalian pernah main Metal Slug di PS 1 pasti tau ada karakter bernama Marco, yang mukanya rada sangar dan berkacamata. Tapi kalo temen gue yang bernama Marco, mukanya kayak om - om bejat yang pengangguran.

Nah, Marco menyuruh temen gue bernama Danesa, membacakan narasi ini, sekaligus memprovokatori guru gue agar narasi gue dibacakan dengan berteriak
NARASINYA LEON DIBACAIN DONG BUU

Gue gak mau.
Setelah diperdebatkan, ternyata suara gue kalah telak. 33 lawan 1. Gue mampus berat. Alhasil narasi gue dibacakan. Demit

Isi narasinya seperti ini :


Malam hari aku berbaring di atas lantai, melihat bintang - bintang bertaburan di langit gelap dan bulan yang memantulkan sinar matahari yang tertidur.
Aku berandai - andai, suatu saat aku akan mendapatkan dia, wanita yang aku cintai. Lalu aku membayangkan, aku dan dia menuju ke sebuah taman hiburan bersama -sama sambil bergandengan tangan melihat cahaya gemerlap lampu di malam hari, seolah - olah taman hiburan tersebut hanya milik kita berdua.
Setelah berkeliling taman hiburan tersebut, kami menuju ke wahana bianglala. Tempat duduk yang kita naiki terangkat menuju puncak bianglala. Kami saling bercanda tawa saat itu. Ketika sampai di puncak bianglala, kami pun saling memandang, seakan - akan aku melihat pelangi di bola matanya. Lalu bianglala tersebut kembali ke bawah, dan kami pulang bersama menuju rumah kami masing - masing.
Sayangnya itu hanya ada di dalam pikiranku, hanya memikirkan dia seorang, seperti bidadari yang turun dari langit, menemaniku.


Danesa membacakannya dengan sungguh - sungguh, seolah - olah itu punya dia. Gue pun makin ngumpetin kepala gue di kolong meja.

Setelah dibacakan, respon teman - teman gue cuma bilang "EAAAA". Sungguh malu - maluin.

Tetapi gue melihat dia (kali ini dia beneran, yang cewek, bukan yang cowok). Dia tepuk tangan setelah narasi hina gue dibacakan. Apakah ini bertanda sesuatu akan datang? Mujizat atau Musibah?

Gue langsung merenung, kalau gue jadian sama dia, dia cuma ada 2 pilihan : bangga karena gue merayu dia, atau malu karena punya cowok yang malu - maluin.

Gue cuma bisa diam merenung narasi hina gue tersebut.