Welcome!

Welcome to my blog. Feel free to read posts in this blog. Critics and Suggestions are useful for me. Thank you :)

Rabu, 21 Februari 2018

Ternodai Kembali

 Hai.

Itu adalah kata pertama saya buat sahabat pena saya yang telah bersedia saya corat-coret dari jaman saya SMP, hingga hampir 2 tahun saya tidak berkunjung ke beranda tempat kamu bernaung. Lama tak jumpa, kanca lawas :)

Kegiatan kuliah diploma yang seperti jam pekerja (karena kampus yang memang mengondisikan mahasiswanya untuk siap bekerja, kuliah jam 7 pagi hingga 3 sore, atau 2 siang hingga 10 malam), tugas akhir, skripsi, dan akhirnya lulus dari kampus tersebut. Iya, sama-sama.

Waktu-waktu tersebut memang sangat menyita, bahkan mengurangi jam luang hingga berimbas tidak mengurusmu. Maafkan aku, sobat, tetapi ini demi masa depanku, pengurusmu yang selalu menceritakan lika-liku hidupku yang aneh, memang harus ada yang dikorbankan, salah satunya seperti kamu, teman dunia maya, yang tidak membalas jika aku mencurahkan isi pikiranku, karena memang hanya pelampiasan semata, tak berbalas, tetapi setiap dilihat, selalu menghibur, karena kejadian-kejadian yang kutulis di masa lampau, dibaca kembali, lalu teringat akan kebodohan masa lalu.

Setidaknya sekarang sudah lebih lengang, dan mungkin akan ada waktu untuk mencoretimu kembali seperti saat jahiliyah lagi. Maaf telah meninggalkanmu sementara. Tetapi aku tidak janji untuk bercerita kepadamu setiap hari, atau setiap minggu, malah setiap bulan. Hidupku tidak sepenuhnya di dunia maya, dan aku memang berjalan di kehidupan riil. Memang aku dan kau, berbeda dunia. Tetapi hanya kau, yang pasrah dan rela mau dimaki, dinodai, ditoreh, dan diberikan, dengan tulisan-tulisan tentang pikiran anehku.

Sekali lagi, hai.

...

Tadi itu ceritanya prolog buat postingan ini. Jujur, gue males menggunakan bahasa resmi dan bersajak, seolah-olah kayak sastrawan banget. Gue bikin pembukaan gitu doang udah nyita waktu 28 menit buat mikirin diksi dan pemilihan tata kalimat biar agak mengharukan dan menyentuh hati, lagipula blog ini isinya juga gak penting-penting banget. Gue berasa jerih payah prolog gue gak ada gunanya....

Inti prolognya adalah : HAI GUYS, GUE UDAH ADA IDE BUAT BIKIN POSTINGAN BLOG LAGI NICH.


Hehe.


Hampir 2 tahun otak gue tersita dengan kegiatan akhir gue di kampus, ditambah dengan menjadi mahasiswa transfer.

Iya, gue udah lulus dari Diploma 3 (D3) dan udah ada gelar A.Md (Ahli Madya). Singkatannya keren sih, gue tinggal nunggu gelar In.Tel sama N.V.Dia aja.

.... Gelar malah dibuat becandaan merek kartu grafis. Haduh.

Sekarang gue sedang melanjutkan ekstensi di Yogyakarta. Iya, ekstensi, jadi gue kuliah lagi kira-kira 2 tahun, agar bergelar Sarjana 1 (S1).

VFAQUIBTHORTQ (Very Frequently Asked Question Until I Bored to Hear or Read This Question : 
Kenapa lu gak langsung S1 aja di awal?
Pemikiran gue sih, sebagai anak Teknik Mesin, gue perlu tau tentang praktek dari pembuatan industri, tidak hanya teori aja. Kalau hanya tau teori, misal gue punya bengkel manufaktur, lalu ada karyawan yang ngakalin gue biar dapet untung (misal, proses pembuatan benda dengan cara yang lebih lama sehingga menuntut upah lebih banyak). Nah, dari situ gue setidaknya gak gampang ditipu.

Lalu soal gaji, gelar sangat diperhatikan dalam pemberian upah minimum. Faktanya sih, gaji awal S1 lebih tinggi daripada D3, walaupun secara praktek anak dari kalangan D3 lebih berkemampuan tinggi daripada S1. Sedangkan gue (nantinya) jika bekerja, memiliki gaji awal yang agak lumayan, ditambah dengan kemampuan praktek yang lumayan juga. Harusnya diperhitungkan sih bonusnya buat gue, hehe.

Memang sih membuang waktu lebih lama (tambah 2 tahun). Tapi, seperti prolog yang tadi gue buat, memang ada yang harus dikorbankan, demi masa depan. Gue lebih memilih kuliah lagi 2 tahun, tetapi gaji awal lebih tinggi, daripada gue langsung bekerja, dan menunggu gaji gue naik dalam kurun waktu mungkin lebih dari 2 tahun.

Lagipula, masih ada yang mau membayar gue untuk berkuliah lagi. Jadi, ya, why not?

Itu jawaban utamanya. Kalau jawaban sampingannya, gue emang lagi pengen menjalani masa-masa remaja gue dengan bermain dan mencari banyak teman. Lagian di kampus lama gue, kelas gue gak ada ceweknya. Setelah gue menjalani ekstensi, akhirnya mata gue diremajakan kembali melihat mahasiswi fakultas lain. Sebagai mahasiswa yang 3 tahun berkutat dengan pergaulan akademik dengan jenis kelamin pria seluruhnya, gue merasa bersyukur.


Gue lulus dari D3 sejak bulan September lalu, dan gue mulai berkuliah S1 dari bulan Agustus. Untungnya gue sudah menyelesaikan tugas akhir gue dari akhir bulan Juli, sehingga gue bisa kuliah di dua kampus sekaligus walaupun dalam waktu 1 bulan. Capek sih gue bolak balik Solo - Jogja yang jaraknya lebih dari 60km, tapi ya nekat aja, yang penting niat.

Satu semester udah gue tempuh di kampus ekstensi gue yang sekarang. Memang perbedaannya jauh sangat.

Saat gue di kampus sebelumnya, jadwal kuliah sangat padat seperti orang bekerja, belum lagi mengganti kerusakan alat dengan jam lembur (kuliah tambahan). Tapi dari situ memang dilatih mental untuk kuat.

Di kampus gue yang sekarang, bahkan di semester satu gue satu hari kuliah hanya 2 jam, lalu pulang. Gue juga sempat bolos demi mengikuti event Jepang di Jakarta. Tenang, bukan JKT48 kok. Gue gak wota. Kalem. Terakhir gue theater aja pas Stella graduate.


Dari situ, gue belajar, ternyata hidup dengan tingkatan Diploma lebih berat daripada Sarjana, tetapi gajinya lebih berat Sarjana daripada Diploma, walaupun tanggung jawabnya memang lebih besar Sarjana daripada Diploma.

Mahasiswa Sarjana memang belajar banyak teori, tetapi kurang di praktek. Jadinya pada saat presentasi, anak Sarjana dengan mudah membeberkan bukti-bukti penelitian dengan berbagai macam teori dan hitung-hitungan, serta penggambaran presentasi yang lebih rumit sehingga lebih menarik dan lebih terpercaya hasilnya, dibandingkan dengan Mahasiswa Diploma yang terbiasa dengan cara trial and error, alias coba dulu, baru tau salahnya, karena memang hasil hitungan kemungkinan berbeda dengan hasil praktek. Tetapi dengan hitungan, kita bisa memprediksi terlebih dahulu untuk melakukan sesuatu, sehingga tidak mengeluarkan biaya banyak untuk percobaan yang tidak pasti.

Tetapi, kalau hanya belajar "Sastra Teknik" saja, dan saat bekerja tidak tau cara mengakali mesin yang rusak, dan tiba-tiba ada anak buah yang lebih pintar dalam hal mengakali, dan meminta spare part dengan harga yang cukup tinggi, bukannya malah merugi?

Nah, disinilah Double Degree berperan.

Kasarannya sih, nanti presentasinya bisa menarik karena perhitungannya yang agak pasti, tetapi di lapangan bisa kerja juga. Boleh lah demi masa depan yang lebih cerah.


Sekian noda yang gue toreh kembali disini. Mungkin gue akan ada waktu untuk menodai teman maya gue yang tidak berbalas ini. Yak, hai lagi:)


Salam Noda.

@leonardixb

Jumat, 29 Juli 2016

Dating Go, eh?

Tumben gue ngeblog dalam waktu 1 bulan 2 postingan, postingan ini dan postingan terakhir. Gue juga gak tau kenapa kok gue jadi agak rajin ngeblog di bulan ini. Gapapa sih, yang penting masih ada yang minat untuk membaca postingan gue.

Sebelum ke postingan, gue mengucapkan selamat untuk diri gue sendiri dan teman-teman kuliah gue yang naik ke semester berikutnya. Semoga kedepannya bisa sukses bersama, tetep solid, dan gue cepet-cepet dapet jodoh yaowoh bisa meraih masa depan yang diinginkan.

Oke balik ke postingan inti gue.

Kali ini gue membahas tentang game yang lagi digandrungi oleh manusia-manusia kekinian pada tahun ini : Pokemon Go.

Enggak, gue gak bakal bahas tentang tutorial cara bermainnya, seperti cara melempar pokeball, cara mengambil pokestop, cara mencari pokemon, cara mencari lure module, cara mencari egg,  cara mencari pacar, cara mencari pasangan masa depan, cara mencari calon penerus keturu..... eh kok jadi nyasar gini bahasannya!? Get well soon, Le. Maklum, 2 tahun kuliah di permesinan, susah cari cewek. Sedih. Gila.

Untuk pembahasan tutorial ringkas dan lengkap ada di blog nyankent. Loh, tumben promosi postingan orang lain. Kebetulan sih gue juga ngebantuin sedikit di postingan tersebut, jadi ya gue promosiin juga sekalian, toh petunjuk di blog tersebut juga ringkas, menarik, enak dibaca, rapi, menghibur, lucu, dan ngangenin, kayak Chika... Chika siapa, Le? Baca postingan gue yang terakhir.

... Sumpah Le, gak sehat.

Lagipula hingga postingan ini dibuat, karakter Pokemon Go gue masih cupu kok.

Masih level 22, gue maen dari awal rilis, sedangkan temen-temen gue yang maennya setelah gue udah ada yang level 28, bahkan temen gue 8 jam udah level 20. Bot-user Pokemon Go memang ******.



Balik ke topik awal.

Memang benar, Pokemon Go mengubah gaya hidup manusia, khususnya bagi orang yang suka mendekam di rumah tanpa bersosialisasi, menjadi keluar rumah mencari pokemon dan akhirnya mereka bisa bersosialisasi. Game ini memang bagus sih, walaupun kadang malah pemainnya yang malah mengganggu keamanan lalu lintas. Jelas, yang salah penggunanya, bukan permainannya. Gue juga menyukai game ini, karena akhirnya gue termotivasi untuk jogging di pagi hari dan jalan-jalan di sore hari.

Rutinitas gue memang sedikit berubah sih. Gue yang biasanya di dalam rumah, duduk sambil bermain di depan monitor komputer, berunah menjadi ke luar rumah, jalan sambil bermain di depan layar handphone. Sungguh perubahan yang signifikan bagi gue.

Gue juga senang menangkap Pokemon, karena gue suka mengoleksinya, walaupun saat ini baru mencapai Pokemon generasi 1. Koleksi pokemon gue memang terbilang sedikit sih...

Temen gue malah udah ada yang hampir komplit. Fake GPS, mungkin.


Setiap gue bertemu pokemon, gue menangkapnya, bertujuan agar menyicil exp gue agar cepet naik levelnya. Sejak level 20, karakter akan  sulit naik level karena kebutuhan exp yang banyak. Jadi, semakin tinggi level lu, semakin sabar lah :))

Tapi, ya namanya juga manusia, pasti pikirannya suka aneh-aneh. Contohnya gue. Saat menangkap pokemon, gue kadang suka berpikir, kapan gue bisa menangkap jodoh gue.

.... Mulai deh gak sehat Le...

Gue suka membayangkan, kapan ya....

Saat bertemu pokemon, gue melempar pokeball gue, dan gue mendapatkan pokemon tersebut. Dan saat itu ternyata di depan gue juga ada cewek yang juga mendapatkan pokemon. Kami berkenalan, berinteraksi, bertukar pikiran, punya rasa, dan akhirnya gue mendapatkan dia.

.... gak sehat.

Karena pemikiran gak sehat tersebut, muncul ide yang makin gak sehat juga. Gue berpikir bagaimana kalau game ini juga dibuat versi Go-nya.

Dating Simulation ala Idol 48 Family. AKB 1/149 !

Gue gak habis pikir. Gue lagi berjalan di trotoar, tiba-tiba hape gue bergetar, dan muncul Mariko di layar hape gue, minta ditangkep. Gue lempar sesuatu (bunga, surat, gombal, apalah) ke dia. Kalau dapet, dia langsung jadian sama gue.
....
....
....
....
....
....
....
....
 NGENES BANGET ANJIR YAOWOH POSTINGAN GUA.

Maklum, abis lulus semester 4, status masih independen, jadinya begini deh.


Prinsip mendapatkan cewek sama seperti mendapatkan pokemon. Semakin tinggi CP pokemon, semakin sulit didapatkan. Begitupun juga cewek. Semakin tinggi statusnya (kaya, pintar, terkenal, dsb), semakin sulit didapatkan.

Begitupun gue, jika ingin mendapatkan pokemon ini...

Chika... Chikachu. Btw, jaketnya luchu, apalagi yang punya jaketnya, lebih luchu.
Alhasil jadinya (luchu)2.

Gue jadi penasaran mantan gue kalo pake jaket Pikachu cocok gak ya... Enggak kayaknya, soalnya dia udah punya cowok lain. Jadinya ya bodo amat.

Mungkin kedepannya gue berharap ada aplikasi mirip Pokemon Go tetapi untuk mencari jodoh, seperti Dating Go, mungkin? Lu cukup berjalan di trotoar, ketika ketemu lawan jenis yang menggunakan aplikasi tersebut, hape lu bergetar, lu liat profilnya. Jika dia setipe sama lu, bisa diajak kenalan, dan mungkin jadian. Aplikasi ini bisa mengurangi populasi jomblongenes gembelnista alonewalker.

Tumben Leon mikirnya bisa sejauh ini. Iya, sama-sama.

Sekian postingan gue yang agak ngawur kali ini. Semoga kedepannya para pembaca (dan gue) bisa sukses dan mencapai apa yang diinginkan di masa depan. Amin.

Bonus foto.

PLTC. Pembangkit Listrik Tenaga Chikachu.



... Get Well Soon, Le.


Salam PLTC

@leonardixb

Sabtu, 02 Juli 2016

Night Warrior, Waro Warrior, and Love Warrior

Dua bulan sudah berlalu sejak postingan terakhir, dan gue ngepost lagi. Setelah beberapa minggu lalu gue menjalankan Ujian Praktek di kampus gue, akhirnya kelar juga. Semoga nilainya memuaskan deh, dan gua bisa naik tingkat, lalu lulus, kemudian kuliah lagi, cari kerja, membahagiakan orang tua, cari istri, punya anak, membahagiakan keluarga gue, dan tetap tersenyum hingga gue puas hidup di dunia ini.

Wah tumben banget opening postingan gue romantis-kritis-puitis tetapi agak najis. Gapapa yang penting Chika Luchu Yha.

..... Chika siapa lagi Le? Chika JKT48? Chika ex-AKB48 yang masuk JKT48? Chika Bandung? Kok banyak cewek bernama Chika kayaknya di hidup lo? Ladur* banget.

Biar gue perjelas terlebih dahulu.

Chika JKT48 atau Chikita Ravenska Mamesah, adalah oshimen gue di generasi 3. Lebih tepatnya mantan oshimen sih, soalnya dia udah graduate dari JKT48. Satu lagi oshimen gue keluar dari 48 family. Bodo amat sama kutukan gue mah.

Chika ex-AKB48 yang masuk JKT48 atau Chikano Rina, adalah member pindahan dari AKB48 yang pindah ke JKT48. Panggilan akrabnya Siti. Gue gak begitu deket sama dia, jadi hubungan gue dan dia biasa aja.

Chika Bandung, walau kata orang-orang dia itu legend, tapi gue gak pernah tau anaknya yang mana, dan apa yang dia lakukan sehingga dibilang legend, seriusan, sumpah. Gue polos banget yak.
Update : Jangan dicari tau, temen gue udah ada yang screenshoot hasil pencariannya di Google, ternyata parah banget. Sumpah. Gue gak tau apa-apa tentang hal itu.

Dan gue gak ladur. Buktinya di JKT48, oshimen gue cuman 1................. tiap tim. Toh juga udah pada graduate. Gak ladur* kan gue :')


Kali ini gue bahas Chika JSNavigator (Japanese Station Navigator). Siapa lagi tuh? Gue kasih foto dulu deh, mungkin kalian kenal, atau bahkan dekat sama anaknya.



Namanya Chika. Foto Diambil Saat Makan Ind*mie Goreng 4 (((Empat))) Bungkus.
Gue juga sanggup sih makan ind*mie goreng 4 bungkus, bedanya gue 4 bungkus jumbo, dan besoknya langsung lemes di tempat tidur.


Gue tau (dan kenal) dia dari fame, sekitar 3 bulan yang lalu. Berhubung gue punya waktu luang, daripada gue bermain game terus, gue butuh hiburan lain, seperti nonton misalnya. Maka dari itu gue sering nonton di fame, dan kebetulan jam luang gue sama saat Chika on air. Alhasil gue tau (dan kenal) dia. Hehehe.

Karena dia dari JSNavigator, otomatis banyak yang ngefans (atau malah bisa dibilang support, kayak idol gitu) dia. Alhasil, gue bergabung dengan tim yang isinya orang-orang yang demen nonton dia, hingga men-support dia. Chika namain timnya "Pejuang Malam", atau biar rada bule dikit namanya jadi "Night Warrior".

Di grup ini tentu saja gue ketemu banyak teman baru, yang malah teman-teman baru gue juga ada yang sehobi sama gue, misal ada yang demen makan ramen, demen nonton anime, demen main DoTA (bahkan Night Warrior sampai ada tim DoTA-nya. Gue ikut sih, tapi role gue cuman jadi feeder, yang paling banyak matinya), suka LoveLive, bahkan ada yang wota juga. Yah gak jauh-jauh dah bahasannya idol group lagi. Hidup gue kok gini-gini amat yak.


Yaa, namanya juga grup mendukung seseorang, biasanya sih ada yang jadi Pejuang Waro, alias fans yang fakir waro, yang gak diwaro sehari galaunya bisa kayak diselingkuhin sama pacarnya padahal dia belum punya pacar. Misalnya, abis direspon sama artis (entah idol apa kagak), atau foto bareng, atau dapet kontaknya. Biasanya sih langsung dipamerin di grup, seolah-olah berkoar :
Gila, gue skyf*ckingman, diwaro idola, mau apa lo hah!?

Terus biasanya pada bilang keren, ada yang ngiri juga. Biasanya yang pamer ini langsung memamerkan hal lainnya, yang lebih wow. Atau malah ada yang kepancing sehingga orang lain yang diem aja langsung pamer hal yang lebih wow dari dia, sehingga orang yang sok pamer sebelumnya langsung ciut dan diam.

Sebagai orang yang pernah berkutat di dunia idol, gue sih biasa aja, karena gue hanya orang biasa yang gak tau kapan diwaro idol. Toh misalkan di-waro-pun gue sedikit, salah satunya palingan ya hanya segini, atau kalo mau nyari yang lain sih coba aja cari di sini. Toh apa yang harus diirikan dari gue yang pernah diwaronya seuprit :(

Untungnya di grup Pejuang Malam, belum ada yang kayak begini. Sebagai jomblo yang jarang diwaro, baik diwaro idol maupun diwaro pacar (jangankan pacar, gebetan aja gak punya, namanya juga jomblo), gue merasa tenang.


Awalnya sih nonton Chika di fame itu biasa aja, menghibur, acaranya menarik, penontonnya juga menarik (karena ada obyek yang bisa dibully hingga nangis belatung), tetapi setelah 3 bulan lebih gue ngikutin beam Chika, terutama saat Chika nyanyi di kanal dia, sempat terpikir di benak gue :
Kok lama-lama dia (Chika) ini mirip mantan gue ya...

Dalam hal tertentu, Chika mirip mantan gue sebelum-sebelumnya (anjas pake sebelum-sebelumnya, kayak punya mantan banyak aja lu, Le). Yang jelas sih persamaan dia dengan mantan-mantan gue sih, sama-sama cewek. Gue masih normal, masih mencari pasangan masa depan yang berbeda jenis kelamin, demi melanjutkan keturunan di masa depan yang lebih baik.

Yang mirip sih, sama-sama rambut pendek. Entah kenapa, bagi gue cewek rambut pendek itu cakep. Short hair girl FTW. Selain itu sama-sama suka Jepang, cuman kayaknya Chika gak ngikutin idol group sih, jadi kalo masalah suka Jepangnya, parahan mantan gue.

Dan yang bikin gue sering teringat mantan adalah, Chika kadang suka nyanyiin lagu yang pernah gue jadikan lagu pendekatan (lagu mesra(?)) ke mantan gue, yang notabene tentu aja gue langsung auto-connect ke kenangan manis pahit bersama mantan gue. Kayaknya sih kebetulan, tapi yang Chika nyanyiin hampir 80% lagu yang pernah gue dengerin bersama mantan gue. Seenggaknya sih paling kepikiran mantannya cuman 1 hari doang sih, selanjutnya juga udah lupa lagi. Untung udah lama kejadiannya, jadi gampang move on.

Tapi....
Apakah gue bisa jadi pejuang cinta untuk Chika? 

Di antara semua anggota Pejuang Malam, ada yang memikirkan hal ini, yang benar-benar mengharapkan Chika sebagai partner hidupnya, bahkan rela menempuh ratusan kilometer hanya untuk bertemu Chika, sang ratu di hatinya. Salut sih, tapi gila juga. Yah namanya juga kangen, tidak pandang bulu, tidak pandang jarak, tidak pandang isi dompet, ada kesempatan, hajar, demi bertemu, untuk melepas rasa ingin bertemu dengan dirinya.

Gue pun juga kadang suka bertanya kepada diri gue sendiri. Apakah gue bisa jadi pejuang cinta untuk calon istri gue? Apakah gue bisa membayar apa yang pacar gue butuhkan walau hanya sedikit? Jangankan calon istri, gebetan aja belom ada.

Maklum, anak mesin, satu kelas cowok semua, gak ada ceweknya. Sedih. Gila.

Sampai saat ini, gue masih belom dekat sama cewek. Entahlah, mungkin karena gue belom tertarik sama cewek di kota ini, masih terseret sama cewek yang dulu di daerah rumah gue sebelumnya. Lambat laun mungkin nanti gue akan tertarik sama cewek disekitar sini, sekalian belajar budaya pacaran disini, kali aja budaya pacarannya beda dengan di daerah gue sebelumnya.


Semoga aja, semakin banyak yang men-support Chika, Pejuang Malam semakin banyak, semakin seru, dan semakin gokil, Pejuang Waro semakin rendah hati sehingga gak bikin Pejuang Malam yang baru gabung langsung iri, dan gue bisa jadi Pejuang Cinta di hatinya Chika, karena apalah arti di-followback kalau tidak di-loveback oleh Chika. Halah.



Salam Pejuang Chika, eh Pejuang Cinta yang jarang diwaro di malam hari

@leonardixb



*) Ladur : lelaki durhaka. Lelaki yang suka lebih dari satu cewek, alias tukang selingkuh. 

Selasa, 26 April 2016

Meet and Greet (plus Nostalgia)

Sepertinya gue udah lama banget gak bahas idol group lokal secara normal. Beberapa postingan terakhir gue ngebahas JKT48 hanya sedikit, malah sempat menyindir dalam makna yang cukup negatif karena kebosanan saya akan grup tersebut.

Tapi untuk postingan kali ini, biarlah gue membuka segel gue dulu, satu hari aja, lebih tepatnya hari Minggu, 24 April 2016.

Alias : Gue ikut Meet and Greet Mahagita JKT48 di Jogja.


..... ANJIR LE GUA KIRA LU UDAH TOBAT DARI TEMPAT PENYEMBAHAN KAKAK-KAKAK DAN DEDEK-DEDEK LUTCHU ITU FAK.

Kan udah gue bilang, gue mau buka segel gue sehari aja, biar alter ego gue yang denial tapi maniak ini bisa bebas sehari.


Marilah melanjutkan postingan jurnal ngidol gue yang (gak sengaja) kembali menjadi maniak lagi.


Kali ini gue udah gak jadi alonewalker seperti beberapa postingan ngidol gue sebelumnya. Gue berangkat dari Oslo Solo bersama Faiz. Faiz siapa sih? Dia adalah orang Bogor, yang kuliah di Oslo Solo, temen main DoTA juga, sekaligus iblis penyeret gue yang (mau gak mau) ngikutin JKT48 lagi. Oshimen dia adalah Veranda. Iya, Veranda, yang duet sama Mas Jiro buat masuk lagu Request Hour JKT48 tapi gagal karena Veranda terlalu mesra bersama Mas Jiro dan Faiz iri hingga detik ini.

Gue berangkat menggunakan motor, menuju sebuah mall di pusat kota Jakarta Jogjakarta, dan berada di lantai empat dasar. Maaf, gue bahas Jogja City Mall, bukan FX Sudirman.

Di Jogja City Mall, gue dan Faiz bertemu dengan temannya Faiz juga yang sama-sama maniak tetapi lebih maniak Faiz sih (gue mah apa atuh, hanya fans butiran elektron yang enggak tau pernah diwaro idol apa enggak). Temannya Faiz bernama Agung. Agung merupakan salah satu korban dari Faiz juga. Oshimennya Agung adalah Sofia, tapi udah graduate kemarin. Gue, sebagai penggemar 48 family yang oshimennya sudah graduate sebanyak 6 (JKT48 : 4 + 1 (1 gak lolos final audition), AKB48 : 1), gue biasa aja melihat anggota JKT48 keluar,

Agung rencananya mau 2shot bareng member, sayangnya tiketnya sudah habis (dan untungnya gue pernah 2shot), alhasil dia pulang tanpa membawa apa-apa kecuali baju, celana, dan tas yang dia bawa dari rumah.

Gue dan Faiz, mengantri buat Direct Selling. Dari DS ini, akan menentukan gue ikut Meet and Greet atau enggak.

Oh iya, gue belum menjelaskan kenapa gue mau ikut MnG walaupun gue gak punya oshimen :

1. Line-up Member : Shania, Veranda, Nabilah, Viny, Shani, Desy. Member JKT48 yang ikut MnG merupakan member yang bisa dibilang "wah", karena mereka sudah cukup dikenal dikalangan fans awam, seperti saya.
2. Kebanyakan Tim J : Sepanjang sejarah karir gue ngidol sih, gue lebih tertarik sama Tim J, maka dari itu gue pengen melihat perkembangan mereka saat ini, dan kebetulan mayoritas member yang datang kali ini Tim J.
3. Penasaran : Hampir mirip sama alasan kedua, cuman ini lebih ke penasaran bagaimana member men-service fans-fansnya, baik yang baru maupun yang lama.
4a. Ada Shania : Ini yang terpenting. Gue sih gak oshi-in dia. Tetapi, karena dia melakukan hal INI, dan INI (alias over waro kayaknya), gue enggak bisa tinggal diam. Kali ini gue pengen bikin surprise aja, kalo gue masih ngikutin mereka.
4b. Respon Shania : Karena dia yang melakukan hal ini ke gue, gue penasaran kira-kira dia inget gue apa enggak ya.
5. Dibayarin Faiz : Ini yang terpenting kedua. Harga tiket MnG sebesar 350 ribu rupiah, Faiz mau bayarin 150 ribu. Kapan lagi gue bisa cukup hemat?


Gue dan Faiz mengantri DS, dan gue masuk duluan. Gue sengaja menghampiri Shania, untuk mengetahui kira-kira respon dia saat ketemu gue kayak apa ya.

Dia mengambil CD Mahagita, melihat gue, lalu kaget dan menyebut kata "kunci"-nya

Eh, (Admin) Laskar HI. Kemana aja? Kok bisa disini? Kenapa gak keliatan lagi di theater?
Kata singkat pertama gue yang terlintas di pikiran gue : wew.

Kata panjangnya (kasar) ; ******* *** **** *** ***** ***** *** *** (harus disensor, biar lolos dari KPI)

Kata panjangnya (halus) : wah, dia masih inget gue tanpa perlu gue pancing.


Gue bilang ke dia kalau gue kuliah di Jawa Tengah. Gue juga bilang gue kangen theateran juga ngeliatin Tim J, dan gue bilang bulan Juli gue mungkin theateran.

Setelah DS, gue melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang mendapat waro dari idol : sumringah.

Karena dia melakukan hal ITU (nyebut-nyebut Laskar HI, yang notabene seperti yang dilakukan hal ini), gue membulatan tekad gue untuk MnG.

Dan ini pertama kalinya gue ikut Meet and Greet JKT48 sebagai fans jauh, (fans far, kalo kata orang sini, sih).

Gue sama Faiz datang ke MnG, yang dimulai jam 8 malam (padahal jadwalnya setengah 8 malam, molor, sudah biasa).

Di MnG, fans dan member bisa berinteraksi melalui tanya jawab, dan ada permainannya juga. Seru sih, karena bisa lebih dekat dengan member juga, seperti motto mereka "Idol You Can Meet (of course with money, *****)". dengan dana 350 ribu rupiah (dikurang 150 ribu oleh Faiz), sangat worth it lah.

Mending langsung saat ke permainannya.

Faiz dipanggil duluan saat game, dan dia ikut game "Tebak Kata". Games tersebut dimainkan oleh 6 fans, dan 2 fans yang menang akan bermain berpasangan dengan member yang dipilih oleh fans tersebut. Celakanya, Faiz menang hingga 2 besar. Alhasil Faiz bermain bersama member, yang tentu saja dia memilih Veranda. Gue jamin pas dia lagi main Faiz menahan ke-sumringah-an-nya.

Gue, karena gue bawa sial kalo ngidol, gue dipanggil urutan terakhir saat games. Agak kocak sih, berasa spesial gitu, kayak manusia langit yang dipanggil terakhir untuk menunjukannya keangkuhannya.....

Eh, maap, keceplosan.

Gue dipanggil terakhir, dan bermain game "Jujur atau Bohong". Ada 6 peserta, dan masing-masing peserta memilih salah satu member. Member tersebut memberikan pernyataan, dan kami dikasih kesempatan 30 detik untuk bertanya, kemudian menjawab apakah pernyataan tersebut Jujur atau Bohong.

Karena alasan ke-4a gue, gue memilih Shania, dan pernyataan dia ke gue selalu tentang sekolah SMP dia, karena suatu alasan yang gue tau dan dia pun tau juga :)

Ya, gak gitu juga sih Ju, walaupun kenal juga gue gak sampe ngerti seluk-beluk kegiatan lu pas sekolah....

Gue kalah di putaran kedua sih dalam game ini, tapi ada hal yang bikin gue senang. Dia keceplosan nyebut nama gue, padahal pada game tersebut tidak ada peserta yang memperkenalkan diri.

Biasa aja sih.

(dalam hati : aing super skyman (manusia langit) anjir ape lo hah)


Lalu setelah MnG semua peserta mendapatkan hadiah, bingkisan, dan sumringah karena disenyumin sama member terus-terusan.

Termasuk gue dan Faiz, pulang ke Oslo Solo sambil sumringah.



Ya, gue juga gak tau sih kenapa Shania masih inget gue, yang udah gak pernah nonton theater Tim J. Terakhir nonton malah pas theater terakhir Stella malah, yang udah lama banget, dan susah buat mengingat orang yang sudah enggak ketemu selama 2 tahun lebih. Kenyataannya, enggak. Member-member JKT48 masih mengingat siapa yang men-support mereka dari awal mereka berkarir (baik generasi 1, 2, 3, 4, dst), asalkan support tulus aja, dikasih respon (a.k.a waro) mah anggap aja bonus. Kecuali kalau memang fakir waro sih, yang niat ngemis-ngemis minta waro idol hingga rela mempermalukan dirinya, asalkan dia diwaro dan berasa skyman. Mungkin pemikiran dia dengan gue berbeda.

Gue merasa bangga sebagai orang yang pernah men-support mereka dari awal, walau sempet bosan karena posisi center setiap lagu mereka si itu lagi itu lagi sih. Tapi gue masih diinget. Sampai detik ini gue bangga (dan sumringah).

Tapi kalo waro berlebihan sih, lama-lama bosen juga. (dalam hati : waro gue lagi jir biar makin kayak manusia langit)

Gue berasa nostalgia saat bertemu Shania. Gue keinget saat gue masih jadi maniak, dan saat gue dan teman-teman se-perumahan gue ngidol, hingga mereka diwaro semua. Gue jadi kangen teman-teman komplek perumahan gue. Kabar mereka sekarang gimana ya... Gue pengen ajak mereka theateran lagi.


Gue masih sumringah sampai detik ini. Tolonglah, Shan :')

Semoga Faiz sering-sering ngebayarin gue deh, dan tentu saja semoga JKT48 sukses kedepannya, dan semoga Shania bisa ...... gak jadi deh, kapan-kapan aja. HAHAHAHA


Salam Sumringah

@leonardixb

Minggu, 03 April 2016

Maki, Mantan, dan Map Kenangan

Sesuai postingan gue 2 minggu 1 hari yang lalu, gue akan menlanjutkan postingan gue yang sempat terpotong karena ada yang minta ngebahas JKT48.

Kok 2 minggu? Kenapa gak 1 minggu aja? Gue lagi sibuk sama kuliah teori gue, yang tugasnya lumayan banyak, alhasil blog gue kesampingan, toh kuliah gue juga lebih menjamin gue untuk masa depan gue agar lebih cerah dan siapa tau ada cewek yang tertarik sama gue karena gue rajin sehingga gue terlihat pintar. Ngarep Le. Peduli *****, semua tujuan itu berawal dari mimpi. Untuk membuat suatu tujuan, lu harus bermimpi dahulu, nanti mau kayak apa, kira-kira bagaimana, nanti di akhir mimpi lu bakal menemukan tujuan yang lu inginkan. Mimpinya mau gak masuk akal juga gapapa, toh yang penting udah punya tujuan untuk masa depan, daripada gak punya tujuan hidup malah kehidupannya jadi tidak terarah.

Tumben lu bijak Le. Iya dong, kan biar terlihat pintar sama cewek-cewek yang mungkin baca blog gue.

Kenapa gak lebih dari 2 minggu aja, sebulan sekalian? Nah ini permasalahannya. Besok (Senin, 3 April 2016) gue masuk kuliah praktek, dan kuliah gue masuk shift malem, yaitu jam 2 siang - 10 malem. Gue, sebagai orang yang sering kedatangan ide di malam hari, gak mungkin membuat postingan blog disaat gue menggergaji benda yang diminta oleh instruktur di kampus gue. Alhasil, gue putuskan hari ini saja, daripada molor terus. Lagipula, selain Senin - Jumat gue masuk jam 2 siang - 10 malem, hari Sabtu gue juga ada lembur wajib di kampus gue. Ini gue kuliah apa jadi kuli yak... Ah, gapapa, biar gue terlihat rajin, siapa tau cewek-cewek tertarik sama gue.

Ngenes banget Le ngomongin "biar tertarik sama cewek-cewek" terus, kayak gak pernah diperhatiin cewek lain aja. Lah memang :)), udah gue tulis di postingan gue disini.


Mari lanjutkan postingan gue yang openingnya aja udah ngenes dan nista begini.

Setelah gue dipaksa sama teman-teman gue untuk membeli nendoroid Nishikino Maki dari anime Love Live, gue mulai terbiasa dengan kehadiran "mainan" ini. Lagipula, 2 hari lalu (1 April 2016) adalah konser Final Love Live, alias konser terakhir dari para pengisi suara dari anime tersebut. Iya, di-konser-in. Yang nonton gak kalah sama wota-wota idol group lokalan. Ada yang kecha, wotagei, bahkan saat encore udah ada yang nangis, hingga saat lagu encore ada yang tangan kanannya diletakan di dada layaknya sedang mendengar lagu kebangsaan dikumandangkan. Untung gue udah di Oslo Solo. Kalo gue masih tinggal di Bekasi sih, gue udah nonton konsernya juga kali, bahkan mungkin udah ikut nangis juga. Tapi, biarlah air mata gue terakhir gue titihkan di tempat umum saat gue menonton show theater JKT48 terakhir dari Stella Cornelia.

Maki-chan kawaii? Kakikukeko yoku dekimashita~

Nishikino Maki, adalah salah satu karakter Love Live yang sifatnya cuek, tapi kalo sekalinya sayang sama orang, sayang banget, atau bahasa weeabo-nya tsundere.

Gue jadi teringat mantan gue.

Mantan lagi Le ah ilah.

Tolonglah, biarlah kepribadian gue yang suka galau ini ngepost tentang mantan sekali aja. Gue udah lama menyegel kepribadian gue yang hobi galau ini, mungkin butuh dilampiaskan juga

Orangnya cuek, tapi ngangenin. Itu yang terlintas dipikiran gue, tentang seseorang yang pernah menemani hidup gue. Memang orangnya tidak sesempurna Maki. Maki bisa membuat aransemen lagu yang enak di dengar. Mantan gue, jangankan membuat aransemen, tangga nada aja enggak tau. Tapi dia membuat gue terhanyut dengan pepatah-pepatah dan kalimat-kalimat romantis, dan malah membuat hati gue cukup tenang.

Kenangannya sih memang sudah lama, kira-kira udah lebih dari 2 tahun lalu. Loh kok masih diinget Le? Nah...

Karena Maki, gue jadi keinget dia. Alasan yang aneh, kok bisa mahluk 2D yang tidak nyata bisa mengingatkan sama seseorang manusia 3D, bahkan mantan. Ya karena sifatnya yang mirip, membuat gue teringat. Terus lu bakal galau lagi Le? Gue sekarang mah galau fleksibel, kalau mau galau ya galau aja, enggak yaudah. Toh masa lalu juga, jadi pelajaran untuk kedepannya aja.

Selain Maki, gue juga menemukan "kado" pertama gue ketika gue masih jadian. Kadonya hanya sebuah kertas corat coret gak jelas sih, tapi mengandung makna yang baik...... pada saat gue jadian dulu. Kertasnya tentang pepatah-pepatah yang (ternyata) bisa menenangkan gue disaat gue lagi emosi, seperti saat postingan ini ditulis, internet gue (Speedy ; Telkom) mati total, seharian. Marah, iya. Koneksi yang memang terkenal hancur dan sampah sih. Tapi baru adanya provider ini di kota ini, mau gimana lagi ._.


Who needs songs if quotes can cheer you up

Kertasnya gue temukan di map gue. Mungkin kalian akan bilang "Kok lu goblok banget Le, barang mantan aja masih disimpen, kapan move on?" Memang cara move on harus menghilangkan barang kenangan? Mungkin sebagian orang iya, tapi gue termasuk yang tidak. Malah gue jadi semangat untuk melakukan hal yang lebih baik lagi untuk orang lain, agar orang lain juga ikut senang. Biarlah kenangan-kenangan berwarna di masa lalu terkenang, agar bisa dilakukan lagi dikemudian hari bersama orang lain, agar bisa hidup berwarna bersama orang tersebut, atau bahkan bisa lebih berwarna lagi dari yang sebelumnya. Lagipula quote-nya bagus kok, bisa jadi inspirasi di kemudian hari (?).

Selain itu sih, gue juga udah dipesenin sama mantan gue biar kertasnya gak dibuang -__-

Kertasnya disuruh disimpen. Ya mau gimana lagi :))

Loyal kan gue? Hahahaha.....

Saking loyalnya kertasnya tersimpan di sebuah map, yang ternyata map tersebut menjadi Map yang penuh Kenangan. 

Ya, semoga kedepannya hidup gue bisa lebih berwarna bersama orang lain, dan bisa membuat orang di sekitar gue senang karena gue.


Salam Kakikukeko

@leonardixb

Sabtu, 19 Maret 2016

Ma.. Ma.... Maksa Bahas Idol Group

Rasanya udah bosen gue bilang "wah udah lama banget gue gak urus blog gue". Tapi ya, begitulah kenyataannya.

Saat ini rumah (orang tua) gue baru hampir selesai direnovasi. Renovasinya udah dari awal Agustus, dan (kata mandor-nya) butuh 4 bulan dan akan selesai. Tapi, ya namanya juga budaya molor, udah sampe bulan Maret baru kelar kira-kira 80%. Yah, mau diapain lagi ya.

Seenggaknya kamar gue udah cukup nyaman untuk tidur dan wifi-an doang dengan angin dari alam (iya, tanpa AC. Masalah?). Padahal gue udah siap-siap mau pasang pajangan yang (enggak) sengaja gue beli. Pajangan apa tuh?

What I have bought with my 75% saving in my wallet

Karena gue selalu dipaksa sama temen-temen komunitas gue di Oslo untuk membeli pajangan, entah nendoroid atau figma, alhasil gue mengalah untuk membelinya. Ini adalah nendoroid Nishikino Maki, karakter dari Love Live. Anaknya tsundere, orang kaya, pinter, jago bikin aransemen, dan paf-able. Maki ini hampir menyerupai gadis yang sempurna...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
kayak mantan gue.

AH ILAH LE BAHAS MANTAN LAGI KAPAN LU MOVE ON COK!??

Lah daripada blog ini sepi kayak kuburan di-silent, mending gue galau aja.



Daripada galau mending lu bahas JKT48 lagi Le, kayak postingan-postingan lu disini.

...

Oke, gue bakal bahas JKT48 lagi untuk beberapa paragraf saja.

JKT48 ya. Oh iya, gue udah jarang ngikutin lagi. Denger-denger kabar terakhir sih udah banyak yang mau grad, kayak Harugon, Delima, Elaine, Sofia, Grace, Chika (iya, Chika, oshimen gue di generasi 3. Kutukan oshi Leon = grad, masih berlangsung hingga detik ini walau gue udah pindah ke Oslo. Gue pernah bahas Chika disini). Gue, sebagai penggemar awam JKT48 yang pernah ngidol dari jaman theater temporer Nyi Ageng Serang, pernah 2shot, pernah masuk TV, pernah ngidol di parkiran, pernah ke theater, dan pernah berantem lawan fanbase (iya, 1 vs keroyokan, maklum level gue terlalu rendah dikalangan para wota), serta belum pernah disuruh ngisi acara buat kumpul-kumpul komunitas regional, gue sih bodo amat.

Lagian di JKT48, yang masuk TV kebanyakan anak Tim J dan beberapa anak K3 yang notabene cuman itu-itu aja orangnya. Wajar kalo orang yang udah masuk JKT48 dalam kurun waktu tertentu dan gak pernah eksis seperti para senior-seniornya mengundurkan diri dari idol group ini. Ini Indonesia, bukan Jepang. Di Jepang masih ada pepatah "pantang menyerah" dan idol group memang pekerjaan yang layak dan cukup menghasilkan disana, karena disana memang sudah mapan dalam beberapa aspek, seperti gaji untuk para idol yang mungkin sudah lebih dari cukup. Gak perlu sekolah, jadi artis aja juga udah mapan. Bahkan beberapa member idol group ada yang masih gak bisa matematika perkalian :)

Di Indonesia, pendidikan lebih diutamakan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, dan hal-hal kayak begini dianggap hanya fun, mungkin karena mindset yang terlalu "kolot" tentang "kalau mau jadi orang sukses, belajarlah hingga pintar dan mendapat pekerjaan dengan gaji yang tinggi", toh di sini juga gajinya sebagai idol group gak sebanding sama kerjaan mereka yang "dipaksa" oleh official team hingga larut malam, bahkan sampai "ketidur-tiduran" di sekolah atau di kampusnya (nah, balik lagi kan ke mindset pendidikan-pasti-sukses). Kalau dari negara asalnya sih ada istilah "jam malam". Kalau disini, "bablas terus yang penting duit masuk, member idol group bodo amat, toh mereka juga masih seneng disini. Gak suka ya cabut aja, toh center kita juga masih banyak yang demen kok". Iya sih, center idol group lokal yang itu-itu terus memang masih menarik perhatian, dan sudah dicoba berganti orang lain di beberapa lagu, toh di lagu berikutnya centernya kembali dia lagi dia lagi. Kayak gak punya stock member yang cakep aja.

Kenapa gak pernah diadakan pemilihan center lagu dengan melakukan suit/suten, seperti yang dilakukan kakaknya di Jepang? Pertanyaan yang gue anggap bakal dijawab : "mana bisa dapet duit banyak kalo nyari center gak pake voting dari para penggemar". Tinggal pasang center terbaik mereka yang itu-itu aja, penjualan pasti laku.

Beda budaya, beda pikiran, beda nasib. Entahlah kedepannya bakal bagaimana. Semoga aja masih bertahan dalam waktu lama ^^


Nah itu bahasan gue, kalau gue disuruh membahas JKT48 seperti di postingan gue sebelum-sebelumnya. Gak ada sangkut pautnya tentang emosi karena oshimen gue yang keluar dengan cepat.


Mari membahas mantan lagi.

AH ILAH LE MANTAN LAGI MANTAN LAGI...

Lah daripada blog ini sepi kayak kuburan di-silent, mending gue galau aja. [2]


Tapi blog gue jadi udah ada isinya ya gegara bahas JKT48. Hahahaha emang susah sih udah pernah berkutat di dunia begituan. Yaudahdeh bahas mantannya kapan-kapan aja. 

Makanya judul postingan ini jadi kebanyakan "Ma"-nya. Maki, Mantan, Maksa bahas Idol Group.

Terimakasih bagi kalian yang (agak) memaksa gue untuk membahas JKT48 kembali ^^


Salam Yang Pernah Ditaklukan oleh Senyumannya

@leonardixb

Jumat, 25 Desember 2015

Callous Christmas

Udah 2 bulan lebih gak ngurus blog. Pada postingan sebelumnya (spoiler : festival wiabu se-Indonesia), gue pernah bilang kalau rumah gue lagi direnovasi sehingga tidak ada koneksi internet. Kali ini gue udah bisa internetan di rumah sementara gue. Kok bisa? Tinggal beli kabel panjang, tarik sendiri, colok modem, otak atik sedikit, kelar. Ada koneksi internet deh. Kalau kata cewek-cewek lucu yang lagi kekinian sih, "Yey \o/".

Sebelumnya gue mengucapkan selamat natal bagi yang merayakan natal, dan selamat liburan bagi yang merayakan libur juga. Semoga di negara ini tiap natal gak cuman bahas debat haram enggaknya ngucapin selamat natal, ya lakukanlah hal yang berguna dikit. Misalnya nonton Macaulay Culkin lagi bikin perangkap buat ngerjain pencuri di Home Alone, gitu. Seenggaknya kan dapet inspirasi bagaimana cara memerangkap wanita agar situ enggak jomblo, iya kan?

Ngomong-ngomong soal jomblo, Setiap malam natal entah kenapa gue memikirkan kapan gue bisa memandang langit malam bertabur bintang, dari atas genteng, bersama seseorang yang gue sayangi (percaya atau tidak, bayangan ini selalu muncul setiap malam natal, sejak 8 tahun lalu). Enggak, gue bukan anak ngenes yang ngemis-ngemis minta perhatian cewek. Cuman, mungkin mimpi sederhana itu masih belom waktunya, hehehe.

Karena hal tersebut, gue menyadari sesuatu pada natal di tahun ini :

Selama gue di kota ini (Solo), gue belom pernah kenalan dan ngobrol bareng (entah chatting, atau curhat) sama cewek dari daerah sini.

Oke. Gue sempet tertegun dan karena kepikiran tersebut, akhirnya terjadilah Tragedi Susu Milo*.


Bener sih. Selama gue satu setengah tahun tinggal di kota ini (karena emang kuliah juga di sini), gue jarang ngobrol sama cewek. Jurusan yang gue tempuh juga jurusan Teknik Mesin, yang notabene memang gak ada ceweknya sama sekali, kecuali di jurusan lain, itupun juga ceweknya masih bisa diitung pake jari tangan dan beberapa jari kaki. Kampus gue juga merupakan kampus yang disiplin, dimana kuliahnya ada 2 shift, shift satu jam 7 pagi - 3 sore, dan shift dua jam 2 siang - 10 malem. Kalo mau jujur, kuliah kayak gini memang mengurangi komunikasi gue dengan lingkungan sekitar gue (walaupun dibilang begini, alasan pihak kampus pasti bilang : kan kamu bisa komunikasi sama teman-teman kampusmu, bukankah mereka keluargamu juga?).

Selain itu, gue juga orang Jakarta (lebih tepatnya perbatasan Jakarta Timur - Bekasi Barat, tinggal di sebelah timur Kanal Banjir Timur, alias anak planet Bekasi), gue masih gak nyambung ngobrol sama mereka, yang tiap gue nanya pake Bahasa Indonesia, dan orang yang gue tanya jawab pake Bahasa Jawa, sehingga gue harus bilang "Mas/Mbak, saya gak ngerti bahasa Jawa", kemudian orang tersebut menjawab terbata-bata menggunakan bahasa Indonesia sambil mikir-mikir agak lama kayak menterjemahkan Bahasa Jepang ke Bahasa Indonesia. Gue serasa tinggal di negara Jawa, bukan negara Indonesia.

Untungnya, statement tersebut udah tidak berlaku lagi ke teman-teman kampus gue, karena gue emang udah satu setengah tahun kuliah di sini, mereka (beberapa) ada yang mengerti sih kalau gue bukan orang sini. Tapi statement tersebut tidak berlaku untuk tukang becak, pedagang angkringan, tukang tambal ban, penjual nasi padang, satpam, dan ibu-ibu bawa motor yang jam 10 malem berkendara tanpa nyalain lampu (lampu depan dan belakang, bahkan belok gak pake lampu sein) dengan kecepatan 20-40 kilometer per jam di tengah jalan (serius, di kota ini, yang kayak gitu : ada).

Untuk soal cewek di kampus, gue merasa cewek di kampus gue beda banget sama cewek pas gue masih di Bekasi. Gue gak akan melihat dari fisik antara cewek di kampus gue dengan cewek di sekolah lama gue, karena kampus gue kampus berbau "mesin", jelas "kekuatan" dan "keperkasaan"nya beda jauh.

Untuk sikap, entah mengapa gue merasa gue gak bisa deket sama cewek-cewek disini. Bukan dalam artian deket jadi pacaran (karena memang beda tipe, dan tipenya bukan gue banget, sehingga mungkin mustahil pacaran sama cewek-cewek di kampus gue). Gue merasa cewek-cewek di kampus gue lebih tertarik ngobrol sama teman-teman gue yang kasarannya se-suku. Kalau menurut gue sih, kendala bahasa dan budaya. Tiap gue ketemu cewek, dia pasti ngobrol ke cowok lain pake Bahasa Jawa, yang tentu saja gue gak ngerti. Alhasil, gue mem-bodo amat-kan setiap keadaan seperti itu.

Selama gue di kota ini, gue belom pernah denger ada cewek dari daerah sini yang mau curhat ke gue. Gue, yang semasa sekolah biasa jadi tempat curhat cewek, alias curhatzone, merasa heran. Malahan beberapa bulan lalu, gue kenalan sama cewek dari daerah Bandung karena game online, baru kenalan sehari langsung curhat banyak. Obrolan kita sih nyambung, ceweknya juga gak jelek-jelek amat. Sayangnya, gue gak menjamin kalau gue jadian sama dia bakalan mulus. Gak cuma teman game, teman sekolah lama gue juga masih ada yang curhat sama gue.

Sedangkan di sini, udah sekampus, papasan pun kadang nyapa kadang enggak. Gue merasa makin suram. Gue merasa hidup gue hanya dikeliling cowok saja.... Oke itu serem, untungnya gue masih demen cewek, tapi gue gak tau teman kampus gue ada yang demen sesama jenis atau enggak.

Gue mencoba gabung ke komunitas di daerah sini. Sayangnya, komunitas yang gue gabungin gak ada ceweknya. Oke, gue merasa makin lebih suram. Mungkin sebenarnya ada, tapi mungkin mereka lebih konsentrasi ke komunitas lain. Gue memaklumi sih, mungkin di komunitas tersebut bukan hobi yang sama dengan hobi gue, walaupun tetep gue bingung : kok gue susah kenalan sama cewek ya.

Gue merasa gue di sini makin susah mencari cewek dengan lingkungan seperti ini. Memang sih, gue selalu bilang kalau gue sedang konsentrasi "membangun pondasi untuk keluarga masa depan gue", cuman gue merasa aneh aja, kenapa cewek di sini susah buat deket sama gue, minimal ngobrol lah. Bukan gue kesepian ga ada cewek, cuman mungkin, beda daerah, beda kebiasaan. Mungkin gue yang biasa jadi curhatzone jadi enggak biasa dengan keadaan seperti ini (walaupun begini, gue pernah jadian sama cewek gegara jadi curhatzone, loh. Jangan remehkan curhatzone). Ujung-ujungnya gue, sebagai pendatang, mungkin perlu beradaptasi.

Hahaha... Kebanyakan beradaptasi, mungkin gue mempunyai banyak sekali hal-hal yang gak cocok dengan lingkungan ini (?), atau apakah karena emang banyak yang gak cocok, gue yang harus pindah (?). Mungkin karena itu, gue jadi gak punya perasaan alias menjadi Callous, sehingga natal kali ini serasa seperti Callous Christmas.

Ya, semoga mungkin malam natal yang kesekian (entah berapa tahun lagi), gue bisa memandang langit malam, bertabur bintang-bintang gemerlapan, dari atas genteng, bersebelahan bersama bintang terindah. bintang yang selalu menyinari hati gue dikala suka maupun duka, bintang yang selalu menerima gue apa adanya, dan bintangnya adalah dia, seseorang yang mungkin gue belom pernah ketemu, atau mungkin sudah pernah ketemu, tapi bintang tersebut akan kugapai, dan bersama-sama melintasi hidup dengan bintang tersebut, selamanya. Amin.


Merry Christmas




Salam Bintang Terindah

@leonardixb


*Mengapa ada Tragedi Susu Milo? Gue kepikiran itu saat lagi nonton anime sambil minum susu, pas gue taro susunya, kepikiran kayak gitu, eh kesenggol, tumpah deh. Sedih gila.

Minggu, 04 Oktober 2015

AFAID 2015 : Luck is No Excuse

AKHIRNYA GUA NGEBLOG LAGEEEE...

Berhubung rumah gue lagi di renovasi dari awal Agustus, jadi gue gak punya koneksi internet yang mapan. Alhasil blog ini udah 2 bulan gak gue urus. Maaf ya, hehe..

Anyway, terima kasih atas wish ulang tahun gue yang ke 20 saat  14 Agustus 2015. Telat ya? Gapapa, yang penting Shania Gracia lucu. Kok bisa? Nanti gue jelaskan di akhir postingan gue, yang penting baca dulu aja :)

Sesuai judul postingan kali ini, kali ini gue akan membahas tentang AFAID 2015 yang diselenggarakan pada 25-27 September 2-15 , dan  entah kenapa gue juga heran kok gue bisa ikut ya. Sebelumnya, gue gak ikut AFAID 2014 karena gue baru awal-awal kuliah. Nah, karena gue udah semester 3, jadi..... ya ada celah lah biar bisa berfoya-foya di sana. Lagipula gue juga pernah ikut AFAID 2012 dan 2013, walaupun hanya exhibition aja sih.

Perjalanan gue dari Oslo Solo dimulai dari kereta api Jaka Tingkir yang tiketnya gue beli H-5 sebelum keberangkatan gue. Saat membeli tiketnya, sisa kursi tinggal 2, dan tentu saja gue pergi sendirian. Oke gue cukup beruntung mendapatkan tiket kereta ini, walaupun bukan yang paling murah, tapi seenggaknya kereta ini termurah ke 3 dari kereta-kereta yang lain.

Sampai di Jakarta hari Sabtu, 26 September 2015, pukul 4 subuh. Iya, 4 subuh. Untungnya temen gue ada yang bangun dan bersedia menjemput gue dari stasiun. Namanya Ilham. Menurut kabar burung, hobi dia adalah tidur. pernah suatu ketika saat gathering fanbase idol group lokalan dia malah tidur di emperan monas. Pernah juga katanya saat buang air besar di WC dia malah ketiduran. Kali ini demi menjemput gue dia enggak tidur. Sangat heroik sekali. Gue sangat bangga sebagai temannya yang ikut mentertawakan dia saat tidur di monas.

Gue dijemput Ilham dan dibawa ke rumahnya yang ternyata dari stasiun ke rumahnya gak nyampe 15 menit. Nyampe di rumah Ilham, gue pun tidur.

Gue bangun jam 8 pagi. Ilham bangun jam 10 siang pagi (sesuai prediksi gue). Kami berberes-beres, lalu sarapan di warteg. Gue lupa saat itu gue di Jakarta, bukan di Oslo Solo. Ilham memesan nasi, jagung, sayur, sambel, dan teh tawar. Gue pesen nasi, ayam, mie goreng, dan es teh manis. Harga makanan dan minuman Ilham 11000. Harga makanan dan minuman gue 17000. Gue sempet syok, dan gue baru sadar, ini Jakarta, bukan Oslo Solo. Soalnya di Solo, nasi, ayam, dan mie goreng harganya sekitar 6000-8000. Perbedaan yang sangat jauh sekali apalagi di kalangan mahasiswa jomblongenes gembelnista seperti saya.

Belom apa-apa udah boros Le...

Tidak apa-apa, yang penting bisa ke Jakarta di waktu liburan yang hanya sabtu-minggu ini.

Setelah sarapan, kami ke AFAID, dan tentu saja menjalankan misi gue di Jakarta : Mencari bibit lacur cosplayer.

Gue sengaja mengincar AFAID day 2, karena gue gak ada waktu untuk hari lain, dan duit gue gak cukup untuk bertahan hidup selama 3 hari di AFAID.

Baru pertamakali masuk AFAID, saya sudah disambut Darth Vader.

Sebenarnya Darth Vader ini adalah salah satu cosplayer yang berada pada event ComiCon, event yang diselenggarakan di waktu yang sama, dan gedungnya sebelahan sama AFAID.

... Oke gue gak perlu ke ComiCon buat foto sama Darth Vader.

Masuk ke dalam AFAID, dan keramaiannya....

*********** !!! Di Oslo gue belom pernah serame dan sepadat ini.

Bersama Ilham, gue mencari bibit lacur cosplayer, dan gue sempet dapet beberapa. Lumayan sih gue bisa foto, secara foto profil gue yang membosankan dan butuh foto baru, seenggaknya sama cewek cakep di sebelah juga gak masalah kan? ^^

 Kotorin >.< Ini cakep banget gila !


 Sayangnya gue gak bisa selfie, memang bukan keahlian gue sih


 Windrunnerranger !


 Ketemu Jeanice. Hhe Hhe


Percobaan selfie pertama : gagal, tapi saya jadi king oil


 Percobaan selfie kedua : lumayan, tapi saya kena sembelih


Tadinya gue juga nyari orang yang cosplay jadi Nishikino Maki, sayangnya gue gak ngeliat. Tidak apa-apa, Kotori, Hanayo, sama Eli udah mantap kok ^^

Setelah  foto bersama beberapa cosplayer, gue ketemu sama temen-temen gue dan Ilham, diantaranya Vico, Amril, Yo, Oki, Angga (gue tulis nama aja, misalnya kalian tidak kenal gapapa lah ya). Dan gue baru sadar, temen-temen gue dan Ilham ternyata temen-temen gue saat dulu ngidol JKT48. Dunia itu memang sempit.

Gue juga diajak temen gue untuk ikut meet and greet bersama LiSA. LiSA siapa? Hmm, kalau nonton film Sword Art Online, yang bawain lagunya itu dia. Selengkapnya cek google aja.

Saat meet and greet, ternyata yang mau ikut banyak, kira-kira sekitar 90-100 orang. Alhasil meet and greet ditiadakan, dan diganti jadi tournament suit alias suten alias janken. Janken kali ini memperebutkan poster LiSA, khusus untuk 7 orang yang beruntung. Gue gak berharap banyak, jadi gue iseng aja ikut-ikut janken.

Dan ternyata gue menang dan dapet poster LiSA. Sebagai cowok yang pernah (tapi gak sering) diwaro idol lokalan, gue biasa aja.

Seenggaknya gue bawa sesuatu yang gratisan untuk dibawa pulang.

Gak mungkin gue ke AFAID gak beli apa-apa, gue juga beli barang lain kok

 Gue gak tau ini karakter evangelion yang mana, tapi gue jadi keinget mantan gue.

Lightstick Lumica Luminace 12 Warna edisi DJ Kazu. Bukan buat parkir mobil, apalagi dijadiin light-saber.

Setelah sangat puas dengan exhibition AFAID, kini ke tujuan sampingan gue : ANISONG !

Untuk AFAID kali ini gue bela-belain nonton Anisong. Kenapa? Karena artis yang gue suka satu panggung semua di hari yang sama (fripSide, LiSA, yanaginagi). Kapan lagi gue bisa ngegila.

Alhasil gue senam lampu dengan lightstick gue, dari jam 8-11 malem.

Selesai Anisong, gue terkapar lelah. Plus, lengan kanan gue sakit.

I ♥ anisong. Best anisong ever !

Selesai AFAID, tentu saja kami pesan emberan KFC. Yang bayar siapa? Gue -__-. Tidak apa-apa, kapan lagi gue bisa ngegila bareng temen-temen gue.

Setelah emberan KFC, kira-kira sudah jam 2 pagi. Gue pun tidur.

Gue bangun tidur jam setengah 11 pagi siang. Ilham bangun tidur jam setengah 12 pagi siang. Kereta menuju Oslo Solo jam setengah 1 siang. Gue belom mandi, belom sarapan, belom beres-beres tas.

Gue panik.

Alhasil gue mandi, beres-beres, beli nasi padang, dan menuju stasiun. Perjalanan dari rumah Ilham ke stasiun cuman 10 menit. Untungnya masih tepat waktu, dan gue makan Nasi Padang di kereta api. Nasi Padang Jakarta sangat berbeda jauh dengan nasi Padang Oslo Solo. Gue lebih suka yang versi Jakarta, karena pedas gurih. Kalau versi Oslo Solo, rasanya enggak pedas, malah manis.

Sampai Oslo Solo gue pulang ke rumah gue, dan tidur, untuk melanjutkan hari esok gue yang ternyata gue masih masuk kuliah.


Sampai saat ini gue masih merasakan hype Anisong AFAID 2015. Sangat keren, apalagi bersama temen-temen ngegila gue. Udah lama gue gak ngegila kayak gitu. Terakhir gue ngegila bersama teman-teman gue sekitar 2 tahun lalu, itupun juga di Jakarta.

Punya temen banyak itu enak, kemana-mana jadi gampang, ngegila bareng jadi seru, kalo curhat jadi banyak solusi, becandaan jadi kocak gila. Kesenangan yang terlalu parah berlebihan, bukan karena guest starnya, tapi karena lingkungan teman yang menguasai kesenangan :)


Well, semoga tahun depan gue bisa ke AFAID lagi, dan tentu saja lulus kuliah dengan nilai yang memuaskan



Oh iya, gue belom menjelaskan kenapa Shania Gracia lucu.


Semua dimulai dari 14 Agustus 2015 pukul 22:00.


Salam Menyeberangi Lapangan, Hanya Railgunku, Penentu Cahaya, Berisiknya Saudara Perempuan.

@leonardixb

Minggu, 19 Juli 2015

"Rhythm" Unite

Hai. Udah lama banget gue gak ngepost ya. Ya, udah mulai rada males ngeblog sih sebenernya. Selain karena pembacanya sedikit, kuliah juga bikin gue menjadi orang yang sangat sibuk.

Pas bulan Juni gue gak ngeblog karena 1 bulan dipake buat ujian praktek di tempat kuliah gue. Mungkin menurut kalian ujian praktik anak mesin palingan bongkar mesin, pasang lagi, gitu doang. Ini enggak. Ujian praktik gue.... susah dideskripsikan, karena ada gambar mesin, mengikir (bukan ngikir kuku, tapi ngikir besi), milling dan bubut (cari aja di google apa itu milling dan bubut). Yah, semoga aja ujian praktik gue lulus dengan nilai yang memuaskan. Gak ngarep banyak sih, soalnya emang background sekolah gue bukan sekolah vokasi :))

Bulan Juli awal, gue ada ujian teori. Nah ini baru ujian yang kayak anak kuliah biasanya. Kalo ujian teori, karena background sekolah gue dari SMA, yang kebanyakan baca buku terus, jadi ya gue yakin sih, walaupun nilainya yah gak bagus kayaknya. Tapi semoga aja gue lulus sih, agar bisa menyambung hidup masa depan gue untuk kerja, dan menikah, lalu punya keturunan, dan akan menjadi keluarga bahagia.

.... Pacar aja belom punya Le -___-

Bodo amat, yang penting gue sukses dulu, biar nanti pasangan gue gak usah ngerepotin pasangan gue. Prinsip pasangan gue ada di postingan ini :))

Nah, ujian teori diadakan 1 minggu. Setelah ujian berakhir, rasanya bebas. Tapi gue kayaknya jadi kurang banyak temen, alhasil gue nyari komunitas game yang gue maenin. Karena koneksi gue yang agak lebih suram dari tempat gue yang dulu di luar planet a.k.a Bekasi, jadi gue cari komunitas osu!.

Sebelum ujian. gue menemukan salah satu komunitas yang cukup terkenal sih, komunitas osu! di Solo, namanya OSRC. Tepat postingan gue hari ini, tepat juga 1 bulan gue gabung sama grup ini. Isinya? Waduh, susah dijelaskan. Pertama kali gue nanya buat gabung, langsung diterima, dan berhubung gue mau ganti nama karakter game gue (osu!, nama lama : dhike, nama baru : Fuschia, oh iya desain profil osu gw 100% photoshop buatan gue :)) ), alhasil gue langsung samperin ketua OSRC biar bisa ganti nama char gue. Gue berasa loyal di grup ini.

Selain itu, grup gue juga mengadakan buka bersama (bukber) sekitar 2 minggu setelah gue gabung OSRC. Ada kejadian absurd sih saat bukber. Karena saat itu masih ujian teori, gue memutuskan pulang lebih awal. Gue agak tergesa-gesa saat itu, karena gue udah janjian sama temen gue buat belajar bareng. Alhasil gue langsung ke tempat kos temen gue buat belajar. Setelah belajar dan pulang ke rumah, gue baru sadar...

Kok sendal gue beda sebelah ya.

Ternyata, pas gue pulang bukber, gue salah ambil sendal sebelah gue. Alhasil, saat pulang, sendal kiri dan kanan gue beda. Satu cokelat, satu hitam. Lah, yang sendalnya ketuker gimana? Dia lebih parah. Dia cuman pake 1 sendal, kaki sebelahnya telanjang kaki. Terus nasib sendal gue? Ada di ketua grup gue.

Kesimpulannya, terjadilah sinetron "Sendal yang Tertukar lalu Salah Satunya Diculik". Mungkin kalau difilmkan, bakal lulus sensor. Iyalah, pemerannya aja sendal semua, kagak ada muka, lembaga sensor mau nyensor apaan.

Tapi jangan deh, nanti yang eksis sendalnya, bukan gue. Kan yang pengen eksis gue. Nanti gue ngiri sama sendal gue, gimana ._.

Kemudian terjadilah sinetron "Leonardi vs Sendal".

Kok postingan gue jadi absurd gini astaga.


Selain OSRC, gue juga gabung grup LINE yang gue gak tau asal usulnya kenapa. Gue juga gak tau kenapa gue bisa gabung di grup LINE itu. Nama grup LINEnya aja gue gak tau apa. Hebat ya gue, orang asing gak dikenal tiba-tiba diajakin ke grup yang asing. Jangan-jangan isinya mahluk asing semua.

Nah, isi grup ini aneh juga. Total ada 32 member, yang maen osu! 31 member. 1 lagi? Main Lost Saga. Gue juga gak tau kenapa dia bisa nyasar ke grup yang katanya khusus buat maen osu! doang.

Di grup ini, well, karena hanya sebatas chatting, jadi gak bisa ketemuan bareng-bareng. Tapi grup ini lebih banyak orang yang lebih muda dari gue . Yap, karena gue anak kuliahan, dan penunggu grup itu anak SMA dan SMP (plus anak SD (yang baru mau masuk SMP), yang nyasar ke grup itu), gue merasa tua -__-

Grup ini juga punya anggotanya yang pacaran. Yang gue tau sejauh ini couple bernama ValVel. Val for Valskiel, Vel for Velonicha. Kok namanya aneh gitu. Itu nama panggilan char osu! mereka. Karena ValVel nama couple yang unik, "a" dan "e" tinggal diputer. Lucu sih. Valskiel adalah orang yang gue kira tengil (karena menurut gue nama char dia tengil), dan Velonicha adalah orang imut yang gue kira cadel (karena menurut gue nama char dia cadel, yang awalnya mungkin veronica jadi velonicha, jadi gue kira dia cadel)(dan ternyata anaknya emang cadel beneran).

Selain couple ValVel, ada juga yang suka sama Vel. Namanya Vil. Lah kok gak beda jauh. Errr, Vil ini sebenernya gak maen osu!, jadi gak ada charnya, dan karena nama asli dia ada unsur "v","i", sama "l" nya, jadi mending jadi Vil aja, kali aja cocok gitu.

Dan Vil ini adalah anak yang nyasar di grup ini, yang ga maen osu!, dan yang masih SD mau masuk SMP. Anak ini kayaknya biang masalah di grup ini ya. Tapi gapapa sih, jadi unik :))

Jadi, pasangan ValVel(Vil) selalu menghiasi LINE gue setiap hari. Lucu sih, secara gue anak kuliahan, ngeliat sepasang orang pacaran yang umurnya 18 & 19 tahun mesra-mesraan di grup, eh tiba-tiba ada anak umur 12 tahun yang suka sama salah satu dari mereka secara blak-blakan dan polos, ya polos anak kecil :))



Entah kenapa, karena kejadian ValVel, gue jadi keinget mantan pertama gue. Entahlah, keinget aja, mungkin sifatnya yang mirip dan hobinya yang sama. Seenggaknya untung hanya sepintas saja keingatnya.
Tapi, mantan tetaplah mantan, hanya memori dan kenangan, yang tidak akan terbawa kedepan, dan nanti akan terhapus oleh pasangan masa depan.

Asik tiba-tiba gue bisa bersajak :))

Well, sekian postingan gue yang rada gak jelas, tapi kayaknya kali ini lebih gak jelas dari postingan sebelumnya. Semoga gue bisa lulus tingkat 1 dengan tenang, dan bisa menyelesaikan kuliah gue dengan selamat sentosa.


Salam Fuschia

@leonardixb


Minggu, 24 Mei 2015

Callback Love

1 bulan udah ga ngeblog. Bulan ini adalah bulan yang membuat gue cukup sibuk. Yap, semester genap kuliah gue udah mau selesai, dan gue banyak kerjaan, sekaligus minggu ini gue ujian praktik untuk kelulusan. Semoga gue sukses, ya :)

Di tempat kuliah gue, kerjaannya banyak banget, dan gak bisa dikerjain di rumah. Ya iyalah, yakali gue kudu beli mesin bubut pribadi buat ngebubut kerjaan gue di rumah, bisa-bisa didepak gue.

Yap, gue sebagai anak teknik mesin, yang konon katanya susah dapet pacar. Bener sih, di jurusan gue gak ada ceweknya sama sekali. Isinya batangan semua. Untung gue gak beralih prioritas untuk mencari masa depan. Jadi? Ya gue sampe sekarang belom pacaran :)

Dan itu menjadi permasalahan gue pada bulan ini.

Semua berawal ketika internet provider yang paling gue benci mati. Gue mau gak mau harus menonton stock anime yang udah gue download sebelum-sebelumnya. Alhasil gue menonton anime yang berjudul Eureka 7. Bercerita tentang apa? Gue gak mau ceritain, mending kalian nonton sendiri aja. Enak aja masa blog gue jadi tempat sinopsis film.

Pada pertengahan episode, entah kenapa otak gue tiba-tiba berproses...

Eureka 7, adalah anime rekomendasi gue untuk seseorang yang dulu gue suka, alias gebetan gue pada masa lalu. Tokoh karakternya, mirip gebetan gue (gebetan yang sebelum gebetan ini)(gebetan banyak amat le, jadian kagak).

Nah ini masalahnya.

Gue jadi flashback saat gue dulu sedang ngegebet dia. Entah kenapa tiba-tiba keinget lagi, seakan-akan kayak elu lagi nyari benda yang dibutuhin gak ketemu-ketemu, tapi pas lagi gak butuh tiba-tiba benda itu nongol dengan sendirinya.

Itulah yang gue alami saat ini. Disaat gue sedang lagi di minggu ujian kenaikan tingkat, tiba-tiba gue mendadak galau.

Sekarangpun gue keinget pertama kali gue ketemuan sama dia, karena kecelakaan kecil yang gue buat sendiri, terus gue minta tolong dia, dan dia mau nolongin gue. Sejak itulah gue mulai berkenalan dengannya, dan mencoba lebih mengenali dia, yang pada saat itu katanya orangnya anti-social.

Kemudian berbulan-bulan gue ngobrol sama dia, lama-lama muncul benih mungil yang akan tumbuh rindang bernama : kebersamaan. Loh kok kebersamaan, kenapa bukan cinta, atau sayang, atau  kangen, atau rindu, atau tetek bengek lainnya yang apalah gue ga tau namanya? Karena gue yakin, gue gak bisa mendapatkan dia.

Pesimis amat Le? Memang begitu keadaannya. Dari segala sisi gue dan dia memang bertolak belakang. Dia pintar, gue kurang pintar. Dia putih, gue coklat.  Dia bookworm, gue gamer. Dia kaya raya, gue kaya gembel. Dia tinggi, gue........... lebih tinggi dari dia sih, tapi ideal lah kalau gue sama dia jalan bareng. Memang benar, harusnya pasangan saling melengkapi, yang berarti masing-masing mengisi kekurangan pasangannya dengan kelebihan dirinya. Gue bisa aja ngebantuin dia dalam hal komputer karena dia gaptek, dan dia bisa ngajarin gue tentang pengetahuan yang ada di sekolah.

Kami melakukannya, tapi tidak menjadi pasangan, karena kami yakin, kami masih membangun pondasi masa depan, untuk pasangan nanti, agar saat kedepannya nanti kelak gue dan pasangan gue sudah berada di posisi yang cukup mapan, sehingga bisa menlanjutkan sisa hidup di dalam keharmonisan.

Jadi gue dan dia memang gak memutuskan untuk pacaran, karena kami masih konsen untuk pendidikan kami dulu (bahasa kerennya : pondasi masa depan).

.... Bilang aja Le lu udah yakin ditolak di awal makanya lu mengurungkan niat buat jadian sama dia. Mungkin itu sisi lainnya, tapi gue dan dia sepakat untuk memang tidak mencari pasangan dulu, baik gue mencari cewek lain, dan dia (mungkin) tidak mencari cowok lain.

Karena kegalauan yang absurd itu, gue keinget pas pertama kali gue menggambar manga dengannya. Dan di rumah gue yang sekarang, setelah lebih dari satu tahun tidak menggambar manga, karena anime Eureka 7 itu, akhirnya gue mulai berlatih lagi menggambar manga, mulai dari mata.

Latihan gambar mata, tetep aja jelek. Maklum 1 tahun enggak corat coret lagi.
Itu mata siapa? Ceritanya gue mau latihan mata seperti Eureka pada anime Eureka 7. Memang jelek gambar gue. Tapi tiap goresan pena pada gambar tersebut, banyak ingatan yang muncul saat gue menggambar.
Mata, adalah gambar pertama gue dengannya. Pertama kalinya gue latihan menggambar manga dengan dia, dan gambar pertama adalah mata.  Maka dari itu, setiap kali gue menggambar mata pada suatu tokoh, yang gue keinget adalah saat gue dan dia bersama-sama latihan menggambar, sekaligus mengingat saat gue pertamakali bertatap mata dengan dia, pandangan matanya yang membuat gue berasa "wah", dan membuat bekas yang cukup lama tergambar di pikiran gue.

Gue teringat saat pertama kali dia ketawa, saat itu gue bikin lelucon tentang temannya, dia ketawa, sampe jatuh (iya, dia jatuh dari kursi, untung lantainya gapapa). Entah kenapa, tawa dia itu beda sendiri dari manusia pada umumnya. Tawa dia itu seperti.... ya aneh lah, susah dideskripsikan. Bukannya susah sih, tapi susah banget (?).

Selain tertawa, dia juga pernah sedih. Pernah dia sedih sampe nangis, kemudian dia mukul-mukulin tangannya ke meja kayu. Pertama, kedua, ketiga, dia pukul terus sambil nangis. Gue gak tahan. Saat mau mukul keempat, gue menghadang mejanya, sehingga tangan gue yang kepukul. Mejanya gapapa, tangan gue biru memar. Kemudian gue dikatain bego. Lalu gue ketawa, dan dia mulai ketawa dan mulai menghapus kesedihannya karena tindakan heroik gue terhadap meja yang dia sakiti, karena gue punya perasaan peri-kemejaan.
Pernah juga gue (kebetulan) ngerjain tugas bareng dengan dia. Walaupun tugas kami beda pelajaran, entah kenapa ngerjain di satu meja, dan selesai bersama-sama. Memang berasa aneh saat mengerjakan, tetapi diakhir kita canggung sendiri dan tertawa bingung : gimana ceritanya pelajaran kimia dan bahasa sunda bisa dikerjakan satu meja dan selesai bersamaan?

Gue juga pernah ngajak dia nonton konser bareng, merasakan atmosfir yang sama. Gue keinget dia pertamakali kagum melihat orang bernyanyi di atas panggung, dan kebetulan gue di sebelahnya. Kami serasa menonton konser berdua. Seru, sekaligus menyenangkan. Paket double, melihat orang yang dikagumi di atas panggung, sekaligus melihat dia di sebelah gue bahagia.

Tiap goresan pena pada gambar mata itu, banyak memori yang tergambar di pikiran gue. Saat-saat gue masih di rumah gue yang lama, masih cukup dekat dengan rumah dia, masih bisa melihat wajah dia di pagi hari, dan saat pulang, walaupun jalan pulang kami hanya satu arah pada setengah perjalanan (ada pas perempatan, gue belok kiri, dia belok kanan), tetapi sampai rumah seakan-akan kami seperti satu arah kembali.

Mungkin ini yang dinamakan rindu yang dipaksa dipendam. Mencoba untuk dipendam, ditahan, selama mungkin, tapi karena suatu hal yang mengingatkan, kerinduan itu meledak, seperti saat ke WC, buang air besar, ditahan terus, pas dilepas, jebret, blepetan semua. Ternyata orangnya lagi diare. Jorok gila.

Namanya juga memori, walaupun memang sudah dipaksa untuk dilupakan, dia akan muncul lagi tiba-tiba, seperti bintang jatuh, muncul tiba-tiba, dan hilang tiba-tiba. Yap, mungkin nanti memori antara gue dengannya akan hilang tiba-tiba, walaupun nanti akan muncul kembali tiba-tiba, entah kapan.


Alhasil minggu yang harusnya gue pikirin buat konsentrasi ke ujian kenaikan tingkat gue, mau gak mau harus bercampur aduk sama kegalauan gue akan masa lalu. Semoga gue tetap survive, dan nilai ujian gue bisa melebihi nilai minimal, dan membuat gue dan orang tua gue puas, sehingga pondasi masa depan gue kuat, dan masa depan gue bisa memiliki cahaya kecil, yang nantinya akan menjadi terang benderang, dan akan menjadi seterang matahari saat gue bertemu dengannya.


Salam Pendam

@leonardixb